
berbagai jurus telah di keluarkan Mereka tampak seimbang dalam segi apapun, Aqila harus mengakui bahwa kali ini dia menemukan lawan yang sepadan.
"lebih baik kau menyerah Aqila aku akan mengampuni nyawa mu dan jadilah istri ku"
Bingwen berusaha mendesak gadis itu agar mau menyerah dan menerima pinangannya.
bukan-nya menjawab Aqila malah membuang muka malas dia tidak sudi menikahi pria yang telah menghancurkan keluarga sang ibu.
amarah lagi-lagi menguasai pikiran pria menyeramkan tersebut, dalam hatinya berkata jika tidak bisa dengan cara baik-baik maka dia akan menggunakan cara kasar untuk mendapatkan gadis itu.
keduanya kembali saling menyerang imbas dari kedua kekuatan membuat beberapa bangunan istana runtuh.
tidak sedikit para penghuni ikut tertimbun reruntuhan tersebut termasuk keluarga kerajaan.
saat Aqila dan yang lain bertarung Lin Shan menyelinap bersama pasukan nya ke dalam istana untuk mencari keluarga kerajaan yang tersisa, bisa jadi mereka yang selamat akan kembali membalas dendam.
dari pada menambah masalah akan lebih baik mereka di habisi hingga ke akar, agar tidak lagi terjadi hal serupa suatu hari nanti.
peperangan berlangsung lama hingga fajar hampir menyingsing Bingwen sudah mulai kelelahan sedangkan Aqila terlihat biasa saja.
gadis itu hanya menggunakan setengah dari kekuatan-nya, soal fisik dia sudah terbiasa berada dalam situasi apapun hingga membuat sistem kekebalan tubuh miliknya berbeda dari para gadis muda lain.
kesal karena waktu dan tenaganya terkuras cukup banyak Aqila mulai memberikan serangan terakhir yang berimbas fatal pada tubuh Bingwen.
gadis itu menggunakan sihir api yang memiliki tiga warna dalam satu waktu yaitu merah, biru dan hitam entah dari mana datangnya ketiga kekuatan tersebut dia baru saja menyadarinya saat gejolak kekuatan itu mulai terasa menyebar adalah dantian miliknya.
dalam sekejam Bingwen hangus terbakar menjadi abu teriak kesakitan pria itu sempat menggema di seluruh istana.
kini pertarungan telah selesai Aqila menarik kembali aura kegelapannya, mereka yang sempat jatuh pingsan tersadar kembali dan begitu terkejut dengan keadaan sekitar.
mereka hanya melihat sosok Aqila berdiri tegak dengan tatapan datar, warna bola mata gadis itu kembali seperti semula yaitu berwarna hazel.
Lin Shan yang telah selesai dengan urusannya mulai menghampiri Aqila begitu-pun dengan Shen xiaojian, Shen huan, dan Shen duyi.
"apa kau baik-baik saja Aqila"
gadis itu menggunakan kepala sebentar sebagai jawaban atas pertanyaan sang paman.
"kak aku mengantuk"
__ADS_1
ucap Aqila, mendengar hal tersebut Shen xiaojian langsung menggendong Aqila dalam pelukannya dan membawa gadis itu pergi.
Lin Shan mengepalkan ke dua tangan dengan kuat menahan cemburu, karena semenjak kehadiran pria itu di kehidupan Aqila, jarak di antara mereka semakin renggang.
berbeda dengan apa yang Lin Shan rasakan Shen huan dan Shen duyi malah merasa gemas dengan tingkah Keduanya yang sama-sama dingin tapi saling menyayangi.
Aqila yang masih berada dalam gendongan Shen xiaojian tertidur lelap dia terlihat sangat tenang tanpa merasa terusik sedikitpun.
melihat sang adik tertidur nyenyak sudut bibir Shen xiaojian perlahan menampakkan senyuman manisnya.
pria itu membawa Aqila ke salah satu kamar yang ada di istana, untungnya tidak semua bangunan hancur hingga mereka masih bisa beristirahat di sanah.
setelah sampai Shen xiaojian membaringkan Aqila dengan hati-hati kemudian mengecup kening gadis itu.
"semoga mimpi indah adik"
begitu selesai dia langsung melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut dan hanya menyisakan Aqila seorang diri.
selepas perginya pria itu Lin Shan perlahan berjalan masuk ke kamar gadis itu kemudian mendekati Aqila secara perlahan.
"nona maaf atas kelancangan saya yang masuk ke kamar anda tanpa ijin tapi hanya dengan begini saya bisa mengagumi anda hingga puas"
tanpa sadar Lin Shan mengatakan hal tersebut sambil duduk di samping Aqila, matanya terus memandang ke arah gadis di depan.
selepas kepergian Lin Shan Aqila perlahan membuka mata dia memandang ke arah hilangnya pemuda itu.
sebenarnya meskipun tidur Aqila masih dapat merasakan keadaan sekitar wajar jika hal itu terjadi karena dia memiliki indra kepekaan yang sangat tinggi.
gadis itu kemudian bangkit dari atas ranjang dan berjalan ke arah pemandian untuk membersihkan diri.
setelah selesai dia melangkah pergi dari ruangan tersebut, saat berjalan menyusuri koridor istana tampak banyak prajurit dan pelayan sedang membersihkan sisa reruntuhan.
jasad orang-orang yang meninggal juga telah di makamkan, tidak ingin tinggal diam Aqila menghampiri mereka semua.
semua orang menunduk takut saat Aqila tiba, gadis itu sedikit merasa heran dengan tindakan mereka.
dia yang notabenenya tidak suka banyak bicara hanya berdiri tegak sambil menghadap ke arah bangunan istana tanpa mengatakan hal apapun.
setelah itu Aqila mulai mengeluarkan kekuatan sihirnya untuk mengembalikan istana seperti keadaan semula dan hal itu membuat mereka semua terkejut bukan main.
__ADS_1
mereka hanya bisa terbengong sambil berdecak kagum, setelah semua tampak sempurna Aqila kembali menarik kekuatannya.
sejenak gadis itu melirik ke arah mereka semua dengan ekspresi datar mereka yang paham akan maksud gadis itu semakin menundukkan kepala karena merasa takut.
Aqila mengernyit bingung dengan tindakan tersebut dia hanya menatap tetapi mereka berfikir yang bukan-bukan memangnya dia sekejam itu pikir-nya.
dari pada membuat mereka semakin ketakutan akan lebih baik jika dia pergi saja dari sanah.
Aqila kembali melanjutkan langkah menuju aula istana karena dia mendapat kabar semua orang sedang berkumpul di tempat tersebut.
suara riuh terdengar jelas di ruang tersebut saat dirinya tiba di depan pintu masuk, para penjaga hendak mengumumkan kedatangannya tetapi di cegah oleh gadis itu.
begitu banyak argumen yang sedang mereka perdebatkan tentang kekosongan tahta.
mereka yang tamak berlomba-lomba untuk naik ke atas singgasana atau bersilat lidah demi mendapat keuntungan.
brak
suara dentuman keras yang di hasilkan oleh pintu besar yang di buka secara paksa mengejutkan mereka semua.
perlahan Aqila memasuki ruangan dengan aura intimidasi langkah-nya menimbulkan suara yang nyaring.
sejenak semua orang terdiam tidak bisa mengatakan hal apapun yang mereka pikirkan.
kini Aqila berdiri tepat di depan kursi singgasana kemudian menatap ke arah mereka semua.
" ini adalah kerajaan ku jadi aku yang berhak menentukan siapa raja selanjutnya"
ucap gadis itu, nada suaranya terdengar sangat dingin apalagi tatapan mata yang begitu tajam saat menatap mereka semua membuat nyali beberapa orang menciut.
mereka yang belum mengetahui Aqila sepenuhnya merasa tidak habis pikir bahwa seorang gadis muda sepertinya mampu mengeluarkan aura intimidasi sekuat itu.
"omong kosong apa yang anda katakan nona"
seorang Mentri bawahan raja Bingwen yang selamat memberikan penolakan pri paruh baya itu nampak tamak akan kekuasaan.
"tutup mulut mu dia adalah keponakan ku putri dari mendiang meilin penyihir hebat dari kerajaan emerald"
ucap Shen huan, siapa yang tidak tau tentang meilin namanya begitu terkenal di Dunia atas sebab hanya dia lah satu-satunya orang yang memiliki sihir cahaya di antara banyaknya penyihir hebat.
__ADS_1
"apa jadi dia"
semuanya kembali di buat terkejut dengan kenyataan yang baru saja terungkap mereka juga cukup penasaran dengan ayah gadis itu.