
pagi ini Aqila, xiaoli, Shen duyi, Lin Shan juga beberapa pelayan dan prajurit akan melakukan perjalanan menuju kerajaan bulan.
mereka sudah mempersiapkan diri sejak surat di antara kan, kini mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama kecuali Lin Shan yang menunggu di luar ruangan.
Lima belas menit mereka semua selesai menikmati sarapan dan langsung pergi ke pintu gerbang istana.
"berhati-hatilah selama di perjalanan, dan berjanji lah kalian akan kembali dengan selamat" ucap Shen Ling sedikit tidak rela melepas kepergian mereka bertiga.
"kami janji akan pulang dalam keadaan utuh ibu, lagi pula kami pergi untuk menghadiri pesta bukan ingin berperang" jawab xiaoli yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran wanita yang telah melahirkan dirinya.
"kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi nanti ibu hanya berharap kalian kembali dengan selamat apa salahnya" ucap Shen Ling sedikit kesal dengan putri nya tersebut.
"baiklah ibu ku tersayang kami pergi dulu, salam untuk semua nya" jawab xiaoli mewakili keluarga saudara nya.
Setelah itu mereka langsung menaiki kendaraan masing-masing, Aqila dan xiaoli masuk ke dalam kereta mewah berlambang kerajaan emerald sedangkan Shen duyi menunggangi kuda kesayangannya.
Tak
Tak
Tak
Perlahan suara tapak kuda meninggalkan area istana.
Setelah rombongan itu benar-benar menjauh baru lah Shen xiaojian dan yang lain masuk kembali ke dalam istana megah tersebut.
Para penduduk ibu kota yang melihat rombongan anggota kerajaan menepi guna memberi jalan pada mereka agar lebih mudah di lewati.
Di sepanjang jalan ibu kota shen duyi terus menebarkan senyuman saat ada yang menyapa pemuda itu.
Shen duyi adalah pangeran yang sangat ramah dan baik pada seluruh rakyatnya terkecuali pada orang yang tidak dia sukai pemuda tersebut akan bersikap sebaliknya.
Sesekali Aqila dan xiaoli juga akan melirik ke arah luar saat jendela tak sengaja terbuka oleh angin.
Wajah cantik ke dua nya tentu saja menarik perhatian semua orang para pria yang melihat kecantikan mereka berdua di buat terkagum-kagum.
rombongan itu melewati gerbang ibu kota dengan mudah, kini mereka sedikit mempercepat laju kendaraan agar segera sampai di kerajaan bulan.
Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat mereka akhirnya tiba di perbatasan kerjaan setelah menghabiskan waktu sehari semalam.
__ADS_1
Kemungkinan mereka akan tiba di ibu kota Kerajaan bulan di malam berikutnya, semoga saja mereka masih sempat menghadiri pesta tersebut pikir ketiganya.
Tanpa membuang waktu lagi mereka kembali mempercepat laju kendaraan menggunakan kekuatan sihir Aqila agar tiba lebih cepat sebelum pesta di mulai.
Tidak hanya mereka bertiga bahkan para prajurit dan pelayan juga diminta naik ke gerbong kereta barang agar Aqila bisa menggunakan kekuatan sihir nya.
Dan benar saja mereka melaju dengan sangat cepat ini adalah mantra sihir yang baru saja Aqila pelajari semalam, sebenarnya gadis itu tidak berharap banyak namun nasib baik sedang menimpa nya.
Sehingga hanya dengan satu kaki percobaan sudah langsung berhasil, tentu hal ini mengejutkan Shen duyi xiaoli dan juga yang lain.
Mereka semakin mengagumi bakat Aqila yang berbeda dari orang lain.
Beberapa waktu setelah nya pukul 4 sore mereka tiba di gerbang ibu kota.
Seperti biasa mereka di minta token identitas meski mereka mengenal lambang kerajaan Emerald tetap saja para prajurit harus mengkonfirmasi indentitas para tamu guna mengambil sikap waspada takut jika musuh memanfaatkan keadaan saat ini.
....
Singkat cerita kini malam tiba di istana seluruh persiapan sudah hampir selesai beberapa tamu juga sudah berdatangan para pelayan dan prajurit sibuk melakukan tugas masing-masing.
Sedangkan Aqila dan Ke dua saudara sepupunya tengah bersiap di sebuah penginapan sederhana tidak jauh dari istana.
Setelah merasa penampilan mereka sempurna ke empat nya mulai meninggalkan penginapan tersebut bersama para pelayan dan prajurit yang sejak awal ikut serta dalam perjalanan kali ini.
Sepuluh menit berlalu mereka akhirnya tiba di istana kerajaan bulan.
Hal pertama yang menarik perhatian adalah bangunan yang cukup besar dan luas, beberapa menara dan lamu gantung menghiasi istana tersebut.
istana itu tampak indah karena Memiliki perpaduan warna putih dan biru Dongker.
Di sepanjang jalan mereka juga di suguhkan dengan pemandangan kolam buatan dan taman bunga mawar putih serta biru Yang tampak sangat cantik karena tersusun rapih.
mereka di ijinkan masuk setelah menunjukkan surat undangan dan token identitas masing-masing.
"mari lewat sinih pangeran dan tuan putri" ucap seorang pelayan yang memandu jalan mereka berempat.
Setelah menyusuri beberapa lorong akhirnya mereka tiba di tempat pesta di adakan.
Seperti biasa kedatangan mereka mulai di umumkan, awal nya keadaan di dalam sangat bising tapi sedetik kemudian menjadi hening kala pintu besar itu terbuka.
__ADS_1
Sontak semua orang menatap ke arah pintu yang kini terdapat dua gadis cantik dan dua pria tampan berjalan secara bersamaan.
Wajah mereka langsung menarik perhatian semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"salam yang mulia semoga anda berumur panjang" ucap ke empat nya sambil memberi salam ala kerajaan emerald.
"terimakasih karena telah memenuhi undangan kami, silahkan duduk" jawab sang raja yang memiliki nama Zhuang daiyu.
Aqila, Shen duyi, xiaoli dan Lin Shan berjalan menuju tempat duduk yang masih kosong, setelah dapat mereka langsung mendudukkan diri kecuali Lin Shan yang berdiri di samping Aqila seperti bawahan pada umumnya.
Sebenarnya Aqila sudah meminta Lin Shan untuk duduk bersama nya tapi pemuda itu menolak alhasil Aqila mengalah dan membiarkan pemuda itu melakukan apa yang pemuda itu inginkan.
Beberapa menit setelah nya Shen duyi bangkit dari duduk nya kemudian menghadap ke arah raja Zhuang Daiyu.
"selamat atas bertambahnya usia anda yang mulia raja daiyu, saya ada sedikit hadiah semoga anda berkenan menerima pemberian dari kami" ucap Shen duyi sambil meminta pelayan yang dia bawa untuk menunjukkan hadiah yang sudah dia persiapkan sebelumnya.
perlahan pelayan itu maju sedikit kemudian membuka nampan yang di tutup dengan kain sutra emas tersebut.
Tampak lah sebuah batu giok berukuran besar memancarkan sinar biru, itu adalah giok malam yang keberadaannya sangat langka.
yang mulia raja Zhuang Daiyu terlihat sangat senang dengan pemberian tersebut dan meminta Kasim pribadi nya untuk menerima pemberian tersebut.
"terimakasih atas pemberian nya pangeran Shen duyi" ucap raja tulus
"sama-sama yang mulia" jawab Shen duyi.
Setelah memberikan hadiah Shen duyi kembali ke tempat duduk nya.
Tidak berselang lama xiaoli juga memberikan hadiah berupa cambuk tulang naga yang memiliki kekuatan sihir api tingkat kaisar.
sang raja juga sangat senang dengan pemberian gadis itu, pria paruh baya itu langsung menerima pemberian tersebut.
Setelah itu xiaoli kembali ke tempat duduk nya dan kini tidak di giliran Aqila.
Aqila dan Lin Shan maju ke depan, tangan Lin Shan memegang sebuah kotak kayu berukuran sedang ke hadapan raja.
Semua orang menunggu dengan penasaran apa isi di dalam kotak tersebut.
"selamat yang mulia semoga anda berumur panjang" ucap Aqila tanpa ada senyuman sedikit pun.
__ADS_1
Awalnya raja kerajaan bulan sedikit tersinggung tapi dia langsung teringat kembali ucapan pangeran Zhuang Lan tentang Aqila sebelumnya hingga dia menipis gengsinya tersebut.