SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Kembali nya pangeran pertama kerajaan bulan


__ADS_3

Setelah selesai menumpahkan beban di hati Lin Shan melepaskan pelukannya.


"maaf atas kelancangan saya nona, dan terimakasih telah menghibur saya" ucap Lin Shan dengan kepala tertunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Degup jantung pemuda itu sudah tidak karuan ini kali pertama mereka berinteraksi begitu dekat dengan kesadaran yang masih terjaga.


"hm, pergi lah temui ayah mu dia juga pasti ingin memeluk putra nya" jawab Aqila


Lin Shan mengangguk kemudian pergi ke tempat raja Zhuang Daiyu.


Aqila menghela nafas Legas setelah sekian lama dia menyembunyikan kebenaran dari pemuda itu.


Saat ini Lin Shan sudah sampai di ruang kerja raja Zhuang Daiyu, dia mengetahui keberadaan pria paruh baya itu dari pada pelayan yang tidak sengaja berpapasan dengan nya.


Berita kembalinya pangeran pertama kerajaan bulan yang dulu sempat hilang sudah menyebar luas hingga ke ibu kota.


Lin Shan yang mendapat perlakuan berbeda merasa tidak nyaman dia tidak terbiasa ketika para pelayan dan prajurit bersikap hormat dan segan padanya.


Krrttt


Pintu ruang kerja langsung di buka lebar oleh para penjaga, mereka sudah mendapatkan amanah untuk membiarkan Lin Shan masuk ke dalam tanpa meminta ijin lagi.


Melihat itu Lin Shan langsung melangkah masuk setelah mengucapkan terimakasih, para penjaga di buat terkejut dengan sikap pangeran pertama mereka.


Sempat terbersit di pikiran mereka tentang sikap Lin Shan yang angkuh dan sombong karena sudah menjadi anggota kerajaan tapi kenyataannya berbanding terbalik dengan apa yang mereka pikirkan.


Meskipun Lin Shan menjalani kehidupan sebagai bawahan Aqila tapi penampilan pemuda itu tidak mencerminkan dia adalah seorang bawahan.


Aqila selalu memperlakukan Lila dan Lin Shan seperti keluarga sendiri hingga pakaian mereka hampir setara dengan para bangsawan.


Orang-orang yang menjadi bawahan gadis itu tidak pernah mengeluh tentang nya karena memang Aqila sangat baik pada mereka yang setia padanya tapi akan sangat kejam pada mereka para penghianat.


"akhirnya kau mau menemui ayah mu ini" ucap raja Zhuang Daiyu yang memang sudah menunggu kedatangan pria itu.


"maafkan aku raja aku butuh waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu" jawab Lin Shan sedikit gugup.


"panggil aku ayah" pinta raja Zhuang Daiyu dengan sorot mata penuh harap.


"ayah" cicit Lin Shan

__ADS_1


"bagus, kemari lah dan beri aku pelukan" ucap Raja Zhuang Daiyu lagi sambil merentangkan ke dua tangannya.


Lin Shan berjalan mendekati ayah nya itu kemudian langsung memeluk nya dengan erat dapat dia rasakan perasaan hangat dan nyaman yang selama ini sangat dia rindukan.


Beberapa saat setelah nya pelukan itu pun terlepas.


"ayo duduk di sanah, dan ceritakan pada ku kehidupan yang selama ini kau jalani aku ingin mengetahuinya" pinta Zhuang Daiyu dan membawa Lin Shan duduk ke tempat yang sudah di sediakan sebelumnya.


setelah mereka duduk tenang pembicaraan kembali di mulai awalnya Lin Shan enggan menceritakan tentang kehidupan yang dia alami selama ini tapi karena terus di desak akhirnya dia menceritakan nya pada pria itu.


....


di sisi lain Aqila tengah berjalan menyusuri lorong dia berniat menemui xiaoli dan Shen duyi yang sedang beristirahat di salah satu bangunan istana.


Belum benar-benar sampai Aqila menghentikan langkah ketika pandangan nya tidak sengaja menangkap pergerakan seseorang yang sedang berlatih pedang.


Orang itu adalah Zhuang Lan dia mengayunkan pedang dengan sangat lincah sorot matanya begitu tajam seakan sedang memendam kemarahan yang begitu besar.


Tak


Karena tidak kuat lagi menahan gejolak emosi pemuda itu melemparkan pedang yang di pegang nya ke sembarang arah dan hampir saja mengenai Aqila.


Untung saja gadis itu dapat menghindar tepat waktu sehingga pedang tersebut menancap pada pilar penyangga.


Buru-buru Zhuang Lan menghampiri Aqila untuk menanyakan kondisi gadis itu.


"maaf atas tindakan barusan saya tidak sengaja apa anda baik-baik saja" ucap Zhuang Lan merasa bersalah dan tidak enak hati.


"hm" Aqila berdehem sebagai jawaban


"sedang apa anda di sini" tanya Zhuang Lan keheranan dengan keberadaan gadis itu.


"aku tidak sengaja lewat" jawab Aqila datar dan terkesan dingin.


"anda mau ke mana?" tanya pemuda itu lagi.


"saya ingin menemui pangeran Shen duyi dan putri xiaoli" jawab Aqila formal


"anda salah jalan nona, mari saya antar" ucap Zhuang Lan sedikit tertarik dengan kepribadian Aqila yang dingin dan tak tersentuh.

__ADS_1


tanpa protes Aqila langsung mengikuti kemana pemuda itu melangkah, karena sebenarnya dia memang tidak tau di mana tempat ke dua saudaranya beristirahat dia lupa menanyakan nya pada para pelayan.


....


waktu berlalu kini pagi tiba raja Zhuang Daiyu memberi perintah kepada para pelayan untuk menyiapkan perjamuan demi merayakan kembali nya pangeran pertama kerajaan bulan.


Sedangkan para utusan kerajaan di minta ikut serta dalam perjamuan kali ini, alhasil mereka harus menunda kepulangan masing-masing.


"adik sejak kapan kau tau bahwa Lin Shan adalah pangeran pertama dari kerajaan bulan" tanya xiaoli dengan rasa penasaran tinggi


"satu tahun lalu" jawab Aqila terdengar santai


"kau menyelidiki nya secara diam-diam?" tebak Shen duyi dan mendapat anggukan kepala dari gadis itu.


"bagaimana kau tau bahwa pemuda itu memiliki indentitas yang tidak biasa?" tanya xiaoli lagi


"dia terlalu istimewa untuk menjadi putra dari keluarga sederhana" jawab Aqila terkesan ambigu.


seolah ada teka-teki yang harus mereka berdua pecahkan sendiri mengingat penampilan fisik Lin Shan berbeda dari anggota kerajaan lain yang notabene nya memiliki rambut hitam legam dan mata berwarna biru sedangkan Lin Shan berambut hitam serta mata berwarna coklat.


Di tengah pembicaraan seorang pelayan datang memberitahukan mereka bertiga bahwa perjamuan akan segera di mulai.


tanpa banyak bicara lagi mereka mulai meninggalkan ruangan tersebut dan melangkah pergi menuju aula utama yang di jadikan tempat perjamuan kali ini.


Ketika mereka bertiga sampai terlihat semua orang sudah berkumpul termasuk anggota keluarga kerajaan hanya tinggal tokoh utama yang belum menampakkan diri.


tidak berselang lama orang yang di tunggu-tunggu datang, Lin Shan berjalan masuk dengan pakaian mewah khas kerajaan ekspresi datar di wajah pria itu membuat dia terlihat semakin tampan apalagi setiap langkah yang di buat terlihat begitu berwibawa tanpa di buat-buat.


Kali ini Lin Shan benar-benar menjadi pusat perhatian banyak orang.


"salam ayahanda" ucap pemuda itu dengan gerakan khas kerajaan Emerald saat memberi salam hormat, karena dia belum terbiasa dengan kondisinya sekarang.


"hm, duduk lah di sanah itu adalah tempat mu sekarang" titah raja Zhuang Daiyu


Sebelum melangkah Lin Shan melihat ke arah Aqila terlebih dulu setelah mendapat anggukan kepala baru pemuda tampan itu berani mendudukinya.


Bagi Lin Shan Aqila masih lah tuan nya selama kontrak mereka belum terputus maka Lin Shan akan selalu menuruti perintah gadis itu.


Di saat fokus orang-orang hanya pada Lin Shan permaisuri chunhua diam-diam mengepalkan tangan dia membenci pemuda itu karena telah merebut posisi putra nya.

__ADS_1


Kursi itu biasanya selalu di duduki oleh pangeran Zhuang Lan tapi hari ini putra nya harus duduk di tempat lain.


Sedangkan Zhuang Lan sendiri tidak merasa keberatan sama sekali bagi dia siapa pun yang menjadi putra mahkota berati orang itu memang pantas memimpin kerajaan.


__ADS_2