
kala orang lain berdebat Aqila dengan santai melangkah pergi ke tempat duduk lain.
dia mendudukkan diri di dekat salah satu nona bangsawan tingkat rendah gadis tersebut juga salah satu penyihir di Dunia atas, sedangkan Lin Shan masih setia mengekori di belakang.
saat Shen xiaojian melihat Aqila menolak tawarannya karena mendengar ucapan mereka pria itu langsung menatap tajam sang tersangka.
ketika hendak mengeluarkan kata-kata Shen huan lebih dulu menjegal niat tersebut.
"terimakasih karena memenuhi undangan kami untuk hadir di pesta perayaan hari ini, semoga semua utusan merasa nyaman saat berkunjung kemari"
Shen huan mengambil alih acara karena Shen xiaojian masih dalam keadaan kesal, dia tidak ingin acara pesta ini menjadi berantakan karena emosi sesaat.
"sama-sama dan terimakasih juga telah menjamu kami dengan baik"
jawab pangeran kerajaan bulan mewakili para tamu undangan yang hadir, kerajaan bulan mengirimkan pangeran mahkota mereka.
"tidak masalah itu sudah menjadi kewajiban bagi kami, semoga kalian menyukai pestanya"
Shen huan bersikap seperti biasa meski dalam hati dia juga ikut kesal dengan kata-kata yang di keluarkan oleh perwakilan kerjaan xingxi.
"tentu"
jawab pangeran mahkota Kerajaan bulan, sambil menatap ke arah Aqila dengan tersenyum manis.
sedangkan yang di tatap tampak acuh tanpa menoleh sedikit pun.
"saya juga ingin mengumumkan hal penting pada semuanya bahwa pada hari ini keponakan tersayang saya yaitu Han Aqila berulang tahun yang ke tujuh belas tahun, selamat ulang tahun untuk mu sayang"
tanpa di duga Shen huan dengan lantang memberitahukan hari besar gadis itu di hadapan semua orang.
Aqila yang sedang duduk menyender sambil menutup mata mendadak membuka kembali kelopak matanya.
gadis itu memiringkan kepala melihat ke arah Lin Shan sekaligus meminta penjelasan, karena dia tidak mengingat bahwa hari ini adalah ulang tahun-nya dan dari mana mereka tau tentang hal tersebut.
dia tidak merasa pernah mengatakannya pada siapapun termasuk pada pemuda itu sendiri lantas dari mana Lin Shan mengetahui-nya.
diam nya Lin Shan membuat tanda tanya besar bagi Aqila, meski tidak mengingat apa-apa dia tetap harus menjawab ucapan selamat dari sang paman.
"terimakasih paman"
ucap Aqila sambi menegakkan tubuhnya kemudian sedikit menundukkan kepala sebentar.
"ayah kau merebut bagian ku"
Shen duyi, Shen xiaojian, dan xiaoli melayangkan tatapan menusuk pada Shen huan sambil menggerutu di dalam hati.
mereka berharap bisa menjadi orang pertama yang mengatakan hal tersebut tetapi tanpa di duga pria paruh baya itu mendahului-nya.
"mereka malah mendahului ku"
__ADS_1
tak beda jauh dengan ketiga-nya Lin Shan juga tengah mengumpat kesal karena tidak bisa menjadi orang pertama yang berikan ucapan selamat ulang tahun pada aqila.
"kalau begitu selamat ulang tahun nona Aqila maaf saya tidak sempat menyiapkan hadiah karena tidak mengetahui-nya"
pangeran mahkota Kerajaan bulan yaitu Lin Zhuang yang bangkit dari tempat duduk-nya untuk memberikan ucapan selamat pada gadis itu.
"tidak masalah"
jawab Aqila dengan ekspresi datar, gadis itu hanya sedikit menundukkan kepala sebentar tanpa bangkit dari tempat duduk.
"sebagai gantinya maukah anda menerima pemberian kecil ini"
bukannya tersinggung Lin Zhuang yang malah di buat penasaran dengan gadis di hadapan-nya itu.
"terimakasih"
ucapan terimakasih keluar dari mulut Aqila tanpa di iringi senyuman atau kata manis lainnya.
interaksi mereka berdua kini menjadi pusat perhatian para hadirin yang ada, beberapa dari mereka menganggap Aqila terlalu angkuh karena bersikap dingin pada pangeran dari kerajaan lain.
"selamat ulang tahun adik"
setelah mengendalikan kemarahan-nya Shen xiaojian mulai memberikan ucapan selamat ulang tahun pada Aqila sambil tersenyum manis.
para gadis bangsawan yang ada di sanah di buat terpesona oleh ketampanan yang Shen xiaojian miliki.
mereka tidak menyangka bahwa Shen xiaojian bisa tersenyum dengan sangat manis juga bersikap lembut pada gadis bernama Aqila.
"terimakasih raja"
dengan sopan gadis itu menjawab, kini Aqila harus mengganti panggilan pada kakak sepupunya.
"tidak untuk hari ini kau boleh memanggil ku seperti biasa"
ada sedikit rasa keberatan di hati Shen xiaojian saat Aqila mengganti panggilan untuk-nya.
"baiklah kak"
melihat raut kecewa sang kakak sepupu akhirnya aqila memilih menyetujui keinginan pemuda tersebut.
tidak butuh waktu lama berbagai ucapan selamat mereka berikan pada Aqila tidak hanya ucapan gadis itu juga mendapatkan banyak hadiah dari para tamu undangan yang hadir.
setelah selesai mereka mulai menikmati jamuan pesta yang telah di sediakan, karena lelah Aqila kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memejamkan mata.
gadis itu bersikap tenang seakan tidak terusik dengan kebisingan yang ada di sekitarnya, mereka yang melihat tingkah Aqila terheran-heran.
tapi tak ada satupun anggota keluarga kerajaan yang berani menegur sikap gadis itu membuat tanda tanya besar di kepala utusan kerajaan xingxi.
mereka menganggap Sikap Aqila tidaklah sopan apalagi dia adalah seorang gadis dari keturunan bangsawan.
__ADS_1
lain halnya dengan utusan kerajaan bulan pangeran mahkota mereka justru merasa tertarik dengan kepribadian Aqila yang seperti itu.
apalagi Aqila sangat-lah cantik sejauh ini belum ada satupun gadis yang dapat menandingi kecantikannya.
di saat yang lain sibuk menikmati kemeriahan pesta Aqila tiba-tiba bangkit dan melangkah pergi begitu saja tanpa berpamitan terlebih dulu.
Lin Shan yang ada di dekat Aqila tentu saja mengikuti kemana gadis itu pergi.
tidak ada yang menyadari kepergian mereka kecuali beberapa prajurit dan para pelayan yang tidak sengaja berpapasan.
"nona ada apa, kita mau kemana"
Lin Shan mulai membuka suara saat mereka sudah jauh dari keramaian, mereka berdua berjalan dengan cepat menuju suatu tempat.
tidak ada Jawaban dari gadis itu dia terlihat sangat serius hingga Lin Shan memilih diam kembali.
"bisa kau jaga tempat ini untuk ku"
"baik nona"
"hei Lang, hei bao keluar-lah"
"salam nona Aqila"
"hm, bisa aku minta bantuan pada kalian tolong jaga tempat ini jangan biarkan ada yang masuk ke dalam"
"tentu nona sesuai dengan keinginan anda"
"terimakasih"
setelah memberikan perintah Aqila masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu dengan sangat rapat.
Lin Shan semakin di buat penasaran oleh tingkah gadis itu, dia ingin tau apa yang mau di lakukan oleh Aqila di dalam kamar dan kenapa gadis itu sampai harus meminta bantuan dua bintang buas kesayangannya untuk berjaga di luar kediaman.
"apa yang ingin nona lakukan"
tanya hei bao penasaran pada hei Lang sang serigala hitam.
"jika aku tau aku juga tidak akan memberitahu mu binatang jelek"
dengan ketus hei Lang menjawab, serigala hitam itu tidak menyukai keberadaan macan kumbang di sisinya.
"sialan kau"
tidak terima di katai jelek hei bao ingin menyerang hei lang dengan kuku tajamnya.
"bisakah kalian diam"
Lin Shan yang melihat dan mendengar kedua binatang kontrak Aqila terus menggonggong dan saling menatap tajam mencoba untuk menengahi perdebatan keduanya.
__ADS_1
mendengar suara dingin Lin Shan hei Lang dan hei bao langsung terdiam saat Lin Shan berbicara bukan karena takut pada pemuda itu melainkan tidak ingin mengganggu tuan mereka.