
Ruangan yang semula ramai akibat perdebatan mendadak hening karena kehadiran Aqila yang secara tiba-tiba.
Mereka seakan keluh hanya untuk membuka mulut, apalagi tatapan tajam yang terus Aqila arahkan pada mereka semua, membuat siapapun enggan berbicara.
"Jawab pertanyaan ku"
Suara dingin Aqila kembali terdengar nyaring karena suasana sejak tadi sunyi seperti tak berpenghuni.
"pertanyaan yang mana"
jawab Lin Zhang spontan karena tidak menyangka dengan kehadiran Aqila yang secara tiba-tiba itu.
Beberapa bulan terakhir Lin Zhang sempat mendengar rumor bahwa Aqila kemungkinan telah meninggal karena selama setahun ini tidak ada kabar sedikitpun tentang keberadaan gadis itu.
"apa kekuasaan membuat mu menjadi bodoh dan tuli"
Tidak ada rasa takut saat Aqila mengatakannya, sontak Perkataan kasar yang gadis itu tunjukkan pada Lin Zhang membuat semua orang terkejut
__ADS_1
Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa Aqila dapat mengucapkan kata kasar itu dengan begitu berani.
Beberapa dari Mentri yang hadir jelas mengingat betul bagaimana kejamnya gadis itu saat ada seseorang yang berani mengusik ketenangan hidup-nya, apalagi saat ini yang menjadi tersangka adalah Lin Bao putra kesayangan gadis itu.
"maaf nona Aqila Saya benar-benar tidak mendengarnya"
Dalam lubuk hati pria itu dia sangat enggan mengucapkan kata maaf karena merasa dirinya tidak bersalah tetapi orang yang menjadi lawan bicaranya adalah Aqila.
Dia bukan tipe orang yang tidak tau balas budi itulah sebabnya dia harus meminta maaf.
Mentri Jun dan putrinya Jun Jia yang pada dasarnya orang baru jelas aja terkejut dengan ucapan Lin Zhang barusan.
Mereka jelas mengenal betul seperti apa sosok lelaki tersebut, raja yang memiliki paras rupawan dengan tatapan tajam yang mampu mengintimidasi lawan, raja yang paling di segani oleh banyak orang karena ketegangan dan kekejamannya terhadap musuh.
mendak jadi begitu rendah di hadapan seorang gadis yang usianya masih begitu muda.
"bukti apa yang harus putra ku berikan tuan Lin Zhang"
__ADS_1
kali ini Aqila menunjukkan sifat arogan dimana dia tidak lagi menunjukkan rasa hormat pada laki-laki yang menjabat sebagai seorang raja tersebut di Kerajaan miliknya.
Lin Zhang jelas tidak menyangka bahwa Aqila bisa semarah ini padanya, dia juga bingung kesalahan besar apa yang telah dia perbuat hingga menyinggung gadis itu.
Padahal dia haya bertindak sesuai tugasnya sebagai seorang raja yang baik dan adil.
Sedangkan untuk kedua pelayan yang tadi menjadi saksi sudah ketakutan tubuhnya bergetar hebat ketika Aqila memandang ke arah mereka dengan tatapan membunuh.
mereka tidak menyangka bahwa Aqila datang di saat seperti ini andai mereka tau Keduanya tidak akan mengambil tawaran Mentri Jun yang menjanjikan bayaran besar jika rencananya berhasil.
Lebih baik tidak mendapat uang banyak dari pada harus mati di tangan gadis itu.
"anda tidak tau apa-apa nona Aqila, di sini nona Jun Jia mengatakan bahwa Lin Bao sengaja menyiram kotoran binatang ke tubuhnya begitu juga dengan saksi yang di berikan dan masih banyak lagi, saya sebagai seorang raja hanya ingin melakukan persidangan ini dengan adil"
Setelah menghela nafas berat Lin Zhang mulai menjelaskan permasalahan apa yang sedang terjadi.
Aqila mengangkat sebelah alisnya karena penuturan bodoh pria itu, tanpa di jelaskan sekalipun dia sudah tau yang sebenarnya.
__ADS_1
Hanya saja Aqila kecewa karena Lin Zhang begitu bodoh tidak bisa membedakan mana yang baik dan pura-pura baik.