
setelah Lin Shan menghilang dari pandangan xiaoli bergegas pergi dari sanah dia ingin memberitahukan pada keluarganya tentang ulang tahun Aqila.
di tengah malam enam orang manusia berbeda jenis kelamin berkumpul di ruang kerja sang raja.
"apa yang ingin kau beritahukan adik, hingga mengumpulkan kami di tengah malam begini"
Shen xiaojian menatap penasaran sang adik sebab gadis itu tidak biasa-nya bertindak seperti ini.
"awas saja jika tidak penting akan ku gantung kau di alun-alun ibu kota"
lain dengan Shen duyi pria itu mengomel karena waktu tidur-nya terganggu, dia tidur lebih awal dari biasanya mungkin lelah setelah mengurusi banyak hal untuk acara besok.
"yak, sialan adik macam apa kau ini apa jangan-jangan kau bukan adik kandung ku melainkan anak pungut yang ibu ambil dari jalanan"
xiaoli mengumpat kesal pada sang adik karena selalu saja mencari masalah dengan-nya
"kau..."
tidak terima dengan perkataan xiaoli Shen duyi hendak membalas tetapi di hentikan oleh Shen huan
"sudah hentikan"
Shen huan jengah dengan pertengkaran kedua bersaudara itu yang tidak pernah ada habis-nya.
"cepat beritahu kami ada hal penting apa"
meski kesal Shen duyi tidak bisa berbuat apa-apa karena xiaoli adalah Kakak perempuannya.
"besok adalah ulang tahun adik Aqila yang ke tujuh belas tahun"
dengan lugas xiaoli mengatakan apa yang ingin dia beritahukan pada mereka semua.
"apah"
semua orang terkejut saat mendengar perkataan gadis itu mereka menatap xiaoli meminta penjelasan.
"bisa tidak kecilkan suara mu, telinga ku berdengung sakit tau"
xiaoli tidak langsung menjelaskan dia terlebih dulu mengumpat karena suara keras Shen duyi, pemuda itu duduk tepat di samping-nya.
"aku hanya terkejut mendengar semua ini, darimana kau tau kalo besok adalah ulang tahun adik Aqila"
mereka semua kembali menatap gadis itu tidak sabaran, ingin cepat mendapatkan kejelasan dari apa yang baru saja dia katakan sebelumnya.
"aku mengetahuinya saat Lin Shan berbicara sendiri di kolam samping istana sambil memandangi dua kotak yang entah isinya apa"
xiaoli mulai menjelaskan pada mereka semua bagaimana dia mengetahui tentang ulang tahun Aqila.
"sialan pemuda itu kenapa tidak memberitahukan hal sebesar ini pada kita semua"
luap kemarahan tercetak jelas di wajah Shen duyi sedangkan yang lain hanya kesal dalam hati masing-masing.
"dia bilang kita tidak bertanya"
__ADS_1
ucapan xiaoli kali ini kembali menyulut kekesalan Shen duyi terhadap Lin Shan.
"ahhh, akan ku beri pelajaran dia"
Shen duyi hendak bangkit untuk mencari keberadaan Lin Shan tetapi di tahan oleh tangan xiaoli.
"tidak untuk saat ini, karena kita harus menyiapkan hadiah untuk adik sebelum pagi tiba"
mendengar perkataan xiaoli yang lain mengangguk setuju, karena saat ini yang terpenting adalah membuat kejutan untuk Aqila di hari ulang tahun-nya.
"cucu perempuan ku benar"
kali ini Shen gufei membuka suara setelah diam menyimak pembicaraan anak, cucu, menantu-nya.
malam itu mereka mendiskusikan banyak hal hingga waktu berlalu begitu saja, kini sang Surya sudah menampakkan sinarnya menghiasi seluruh lapisan bumi.
para tamu sudah mulai berdatangan satu persatu keadaan istana jauh lebih ramai dari biasanya.
haya utusan setiap kerajaan yang belum menampakkan diri mungkin mereka masih dalam perjalanan.
kali ini pesta di adakan di luar ruangan, akan ada banyak acara untuk meramaikan pesta sekaligus merayakan hari ulang tahun Aqila.
di saat yang lain sibuk menjamu tamu Aqila masih tetap tenang dalam tidurnya seakan tidak terusik dengan suara bising para pekerja yang berlalu lalang di depan kediamannya.
tidak lama setelah itu seseorang mengetuk pintu kamar gadis tersebut.
tok tok tok
"nona apa anda sudah bangun"
"ada apa"
Aqila berbicara dengan wajah kantuk seolah lupa dengan acara hari ini.
"semua orang sudah menunggu kedatangan anda"
Lin Shan diam-diam tersenyum geli melihat tingkah gadis yang di cintai-nya.
mendengar perkataan Lin Shan Aqila seketika tersadar kembali dia langsung berbalik tanpa mengunci pintu atau mengatakan sepatah katapun.
"dia sangat menggemaskan"
Lin Shan terkekeh sendiri saat Aqila sudah tidak terlihat, untung tidak banyak orang yang menyaksikan jika tidak maka jatuh sudah wibawa-nya sebagai pria datar nan dingin.
tiga puluh menit berlalu Aqila selesai bersiap, sedangkan di luar ruangan Lin Shan masih setia menunggu kedatangan gadis itu.
"anda sudah siap nona"
pemuda itu mulai bertanya ketika Aqila sudah ada di hadapannya, dia tersenyum manis melihat penampilan Aqila kali ini.
Aqila mengenakan hanfu berwarna putih dengan motif kupu-kupu di bagian atas, serta liontin giok yang biasa ia kenakan di pinggang-nya.
rambut yang sengaja di gerai dengan pita putih dan satu jepit rambut berbentuk kupu-kupu menghiasi kepala gadis itu, dia juga sedikit menggunakan perona wajah.
__ADS_1
cantik, anggun dan manis menggambarkan penampilan Aqila saat ini, lin Shan bahkan tidak henti-hentinya terpesona ketika memandang ke arah gadis tersebut.
"berhenti menatap ku seperti itu"
Aqila sedikit tidak nyaman mendapat tatapan demikian dia menyesal telah merias dirinya sendiri karena bisa di pastikan semua orang akan menatap-nya seperti yang Lin Shan lakukan.
sebenarnya Aqila terpaksa melakukan semua ini karena dia tidak ingin membuat keluarga-nya malu di hadapan para tamu kerajaan karena penampilan sederhana-nya.
mungkin dia tidak masalah tetapi ini adalah hari besar kakak sepupunya, Aqila tidak ingin mendapatkan kritikan apapun setelah acara selesai.
karena sibuk memikirkan perasaan Shen duyi dan yang lain dia sampai melupakan hari ulang tahun-nya sendiri
"ah maaf nona"
Lin Shan di buat salah tingkah saat kepergok mengagumi kecantikan Aqila, wajah pria itu nampak memerah kala gadis tersebut menatap ke arah-nya.
tidak ingin membuang waktu Aqila mulai melangkah pergi, dengan sigap Lin Shan langsung mengikutinya, mereka berjalan beriringan ada sedikit jarak di antara keduanya.
tampak serasi itu yang terlihat di mata para pelayan selama mereka melewatinya.
tak butuh waktu lama keduanya tiba di acara pesta, prajurit mulai mengumumkan kedatangan mereka berdua.
saat nama Aqila di sebut semua orang langsung menatap ke arah gadis itu melangkah.
dan benar saja penampilan Aqila saat ini menarik semua perhatian para tamu undangan baik wanita maupun pria, mereka bahkan tidak berkedip saat sekali.
bukannya merasa senang karena menjadi pusat perhatian Aqila malah ingin menghilang saat itu juga dari hadapan mereka semua.
"salam raja"
Aqila dan Lin Shan memberi salam saat tiba di hadapan Shen xiaojian yang sudah duduk di atas kursi khusus untuk raja.
"kakak terima salam mu adik duduk lah disini"
Shen xiaojian tersenyum manis menyambut kedatangan adik sepupu kesayangannya, pria itu juga meminta Aqila untuk duduk di samping-nya.
semua orang di buat terkejut dengan perkataan terakhir pemuda itu pasalnya kursi yang ada di samping raja haya di peruntukkan untuk permaisuri atau ratu Kerajaan emerald.
beberapa tamu undangan yang tidak mengetahui siapa Aqila melayangkan pertanyaan.
"maaf yang mulia bukankah kursi itu hanya bisa di duduki oleh permaisuri atau ratu Kerajaan"
ucap salah satu utusan kerajaan xingxi yang masih menatap penasaran sosok Aqila siapa.
"benar raja xiao, memangnya siapa dia hingga anda meminta-nya untuk duduk di samping anda"
sahut utusan kerajaan bulan, pria itu adalah orang yang sempat berseteru dengan Aqila sebelumnya.
tetapi tampaknya pria itu melupakan kejadian sebelumnya karena sudah lama tidak bertemu.
"dia adalah adik sepupu ku sekaligus pemilik kerajaan ini bahkan jika dia meminta untuk duduk di tahta kerajaan aku dengan senang hati akan memberikannya"
dengan tegas Lin Shan memberitahukan siapa Aqila pada mereka semua.
__ADS_1
tentu saja hal ini kembali mengejutkan mereka yang hadir di sanah, beberapa orang mulai beradu argument.