
Jun Jia terkesiap dia juga bingung apakah ada orang yang melihat kejadian tersebut karena kebetulan suasana sedang sepi tidak banyak orang yang lewat jalan itu
Beberapa menit berlalu tetapi tidak ada tanda-tanda gadis itu akan membuka suara yang ada dia terlihat sedang melamun.
"nona Jun Jia apakah anda memiliki bukti atau saksi"
Lin Zhang mengulang kembali pertanyaan-nya karena melihat Jun Jia tidak juga menjawab.
"saya memiliki saksi yang mulia raja"
Bukan Jun jia yang menjawab tetapi Mentri Jun, mendengar suara sang ayah gadis itu kembali pada kesadarannya.
dia merutuki kebodohannya sendiri karena sempat-sempatnya melamun tapi itu juga tidak salah karena memang dirinya bingung harus menjawab apa.
Seorang pelayan wanita dan pria di datangkan sebagai saksi oleh Mentri Jun, kini keduanya menjadi pusat perhatian.
Lin Bao yang melihat kedatangan mereka sedari awal berdua tampak acuh, tidak ada rasa takut di wajahnya yang menggemaskan.
"katakan sejujurnya apa benar pangeran Lin Bao menabrak nona Jun Jia dengan sengaja"
Tanya Lin Zhang to the point, dia sebenarnya tidak percaya bahwa putranya dapat melakukan hal tersebut.
__ADS_1
"benar yang mulia raja saya melihat sendiri pangeran Lin Bao sengaja menumpahkan kotoran hewan itu ke arah nona Jun Jia"
kedua pelayan itu memberikan kesaksian palsu mereka, sebenarnya saat Lin Bao menabrak Jun Jia tidak ada seorangpun yang lewat karena memang Aqila sudah membereskan semuanya.
"pangeran Lin apa kau memiliki bukti dan saksi bahwa kau tidak bersalah"
Atensi Lin Zhang kini menatap putranya dengan tajam dia akan sangat kecewa jika hal itu benar adanya.
"bukti apa yang harus putra ku berikan raja LIN ZHANG"
Aqila yang awalnya haya ingin melihat dari kejauhan mulai terbawa emosi saat Lin Bao mulai di sudutkan.
gadis itu mengucapkan setiap katanya dengan dingin dia juga menekan akhir kalimat dengan nada sarkas.
sontak saja ucapan Aqila membuat semua orang menoleh ke arahnya detik berikutnya mereka melotot tak percaya dengan sosok gadis cantik yang tengah jalan mendekat ke arah mereka.
bahkan Lin Zhang yang semula duduk di atas singgasana bangkit dari posisinya.
dia menggelengkan kepala guna menghilang bayangan yang di anggapnya halusinasi belaka.
Aqila berdiri tempat di samping Lin Bao menatap semua orang dengan tajam, aura dingin mulai terasa di ruangan itu seakan ingin membekukan mereka semua.
__ADS_1
"nona Aqila apa benar ini anda"
pertanyaan bodoh macam apa yang pria itu katakan tentu saja yang berbicara adalah Aqila asli.
dua saksi yang semula berdiri teguh mendadak kakinya melemas hanya untuk sekedar menopang berat tubuhnya.
Merek jelas mengenal betul siapa sosok Aqila gadis berdarah dingin yang tidak akan segan membunuh siapa saja yang berani mengusik ketenangan hidupnya.
Meski mereka tidak pernah melihat wujud gadis itu tetapi rumor yang beredar tentangnya memang benar mengatakan bahwa dia adalah gadis kejam.
Beberapa orang merasa takut saat bersitatap dengan mata tajam gadis itu, mereka seakan di kuliti hidup-hidup haya karena tatapannya saja.
Kedatangan Aqila secara mendadak mampu memporak-porandakan otak serta hati mereka.
"silahkan duduk nona"
Lin Zhang mempersilahkan Aqila untuk duduk di kursi yang seharusnya di duduki oleh ratu Kerajaan bingjie.
Jun Jia yang melihat Lin Zhang begitu segan padanya menatap Ira karena selama dia dekat dengan pria itu tidak pernah sekalipun di perlakukan demikian.
Tanpa sungkan Aqila melangkahkan kakinya ke tempat yang di maksud kemudian mendudukkan dirinya dengan baik.
__ADS_1
meski begitu tatapan Aqila masih tetap tajam, Lin Zhang sedikit gelisah dengan aura dingin yang Aqila tampilkan.