SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Permintaan Sederhana


__ADS_3

Lin Bao mulai mencicipi satu persatu makanan tersebut dengan penuh semangat bocah kecil menggemaskan itu tidak berhenti memasukkan makanan ke dalam mulut kecilnya sampai membuat pipi chubby-nya mengembung seperti ikan buntal.


"hati-hati jangan sampai tersedak"


ucap Aqila datar, sebenarnya gadis itu ingin sekali tertawa hatinya tergelitik sejak tadi, tapi masih berusaha ia tahan.


"ibu masakan mu adalah yang terbaik, aku yakin koki istana akan menangis bila memakannya"


Lin Bao menjawab dengan mulut masih mengunyah makanan, bocah laki-laki itu bahkan mengacungkan dua jempol tangan mungilnya ke arah aqila.


"adik kecil apa itu sangat enak"


Lila bertanya dengan rasa penasaran tinggi bahkan gadis itu tidak berhenti meneguk air liurnya saat menatap ke arah hidangan lezat tersebut.


begitupun dengan Lin zhang dan Lin Shan hanya saja keduanya tidak memperlihatkan itu semua secara terang-terangan.


"sangat sangat sangat enak"


Lin Bao kembali menjawab dengan antusias bahkan sengaja memperlihatkan caranya makanan.


"nona anda jahat sekali"


Lila memandang Aqila dengan wajah memelas seolah sedang memohon agar di izinkan mencicipi makanan itu walau hanya sesuap.


"aku tidak perduli"


dengan tidak berperasaan Aqila membuang muka ke arah lain, membuat gadis itu membuang nafas kasar.


"adik kecil tolong jangan habiskan aku juga ingin merasakannya"


Lila terus berdoa agar makanan tersebut tidak di habiskan semuanya supaya dia bisa mencicipinya nanti.


dua puluh menit berlalu semua makanan yang di buat oleh Aqila habis di makan oleh Lin Bao sendiri karena Aqila sengaja membuatnya dengan porsi kecil.


wajah ketiga orang lainnya berubah masam mereka benar-benar kesal pada Aqila yang tidak membiarkan ketiganya menikmati makanan tersebut.


"kau senang"


Aqila bertanya setelah Lin Bao sudah menyelesaikan acara makannya.


"tentu saja ibu"


seperti biasa bocah menggemaskan itu menjawab dengan senang sambil memperlihatkan senyumannya yang manis.


"mendekat lah"


Aqila meminta anak itu untuk duduk di pangkuannya, tanpa membantah bocah tersebut langsung melakukannya.


"bisa kalian pergi"


dengan datar Aqila menyuruh ketiganya untuk meninggalkan mereka berdua.


bisa di bayangkan seberapa kesal tiga manusia yang tadi hanya di jadikan penonton semata. author juga kasihan liatnya๐Ÿ˜…


tanpa mengatakan apa pun lagi ketiganya melangkah keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan dongkol.


"ibu"


Lin Bao mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah cantik Aqila yang sudah di anggapnya ibu.


"hm"


Aqila menjawab dengan sedikit memberikan senyuman tipis

__ADS_1


"ibu benar-benar akan pergi"


Lin bertanya dengan ragu hati bocah laki-laki itu terasa sakit jika harus kehilangan Aqila.


"kau keberatan"


Aqila tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut dia malah mengajukan pertanyaan yang tentu saja jawabnya sudah dia tau akan seperti apa.


"tentu saja, tapi aku juga tidak ingin melihat ibu sedih"


Lin Bao menunduk saat menjawab pertanyaan tersebut karena teringat kembali pembicaraannya dengan Lin zhang sang ayah


"lihat kemari"


Aqila menangkup pipi chubby itu dengan kedua tangannya agar Lin Bao kembali menatap ke arahnya.


"ibu boleh Lin minta sesuatu"


ucap Lin Bao dengan ragu tangannya terus menarik baju sendiri karena merasa takut Aqila akan menolak permintaannya tersebut.


"katakan"


"bisa ibu berjanji untuk tinggal di sinih beberapa hari lagi menemani ku, aku ingin ibu dan ayah menghabiskan waktu dengan lin sebelum ibu pergi aku ingin merasakan punya orang tua yang lengkap seperti yang lain, apa boleh satu Minggu saja"


meskipun ragu Lin Bao tetap mengatakan apa yang menjadi keresahan hatinya.


"baiklah"


jawaban tak terduga yang Aqila berikan kembali membuat Lin bao tersenyum cerah.


"sungguh"


"hm"


dengan perasaan bahagia yang memuncak Lin Bao langsung memeluk erat tubuh Aqila mencoba mencari kehangatan yang selalu ia inginkan selama ini.


"ibu juga menyayangi mu"


Aqila membalas pelukan tersebut dengan erat juga menyalurkan perasaan hangat yang belum pernah dia berikan pada siapa pun sebelumnya.


Lin zhang yang sebenarnya tidak benar-benar pergi dari sanah tersenyuman manis untuk pertama kalinya setelah kematian istrinya ibu dari Lin Bao.


Lin zhang juga berjanji dalam hati bahwa dia akan mengabulkan permintaan sederhana putranya itu.


setelah menguping pembicaraan tersebut pria tampan itu langsung pergi dari sanah sebelum aksinya di ketahui orang lain.


....


malam harinya sesuai keinginan Lin Bao Aqila akan tidur di kamar bocah laki-laki tersebut, dia juga sudah memberitahukan pembicaraan mereka berdua pada Lila dan Lin Shan.


di kamar, di atas ranjang sepasang manusia sedang bercengkrama ria sebelum nantinya memasuki alam mimpi.


"ibu"


Lin Bao menatap ke arah Aqila dengan pandangan yang sedikit mengantuk.


"hm"


"Lin ingin di bacakan dongeng pengantar tidur"


"baiklah"


Aqila mulai bercerita sambil membelai lembut kepala Lin Bao, dia bertindak layaknya seorang ibu sungguhan.

__ADS_1


setelah lima belas menit bercerita Aqila bisa mendengar dengkuran halus dari orang di sampingnya.


Lin Bao tertidur dengan sangat nyenyak ekspresinya terlihat begitu bahagia.


Aqila menarik selimut untuk menutupi tubuh Lin Bao kemudian dia memberinya kecupan Manis di kening bocah menggemaskan itu.


"hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mu"


setelah mengatakan hal itu Aqila melangkah keluar dari kamar tersebut.


dia terus menyusuri koridor kediaman Lin di tengah malam sampai tiba di halaman belakang.


"hei long"


Aqila memanggil naga hitam kesayangannya setelah mengamati keadaan yang cukup sunyi itu.


"salam nona besar"


hei long datang kehadapan gadis itu dengan tubuh manusia agar tidak menimbulkan keributan karena tubuh besar naganya yang dapat menarik perhatian.


"hm"


Aqila menjawab datar seperti biasanya, gadis itu juga menelisik penampilan pemuda tampan tersebut.


hei long dalam bentuk manusia terlihat sangat tampan dan misterius aura yang di keluarkan mampu menghipnotis setiap lawan bicaranya tapi itu tidak berlaku bagi Aqila.


"saya sangat merindukan anda nona"


dengan manja hei long berjalan mendekat ke arah Aqila untuk mendapat sedikit keinginannya yaitu belaian lembut di kepala seperti yang bisa Aqila lakukan saat dia dalam wujud seekor naga.


"oh"


"anda selalu saja seperti itu"


hei long menggerutu kesal mendengar jawaban tersebut pemuda tampan itu terlihat tidak cocok bersikap demikian jika di lihat dari postur tubuhnya yang seperti seorang kesatria ternama.


"kemarilah"


Aqila ingin tertawa melihat hei long merajuk gadis itu mencoba membujuk pemuda tampan itu.


"apa ada tugas untuk saya"


setelah mendapat apa yang di inginkannya helong bertanya alasan kenapa Aqila memanggilnya.


"cari lokasi bunga anggrek hitam seribu kelopak, sepertinya bunga itu akan segera mekar di hari bulan purnama"


"baik nona"


"jangan menimbulkan kekacauan"


"sesuai dengan keinginan anda"


setelahnya hei Long melesat secepat kilat dari hadapan gadis itu.


Aqila terdiam beberapa saat setelah kepergian hei long, jika ia tidak bisa pergi maka biarkan orang kepercayaannya yang pergi mencari lokasi bunga tersebut, pikir gadis itu.


di rasa sudah selesai aqila kembali memacu langkahnya menuju kamar Lin Bao untuk beristirahat.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kemaren author GK up karena author sibuk di tambah author masih sakit jadi tolong di maklumi.


author lagi berusaha buat up dua bab perharinya tpi yah gmnh klo waktunya tidak mencukupi.


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿฅฐ

__ADS_1


__ADS_2