SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Pernyataan Cinta


__ADS_3

sore hari di penginapan sesuai dengan kesepakatan jiazchen datang menjemput Aqila, dia hanya di temani oleh salah satu orang kepercayaannya.


pakaian yang ia kenakan juga terlihat biasa saja tidak terlalu formal tapi masih terkesan mewah karena dia adalah seorang bangsawan.


"nona jendral jiazchen sudah tiba, dia menunggu anda di depan penginapan"


ucap Lila, setelah sebelumnya gadis itu mengetuk pintu ruangan yang di tempati Aqila saat ini.


"hm"


Jawab Aqila singkat baru setelahnya dia melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut.


di sisi lain di lantai bawah Lin Shan terlihat gelisah hatinya seolah tak terima jika gadis yang dicintainya pergi bersama pria lain, apa lagi pria tersebut adalah teman Masa Kecilnya.


"nona anda sungguh akan pergi bersama jendral jiazchen"


tanya pemuda itu secara tiba-tiba ketika Aqila hendak melewatinya.


"hm"


jawab Aqila singkat, padat dan datar, terkesan acuh tapi Lin shan tidak memperdulikannya.


"Kenapa"


tanpa sadar Lin Shan mempertanyakan keputusan gadis itu, membuat semua orang menatap ke arahnya termasuk aqila.


"apanya yang kenapa"


tanya Lila dengan ekspresi tidak suka, Lin Shan di buat gugup oleh pertanyaan tersebut dia mencoba mencari alasan lain untuk mengalihkan perhatian mereka semua.


"ah tidak ada hati-hati jaga diri anda baik-baik"


"kau tidak perlu cemas aku bisa menjaga diri"


baru setelah itu Aqila kembali melanjutkan langkahnya untuk Keluar dari penginapan, sebelum benar-benar pergi dia meminta Lila dan Lin Shan untuk tindak mengikutinya.


mendengar hal tersebut membuat keduanya kecewa tapi mereka tidak bisa melakukan apa pun untuk mengubah keputusan gadis itu.


perlahan tapi pasti bayangan Aqila mulai menghilang dari pandangan mereka karena tertutup keramaian pengunjung.


sedangkan di luar penginapan jiazchen terlihat tidak sabaran ingin segera bertemu dengan gadis itu


"kau sudah siap qila"


tanya pemuda tersebut sambil tersenyum manis saat gadis itu sudah tiba di hadapannya.


Aqila mengangguk sebagai jawaban, setelahnya ia melangkah pergi menuju kuda Hitam kesayangannya.


saat jiazchen hendak menawarkan diri untuk membantunya menaiki kuda, Aqila sudah lebih dulu menunjukkan sikap dimana dia tidak membutuhkan bantuan sama sekali.


"tuan kenapa anda melamun"


ucap bawahan pemuda itu ketika melihat tuannya terbengong di tempat.


"ah"


jiazchen terlonjak kaget, setelah sadar dari keterkejutannya dia baru ikut menaiki kuda miliknya.


baru setelah itu mereka mulai memacu kuda menuju suatu tempat yang Aqila sendiri tidak tahu dimana.


satu jam di perjalanan membuat Aqila bosan ingin bertanya, tapi dia merasa malas untuk mengatakannya.


keheningan masih terus terjadi di antara mereka bertiga sampai tiba di tempat tujuan.


rasa bosan yang Aqila rasakan sebelumnya terbayar sudah dengan keindahan tempat itu.


sebuah pendopo berdiri di tengah danau yang begitu jernih, pohon bambu dan sakura tumbuh di setiap sisi danau, kelopak bunga yang berguguran akibat tertiup angin menambah kesan keindahan tempat tersebut.


di sanah suasana begitu tenang dan menyejukkan kali ini Aqila merasa tidak menyesal telah mengikutinya.


"qila apa kau suka tempat ini"


"yah tempat ini sangat indah"


"apa kau mau pergi kesana, kita bisa memancing"


"tentu"


"aku suka saat kau tersenyum"


"benarkah"


"yah, jangan selalu berwajah datar qila"


"bukankah kau juga sama"


"baiklah-baiklah kau memang"

__ADS_1


jiazchen mengajak Aqila menuju tepi danau, ketika sampai terlihat ada sebuah perahu yang kemungkinan akan mereka gunakan untuk menuju pendopo.


dah benar saja saat ini mereka sedang menaiki perahu tersebut dengan bawahan jiazchen yang mengemudi.


Aqila menutup mata menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya, melihat itu jiazchen kembali memperlihatkan senyuman manisnya yang jarang sekali pemuda itu tunjukkan pada orang lain.


"cantik"


puji jiazchen tanpa sadar dan itu terdengar sampai ke telinga Aqila meski pemuda tersebut mengatakannya dengan suara rendah.


walau demikian Aqila tidak berminat menanggapi pujian tersebut, gadis itu lebih memilih bertahan dengan kenyamanan yang sedang dirasakannya saat ini.


setelah lima belas menit mereka akhirnya tiba di sisi pendopo, ketiganya langsung turun dari perahu tersebut kemudian berjalan menuju kursi yang berada di tengah-tengah bangunan itu.


bentuknya seperti lingkaran meski begitu tempat tersebut sangat luas dan nyaman untuk di tempati karena terlihat bersih dan rapih seolah sudah di bersihkan sebelumya.


jiazchen mulai menyajikan teh yang sejak awal sudah dia persiapkan sebelumnya, teh itu sudah di rebus beberapa saat lalu ketika mereka baru tiba oleh bawahannya.


"nikmatilah selagi masih hangat"


"terimakasih"


"kau tidak perlu mengatakan hal itu, aku cukup senang bisa melakukannya untuk mu qila"


baru setelahnya mereka mulai menikmati teh itu dengan beberapa cemilan kering, keduanya hanyut dalam kenyamanan yang di sajikan.


sampai dimana suasana mulai berubah karena pernyataan tak terduga dari salah satunya.


"qila aku ingin mengatakan sesuatu"


ucap jiazchen sambil menatap wajah cantik gadis itu.


"hm"


jawab Aqila sambil mengalihkan pandangannya, karena sebelumnya gadis itu sedang menatap ke arah lain.


"sejak pertama kali kita bertemu aku sudah jatuh hati"


ucap pemuda itu lagi yang mencoba memberanikan diri mengungkapkan perasaan yang di alaminya saat ini.


"lalu"


Aqila menanggapi pernyataan cinta tersebut dengan acuh membuat jiazchen sedikit kecewa


"apa kau mau menikah dengan ku, aku berjanji akan selalu membahagiakan mu"


meski mendapat respon seperti itu Jiazchen tidak ingin menyerahkan dia kembali mengungkapkan keinginannya pada Aqila.


tanpa sungkan Aqila langsung menolak ajakan tersebut.


"kenapa kau takut aku menikah lagi, aku tidak akan melakukannya tanpa izin dari mu"


pemuda tersebut berusaha menyakinkan Aqila agar gadis itu mau menerima lamarannya.


"bukan"


"lalu"


tanya jiazchen penasaran dengan alasan di balik penolakannya.


"kau tidak akan bahagia bersama ku"


jawab Aqila dingin, ia mulai merasa jengah dengan situasi yang ada


"aku lebih tidak bahagia lagi jika tidak dengan mu"


entah apa yang terjadi, pemuda tersebut masih kekeh dengan pendiriannya dalam membujuk Aqila


"jiazchen orang yang ingin kau nikahi sudah tiada dari dunia ini"


karena merasa kesal tanpa sadar Aqila membuka rahasia yang sudah lama dia tutupi dari semua orang tentang dirinya.


"lelucon apa yang sedang kau buat qila"


mendengar semua itu jiazchen tentu saja tidak akan percaya, karena sebelumnya dia sudah mencari tau semua tentang Aqila.


"aku bukan qila tapi axela, saudara kembarnya"


Aqila kembali menjelaskan sesuatu yang sulit di percaya oleh pemuda tersebut.


jiazchen menggelengkan kepala mencoba mengenyangkan kenyataan itu dari pikirannya.


"bohong kau pasti berbohong bukan, jelas-jelas aku tau bahwa tuan Han dan nyonya meilin hanya memiliki satu putri dan itu adalah kau qila"


ucap pemuda itu, membantah perkataan Aqila barusan.


"kau tidak tau apa pun tentang keluarga ku"

__ADS_1


melihat pemuda di depannya sangat keras kepala Aqila bangkit dari tempat duduk dan hendak pergi meninggalkannya.


"qila"


melihat Aqila ingin pergi jiazchen menahan pergelangan tangan gadis itu dengan cepat.


"azchen, aku tau kau pria yang baik tapi aku tidak ingin hidup sebagai adik ku aku punya mimpi ku sendiri"


sambil mengatakannya Aqila menepis tangan pemuda tersebut.


"aku tidak perduli kau qila ku atau bukan tapi aku sungguh-sungguh mencintai mu"


"tapi aku tidak, aku sudah mencintai orang lain"


Aqila terpaksa berbohong agar jiazchen berhenti dengan niat dia sebelumnya.


"siapa"


"kau tidak perlu tau"


setelah mengatakan hal itu Aqila berbalik untuk pergi dari sanah tanpa di duga Jiazchen memeluknya dari belakang dengan erat.


"qila ku mohon"


"lepas"


"tidak"


"lepaskan atau aku akan membunuh mu"


"lakukanlah aku tidak keberatan"


"kau gila"


"ya aku gila"


"azchen jangan lakukan hal ini atau aku akan benar-benar membunuh mu"


bukannya melepaskan pelukan tersebut Jiazchen malah mempererat pelukannya lalu membenamkan kepalanya di ceruk leher gadis itu.


tanpa di duga Aqila memberikan serangan beruntun yang membuat pemuda itu terkapar di lantai.


plak


bug


brak


"jaga sikap mu jiazchen, aku masih berbaik hati karena mengingat bantuan mu pada adik ku jika tidak sejak tadi kau sudah mati"


Aqila kembali mengingatkan pemuda itu untuk tidak melewati batasnya.


"apa yang kau lakukan pada tuan ku"


dari arah lain orang kepercayaannya jiazchen datang menghampiri pemuda itu.


"diam atau aku akan benar-benar membunuh kalian berdua saat ini juga"


ucap Aqila yang kini tengah mati-matian menahan emosi agar tidak meluap, karena jika hal itu terjadi bisa di pastikan bahwa saat ini juga tempat tersebut akan hancur.


"kau"


"hentikan"


melihat kemarahan yang begitu besar di diri aqila akhirnya pemuda itu sadar dari keegoisannya.


"tuan wanita ini sudah menyakiti anda"


sebagai seorang bawahan yang setia tentu saja orang itu tidak terima jika tuannya yang baik di lukai.


"maafkan aku qila, maaf atas kebodohan yang telah aku lakukan seharusnya aku tidak melakukannya dan tidak memaksa mu untuk membalas perasaan ini"


ucap jiazchen yang kini sudah menyadari kesalahannya terhadap gadis itu.


"bagus jika kau menyadarinya, mulai hari ini jangan pernah tunjukkan wajah mu di hadapan ku lagi, ingat ini aku tidak sebaik yang kau pikirkan"


Aqila kembali memberikan ancam, dia membiarkan pemuda tersebut hidup hanya karena ingin membalas hutang budi sang adik.


"aku akan mengantar mu pulang"


dengan tidak tau malunya jiazchen menawarkan diri untuk mengantar gadis itu pulang kembali ke penginapan seolah kejadian tadi tidak pernah terjadi.


"tidak perlu aku bisa melakukannya sendiri"


tolak Aqila, dia pergi dengan kemarahan yang memuncak bahkan air danau di buat membeku oleh tekanan kekuatan yang tanpa sadar gadis itu keluarkan.


hey ketemu lagi sama author gmnh nih ada yang kangen gak sama author eh maksudnya sama Aqila heheheπŸ˜‚

__ADS_1


terimakasih buat yang sudah mampir dan selalu stay di karya author sehat selalu untuk kalian semua.😊


sekian dan see you next time di episode berikutnya.πŸ‘‹πŸ˜Š


__ADS_2