SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Menarik Perhatian


__ADS_3

Setelah itu mereka mulai meninggalkan pasar ibu kota dan kembali ke istana dengan cara yang sama, untungnya Lin Zhang belum menyadari kepergian mereka hingga istana masih tampak seperti biasa.


Di ruang hukuman Aqila meminta Lin Bao untuk tetap di sanah sampai waktu hukuman selesai.


bocah laki-laki hanya menurut sebab aqila akan menemaninya sampai seseorang datang menjemput.


di ruang kerja, Lin Zhang tampak gelisah dia tidak bisa fokus mengerjakan masalah Kerajaan karena merasa bersalah telah menghukum putranya yang masih kecil.


"apa aku boleh masuk"


Seorang wanita cantik berdiri di ambang pintu sambil tersenyum manis, tangan wanita itu memegang nampan berisi makanan.


"masuklah, apa yang membawa mu kemari"


Lin Zhang menatap datar wanita itu yang tidak lain adalah Jun jia.


"aku membawakan mu cemilan, ini aku membuatnya sendiri"


meski mendapat respon biasa aja Jun jia masih bersikap lembut dengan senyuman yang terus mengembang di bibirnya.


Tidak lupa dia juga memamerkan hasil buatan tangannya untuk menarik perhatian pria itu.


"terimakasih, kau bisa meletakkannya di sanah"


Lin Zhang yang tadi sempat gelisah memikirkan Lin Bao berusaha untuk terlihat tenang dan acuh di depan Gadis tersebut.


"aku dengar kau menghukum pangeran Lin bao"


Tanya Jun Jia Sambil meletakkan makanan berupa beberapa kue kering dan teh hangat.


"dia harus sedikit di beri pelajaran agar tidak manja"


Sikap acuh yang Lin Zhang tampilkan sekarang semakin membuat Jun Jia tertarik dan ingin segera mendapatkannya.


Meski Lin Zhang sudah sedikit berumur tapi ketampanan dan ketangkasannya masih mampu menarik perhatian gadis muda di sekitarnya.


"yang mulia dia masih kecil tidak bisakah kau memakluminya saja"

__ADS_1


Demi menarik perhatian pria itu Jun Jia rela berperan menjadi gadis lemah lembut bak seorang malaikat.


Padahal dia adalah tipe gadis yang mudah marah dan tidak menyukai anak-anak.


"kau terlalu baik nona Jia"


sambil mengatakan hal tersebut Lin Zhang memandang ke arah wanita cantik itu.


"tapi dia masih kecil raja"


Mendapat kesempatan, Jun Jia langsung melancarkan aksinya dalam mengambil hati pria itu.


"dia adalah calon putra mahkota sudah seharusnya aku mendisiplinkan dia sejak sekarang"


Lin Zhang yang awal mula ingin kembali mengerjakan tugasnya terpaksa harus menghentikan sebentar pekerjaan tersebut.


"baiklah tapi waktu hukuman sudah sangat lama bisakah kau mengeluarkannya"


ucap gadis itu, dia terlihat benar-benar sangat menyayangi Lin Bao dan tidak ingin melihat bocah tersebut dalam masalah.


Di hadapkan dengan wanita cantik berhati lemah lembut tentu saja Lin Zhang akan luluh, hatinya yang dingin mulai tergerak dengan segala sikap yang Jun Jia perlihatkan.


"pengawal"


"ada perintah yang mulia raja"


"katakan pada pangeran Lin Bao hukumannya telah selesai"


"baik yang mulia, permisi"


prajurit tersebut langsung pergi dari sanah untuk menjalankan tugas yang di berikan padanya.


Sedangkan Jun Jia diam-diam tersenyum senang karena rencana yang dia susun berhasil, setelah mendapat pria itu sepenuhnya dia akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya termasuk Lin Bao.


....


di ruang hukuman suara pintu yang sengaja di buka mengalihkan Atensi Aqila, gadis itu langsung bergegas sembunyi sebelum dirinya ketahuan.

__ADS_1


Lin Bao yang mulianya sedang bercerita ria langsung menekuk wajah karena kesenangannya terganggu.


"ada apa"


tanya Lin Bao langsung ke maksud tujuan prajurit itu datang menemuinya.


Meski baru berumur lima tahun Lin Bao mampu mengekspresikan diri seperti sang Ayah yang terkesan dingin dan datar.


"yang mulia raja sudah membebaskan anda pangeran"


bulu kuduk pria itu sedikit meremang di hadapkan dengan Lin Zhang versi junior.


Dalam hati prajurit itu berkata" ayah dan anak sama-sama menyeramkan".


"terimakasih, kau boleh pergi"


Setelah selesai menyampaikan pesan prajurit itu pun kembali bertugas seperti biasanya.


Aqila yang menyaksikan obrolan singkat itu kembali menghampiri Lin Bao setelah memastikan bahwa prajurit itu sudah benar-benar pergi dari sanah.


"ibu"


"Lin, sebaiknya kau cepat kembali ke kamar mu ibu akan segera pergi"


"tapi"


"ibu akan mengunjungi mu lagi besok"


"sungguh"


"yah"


"janji"


Lin Bao segera mengacungkan jari kelingkingnya dan langsung sambut oleh Aqila.


Setelah selesai membuat janji mereka berdua mulai meninggalkan ruangan tersebut dengan arah tujuan yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2