
Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam tidak ada yang berniat membuka pembicaraan kala itu.
minghao yang sedikit tertarik dan merasa penasaran dengan gadis yang ada di samping nya mengajak gadis itu berbicara.
"perkenalkan saya minghao"
pemuda itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum manis ke arah Aqila
"saya sudah tau"
aqila menjawab dengan datar dan masih menatap lurus ke depan ekspresi gadis itu masih tetep sama seperti biasanya.
"oh saya lupa jika anda sudah tau nama saya, boleh saya tau kenapa anda ingin pergi ke wilayah Utara "
minghao merasa kikuk dengan jawaban menohok yang Aqila berikan, pemuda tersebut jadi salah tingkah sendiri dan itu membuat Lin Shan mendengus kesal.
"maaf pangeran tapi itu urusan pribadi kami"
Lin Shan menjawab dengan dingin pertanyaan minghao, dia tidak suka melihat minghao terus mencuri pandang ke arah Aqila.
"siapa dia nona Aqila"
minghao yang awalnya tidak terlalu perduli dengan kehadiran Lin Shan dan Lila menghentikan langkahnya lalu menengok ke arah pemuda Lin Shan.
"dia Lin Shan teman ku"
Aqila sengaja tidak memberitahukan siapa Lin Shan sebenarnya, karena ia menganggap pemuda itu sebagai temannya sama seperti Lila.
"lalu gadis ini"
minghao mengangguk mengerti dia juga penasaran dengan gadis yang ada di samping Aqila.
"dia Lila sahabat baik ku"
Lila merasa terharu karena Aqila menganggapnya sebagai sahabat dan bukan pelayan.
"senang bertemu dengan kalian"
minghao berkata sambil tersenyum manis Lila sedikit terpesona melihat senyuman itu sedangkan Aqila tidak perduli sama sekali.
minghao adalah pangeran ke dua dari kerajaan xingsheng dia putra dari Ratu xiuying
"senang juga bisa bertemu dengan anda pangeran minghao"
Lila dan aqila menjawab sapaan tersebut dengan ramah sedangkan Lin Shan hanya diam, pemuda itu terlihat tidak menyukai minghao dan Aqila menyadari hal tersebut.
setelah selesai dengan pembicara tadi mereka kembali melanjutkan perjalanan.
"sepertinya kita sudah sampai, anda bisa memilih kamar yang mana saja yang masih kosong di sinih"
ucap minghao begitu mereka berempat tiba di istana putri.
"hm,"
Aqila menjawab dengan deheman kecil Lila yang takut pemuda itu merasa tersinggung dengan sikap tuannya langsung memotong pembicaraan.
"terimakasih sudah mengantar kami pangeran minghao maaf telah merepotkan Anda"
__ADS_1
ucap Lila dengan ramah dan sedikit tersenyum ke arah pemuda tersebut.
"tidak masalah ini tidak merepotkan sama sekali, selamat beristirahat"
Aqila, Lila dan lin Shan mengangguk sebagai jawaban, kemudian setelah itu minghao kembali mengayun langkahnya keluar dari istana putri.
setelah minghao pergi Aqila dan yang lain mulai memilih kamar untuk beristirahat.
begitu menemukan kamar yang cocok ketiganya langsung mengistirahatkan tubuh di tempat yang sama.
Aqila sengaja meminta Lila dan Lin Shan untuk tinggal bersamanya di kamar tersebut agar memudahkan mereka dalam berkomunikasi.
....
malam hari semua persiapan jamuan sudah selesai para pelayan sedang menyajikannya di aula utama beberapa orang juga sudah hadir di sanah.
tidak butuh waktu lama aula kembali ramai dengan kedatangan anggota kerajaan dan beberapa menteri penting lainya.
sedangkan aqila masih berada di istana putri mereka sedang bersiap untuk menghadiri perjamuan kali ini.
tok tok tok
suara pintu di ketuk dari luar lila yang sudah siap langsung membuka pintu tersebut, terlihat dua orang pelayan berdiri di depan pintu.
"salam nona Lila, perjamuan sudah siap semua orang sedang menunggu kedatangan nona besar Aqila"
dua orang pelayan wanita menunduk hormat dan langsung menyampaikan maksud kedatangannya.
"baiklah"
setelahnya mereka semua melangkah pergi dari sanah aqila berjalan di barisan paling depan penampilan sederhana gadis itu lagi-lagi mengundang perhatian semua orang yang menatap ke arahnya.
Aqila dan yang lain melangkah masuk ke dalam aula setelah penjaga mengumumkan kedatangan mereka.
aula yang tadinya ramai mendadak hening ketika rombongan Aqila berjalan melewati mereka semua.
perasaan kagum dan memuja terus terdengar dari beberapa orang yang hadir di ruangan tersebut, tapi Aqila hanya menganggap acuh setiap pujian tersebut.
"salam yang mulia raja Liu yaoshan"
Aqila Lila dan Lin Shan langsung memberi salam setelah mereka tiba di hadapan sang raja.
"salam kalian saya terima silahkan duduk"
Liu yaoshan yang sudah terbiasa dengan sikap aqila dan temannya menyuruh mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan.
"terimakasih"
Aqila menjawab dengan datar namun masih terdengar sopan
"Karena nona Aqila sudah sampai jamuan makan malam bisa di mulai sekarang"
Liu yaoshan kembali berbicara dan meminta mereka untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan karena si tokoh utama sudah tiba.
"baik terimakasih atas kebaikan anda yang mulia raja"
semua orang bangun sambil memegang cangkir kecil berisikan arak untuk bersulang seperti perayaan pada biasanya.
__ADS_1
"tidak perlu sungkan silahkan di nikmati"
tanpa menunggu lama mereka langsung menikmati makanan tersebut dengan sedikit obrolan.
Aqila merasakan orang orang disini begitu tulus terhadapnya yang bukan siapa-siapa, padahal dia hanya seorang tamu yang tidak sengaja singgah.
waktu terus berjalan dan jamuan makan malam hampir selesai semua orang hendak membubarkan diri ketempat Masing-masing.
sebelum semua orang benar benar pergi aqila mengatakan sesuatu yang membuat raja Liu yaoshan dan yang lain terkejut.
"boleh saya mengatakan sesuatu"
Aqila akan meminta izin terlebih dulu sebelum mengatakan sesuatu karena gadis itu tau bahwa ia sedang berada di negeri orang.
"tentu saja"
Liu yaoshan tidak keberatan dengan apa yang akan Aqila katakan, pria paruh baya itu terlihat lebih bijaksana dari pada raja Jiang nan.
"tolong minta para penjaga gerbang perbatasan untuk bersikap lebih baik lagi, jika tidak kerajaan xingsheng bisa saja hancur karenanya"
ucap aqila memperingati kecerobohan raja tersebut.
"apa itu benar prajurit"
Liu yaoshan terkejut saat mendengar perkataan Aqila barusan.
"benar yang mulia raja saya mendengarnya dari teman teman saya"
Liu yaoshan Hendak marah namun niat tersebut segera di hentikan saat Aqila akan kembali berbicara.
"saya menghabisi salah satu prajurit penjaga gerbang perbatasan apa anda keberatan"
Aqila bertanya dengan nada datar
"jika menurut nona dia bersalah maka saya tidak keberatan sama sekali"
"baiklah"
setelah mengatakan apa yang ingin di katakan Aqila kembali diam untuk menikmati beberapa cemilan namun itu tidak bertahan lama.
swuttttt
satu anak panah terjun bebas ke arah raja Liu yaoshan tidak ada yang menyadari hal itu kecuali Aqila karena pendengar dan penglihatan gadis itu sangat tajam.
blesss
Aqila menahan serangan anak panah yang di tujukan pada raja Liu yaoshan menggunakan tangan kirinya dan itu berhasil membuat telapak tangan Aqila terluka serta mengeluarkan banyak darah.
semua orang kembali di buat terkejut dengan kejadian ini mereka tidak menyangka akan ada serangan mendadak yang di arahkan pada raja mereka.
Lin Shan yang juga melihat itu semua murka, pemuda tersebut langsung mengejar orang yang menembakan anak panahnya tadi.
Hay ketemu lagi sama author maaf yh dua hari ini author GK up karena author lagi sibuk banget sama kerjaan..
semoga kalian tidak bosan menunggu ap terbarunya
terimakasih atas waktunya dan selamat membaca 🙏 😊 😊😊🥰
__ADS_1