SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Terbukanya Segel Dantian


__ADS_3

melihat perubahan besar dari keduanya Aqila merasa cukup senang.


"bagaimana keadaan kalian"


ucap gadis itu terdengar datar, hei lang mau pun hei long sudah terbiasa dengan sikap tuannya tersebut hanya bisa memakluminya.


"keadaan kami sangat baik nona, apa ada tugas untuk kami"


mereka berdua langsung bertanya ke intinya sebab bukan hal baru lagi Aqila memanggil mereka Hanya ketika di butuhkan, karena biasanya gadis itu sediri yang akan menemui mereka di dalam dimensi jika sedang tidak ada urusan.


"bisa kalian jaga ruangan ini, jangan biarkan siapa pun mengganggu waktu meditasi ku"


ucap Aqila minta bantuan keduanya agar menjaga tempat itu.


"baik nona sesuai keinginan anda"


kedua pemuda itu langsung mengiyakan tanpa membantah atau bertanya hal lainnya lagi.


"terimakasih"


sebelum masuk ke dalam dimensi aqila lebih dulu mengucapkan terimakasih pada keduanya.


"sama-sama nona besar"


jawab mereka dengan serempak kemudian mulai berjaga di luar pintu.


"jika ada yang bertanya katakan saja aku sedang tidak ingin di ganggu"


sebelum keduanya benar-benar keluar Aqila kembali memperingatkan mereka untuk tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam.


"baik"


setelahnya Aqila mulai mengambil posisi untuk masuk ke dalam dimensi tidak butuh waktu lama untuk gadis itu tiba di sanah.


Aqila berjalan menuju air terjun yang di dalam nya terdapat air mata surgawi.


macan kumbang dan lima ratus tiga pasukan menyapa gadis itu saat mereka berpapasan.


"salam nona besar Aqila"


"hm"


setelah menjawab singkat Aqila kembali melanjutkan langkah.


ketika sudah sampai Aqila di buat bingung dengan bagaimana cara memasuki goa air mata surgawi saat melihat derasnya air terjun.


gadis itu mencoba mengulurkan tangan untuk melihat apakah air terjun tersebut bisa di tembus atau tidak.

__ADS_1


dan di luar perkiraan deras air terjun itu bisa di tembus dengan mudah bahkan Aqila tidak merasakan basah saat pakaiannya menyentuh air.


setelah berhasil menembus penghalang, Aqila melihat sebuah goa dengan banyak bebatuan berharga seperti batu permata Ruby dan kristal yang memiliki bentuk dan warna yang berbeda.


gadis itu juga melihat batu besar yang di atasnya terdapat sumber mata air, mungkinkah itu adalah air surgawi, pikirnya.


tanpa menunggu lama Aqila mengambil air suci terlebih dulu kemudian mengekstraknya dengan bunga anggrek hitam setelah siap dia langsung meminumnya.


baru setelah itu Aqila berjalan menuju batu besar tersebut dan duduk tepat di bawah mata air.


seolah ada yang membimbing Aqila memusatkan seluruh pikirannya pada satu titik.


perlahan tujuh warna melayang dia setiap sisi terdiri dari warna merah, putih, biru, ungu, hijau, oranye, dan hitam.


setiap warna melambangkan elemen yang berbeda seperti:


merah - elemen api


putih - elemen cahaya


biru - elemen air


ungu - elemen jenis sihir


hijau - elemen tumbuhan


hitam - elemen kegelapan


bertepatan dengan munculnya tujuan elemen Aqila merasakan sakit yang luar biasa di pusat dantian.


pertama tubuhnya terasa panas seperti sedang di bakar setelah itu tulang-tulangnya seolah sedang di hancurkan tidak berhenti sampai di situ Aqila juga merasakan dingin yang teramat luas biasa menusuk hingga ke uluh hati.


rasa sakit yang bercampur aduk itu hampir merenggut kesadarannya namun dengan penuh keyakinan dan kegigihan dia mencoba untuk bertahan sampai ke titik akhir.


hal itu berlangsung selama tiga hari di dunia dimensi sedangkan di luar hanya tiga jam.


keadaan Aqila saat ini terlihat seperti mayat hidup dia tidak makan apa pun selama tiga hari itu pula.


setelah berjuang mati-matian akhirnya segel dantian Gadis itu terbuka, tujuh cahaya memancar hingga menembus ke dunia nya.


fenomena itu berhasil menarik perhatian semua orang mereka penasaran dengan asal tujuh warna tersebut yang hampir mirip seperti pelangi.


namun cuaca di dunia nyata saat ini sedang tidak kondusif karena sejak beberapa jam lalu hujan terus turun tanpa jeda sedikit pun.


perlahan tujuh elemen yang mengelilingi gadis itu perlahan masuk ke pusat dantian satu persatu.


Aqila yang selama tiga hari merasakan sakit perlahan tubuhnya di banjiri energi hangat hingga secara berangsur-angsur kondisinya mulai membaik seperti semula.

__ADS_1


fisik gadis itu juga mengalami banyak perubahan seperti kulit tubuhnya menjadi lebih cerah dan halus, rambut hitam panjangnya kini semakin indah, bentuk tubuh terlihat ramping dan sedikit berisi.


penampilan Aqila saat ini jauh lebih cantik dari sebelumnya tapi sayang gadis itu belum menyadari perubahan wujudnya tersebut.


fenomena yang sempat terjadi juga menghilang secara bersamaan dengan rasa sakit Aqila.


perlahan Aqila membuka mata setelah berhasil mengendalikan tujuh elemen miliknya yang saling bertabrakan.


karena pada umumnya manusia biasa hanya bisa memiliki dua elemen kekuatan jika lebih dari itu sudah di anggap sebagai jenius.


apalagi usia aqila saat ini masih enam belas tahun dan beberapa bulan lagi gadis itu baru akan menginjak usia tujuh belas tahun.


di dunia nyata, Lila dan yang lain merasa khawatir dengan keadaan gadis itu, karena sejak tiga jam lalu aqila tidak keluar untuk makan malam dan hanya mengurang diri di dalam kamar.


kehadiran kedua pemuda tampan yang berjaga di luar kamar Aqila semakin menambah rasa kecemasan mereka.


baik Lila dan Lin Shan tidak ada yang tau tentang siap hei lang maupun hei Long bagi Aqila.


mereka berdua mencoba untuk mendobrak pintu tapi selalu di halangi oleh kedua pemuda tampan itu.


sedangkan Bai Lu di buat terkejut dengan energi tubuhnya yang semakin bertambah kuat.


gadis cantik tersebut menduga ini ada hubungannya dengan Aqila karena mereka sudah terkontrak hidup dan mati, yang artinya Bai Lu bisa merasakan apa yang terjadi pada Aqila sedangkan gadis itu tidak.


dan itu benar adanya karena sejak dua jam ini Bai Lu merasa tubuh sakit semua.


"nona anda kenapa apa anda sakit"


ucap Lila dengan rasa khawatir berlebihan tidak lupa juga ia mengetuk pelan pintu itu berharap ada sautan dari dalam sanah.


"berhenti melakukan hal bodoh nona baik-baik saja sebaiknya kalian pergi dari sinih karena nona sedang tidak ingin di ganggu"


ucap hei Lang ketus, dia menatap tidak suka ke arah ketiganya karena kehadiran mereka di anggap mengganggu meditasi tuannya.


"siapa kau, kami tidak pernah melihat kalian nona juga tidak pernah mengatakan hal apa pun tentang kalian berdua pada kami"


kali ini Lin Shan yang membuka suara karena pemuda itu terus merasa penasaran dengan kehadiran hei Lang dan hei long secara mendadak.


"nona Aqila adalah tuan kami karena kalian sudah tau, jadi sekarang bisa pergi dari sinih, kehadiran kalian sangat menggangu"


tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya hei lang mengatakan hal itu dengan ketus.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya😊


maaf juga karena belum bisa crezy up tapi author usahain untuk up tiap hari.


semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya, sehat selalu untuk kalian semua

__ADS_1


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 🙏🥰


__ADS_2