SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
babak ketiga.


__ADS_3

Setelah melewati beberapa koridor akhirnya mereka tiba di tempat Shen duyi yang secara kebetulan sedang di lakukan pemeriksaan oleh tabib.


Meski pertandingan kali ini adalah pertarungan hidup dan mati tapi pihak akademik tetep memberikan pelayanan terbaik mereka bagi para peserta yang terluka parah setelah mengikuti pertandingan.


"bagaimana keadaannya?" ucap xiaoli pada sang tabib yang sudah selesai melakukan pemeriksaan.


"pangeran baik-baik saja hanya perlu beristirahat dan jangan dulu melakukan aktivitas berat" jawab tabib itu yang kisaran usianya sudah 60 tahun ke atas.


"terimakasih" ucap xiaoli lagi


"sama-sama, kalo begitu saya permisi" jawab tabib itu sekaligus berpamitan.


"mari saya antar ke depan" Bai long menawarkan diri untuk mengantar kepergian tabib tersebut.


Setelahnya mereka berdua mulai melangkah pergi hanya menyisakan xiaoli, Aqila dan Shen duyi yang sudah terjaga.


"bagaimana perasaan mu" tanya Aqila


"sudah lebih baik, terimakasih telah membantu ku" Jawab Shen duyi


"hm" Aqila hanya berdehem sebagai jawaban.


"bagaimana hasil pertandingan nya" tanya Shen duyi dengan rasa penasaran tinggi.


"kau gagal dan adik Aqila yang akan lanjut ke pertandingan" sahut xiaoli sedangkan aqila hanya diam tanpa mau lagi menimpali pembicaraan tersebut.


"kenapa bisa bukankah adik Aqila tidak ikut mendaftar pertandingan kali ini" tanya Shen duyi yang ingin tau segalanya.


"cerita nya panjang, Lebih baik kau istirahat" xiaoli memberi nasehat agar pria itu tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi saat ini.


"baiklah" sahut Shen Duyi patuh.


setelah pria itu memejamkan mata untuk beristirahat, Aqila dan xiaoli keluar dari ruangan tersebut untuk mencari makan karena perut mereka sudah minta di isi.


Di sepanjang perjalanan haya ada keheningan sampai mereka tiba di salah satu restoran terkenal yang ada di ibu kota.


"ada yang bisa di bantu nona" tanya salah seorang pelayan.


"satu mangkuk mie kuah pedas, nasi dan daging kelinci bakar juga satu botol arak persik" ucap xiaoli.


"ada lagi" imbuh pelayan itu


"tidak itu saja" jawab xiaoli cepat


"kalo begitu tunggu sebentar nona akan kami siapkan" ucap pelayan itu lagi.


"hm" jawab xiaoli di sertai anggukkan kepala.


Setelah mencatat pesanan pelayan itu bergegas pergi ke arah dapur.

__ADS_1


15 menit menunggu akhirnya semua pesanan tiba mereka langsung menikmati makanan tersebut dengan tenang.


....


Tidak terasa malam berlalu begitu saja matahari kini Telang menyongsong tinggi di atas langit.


Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh semua orang dimana hari ini akan menjadi babak penentuan bagi para peserta yang mengikuti pertandingan kali ini.


di area pertandingan semua orang sudah berbondong-bondong mencari tempat duduk karena acara akan segera di mulai.


bukan hanya para penonton bahkan para peserta sudah mempersiapkan diri dengan baik agar memenangkan pertandingan kali ini.


Setelah semua hadir Bai Lin mulai melangkah memasuki podium untuk memulai acara.


"BAIKLAH KARENA SEMUA TELAH BERKUMPUL KITA MULAI SAJA BABAK TERAKHIR INI, APA KALIAN SETUJU" ucap Bai Lin menggunakan sihir hingga terdengar keras.


"SETUJU" sahut semua orang


"DI BABAK INI AKAN MENJADI PENENTU AKHIR PERTANDINGAN, UNTUK PERATURAN DI BEBASKAN, KALIAN SIAP" imbuh Bai Lin lagi.


"YA KAMI SIAP" sahut pada peserta.


Dan pada akhirnya pertandingan resmi di mulai satu persatu peserta mulai melakukan pertarungan.


Sedangkan di tribun Shen duyi dan Aqila duduk di antara para penonton, untuk xiaoli sendiri duduk bersama para peserta yang lain.


"tidak tertarik" sahut Aqila tanpa membuka matanya.


Pemuda itu menggelengkan kepala tidak habis pikir dengan jalan pikiran saudara sepupunya itu.


Keadaan semakin memanas karena banyak peserta yang gugur kebanyakan dari mereka meninggal di tempat.


Peserta yang awalnya berjumlah empat puluh orang kini hanya tersisa dua puluh orang lagi.


Pertandingan masih terus berlanjut hingga waktu menunjukkan pukul 2 siang, kini hanya tersisa enam peserta lagi termasuk Aqila dan xiaoli.


pertandingan di jeda sebentar untuk memberi istirahat bagi para peserta yang berhasil mempertahankan posisi bertarung mereka sampai tiba di pertandingan antara xiaoli dan pangeran dari kerajaan bulan.


Beberapa menit setelahnya kedua orang tersebut sudah memasuki area pertandingan.


"sebaiknya kau mengalah saya tidak ingin menyakiti seorang gadis" ucapan pangeran ke-dua kerajaan bulan bernama zuang LAN.


"cih, menyerah tidak ada dalam Kamus ku" jawab xiaoli penuh percaya diri.


"kalo begitu saya tidak akan sungkan lagi nona xiaoli" ucap Zhuang Lan lagi


"aku tidak takut" jawab xiaoli disertai senyuman manis yang terlihat menakutkan di mata orang lain.


perkelahian akhirnya terjadi mereka saling menyerang menggunakan kekuatan sihirnya, xiaoli menggunakan sihir es dan Zhuang Lan menggunakan sihir api.

__ADS_1


Menurut analisa para guru akademik kekuatan ke-dua seimbang hanya saja Zhuang yang memiliki strategi yang matang hingga beberapa kali melukai xiaoli saat ada celah datang.


Pertarungan berlangsung lama hingga mereka berdua hampir kehabisan tenaga.


Brak


Uhuk


Xiaoli terpental cukup jauh dia memuntahkan seteguk darah dan hampir tidak bisa bangkit.


Melihat ada kesempatan Zhuang Lan langsung menodongkan senjata yang terbuat dari sihir api ke arah xiaoli hingga membuat gadis itu tidak bisa lagi berkutik.


semua orang terdiam menyaksikan itu semua sampai suara Bai Lin memecah keheningan tersebut.


"pangeran dari kerajaan bulan pemenangnya" ucap Bai Lin.


suara riuh tepuk tangan terdengar saling bersahutan atas kemenangan pria itu, untuk xiaoli di bawa ke ruang kesehatan untuk di obati.


Pertandingan kembali di lanjutkan saat ini pangeran dari kerajaan xingxing bertarung melawan salah satu kesatria pengembara dari luar kota.


Kekuatan ke-dua nya tidak seimbang pangeran xiao Yun mendominasi pertarungan tersebut hingga dia berhasil memenangkan nya.


dua peserta di nyatakan lolos mereka di persilahkan istirahat terlebih dulu sebelum kembali melanjutkan pertandingan.


Kini tersisa dua peserta lagi yaitu Aqila dan seorang kesatria yang tidak di ketahui asal usulnya dia bernama Dai Wang.


Dai Wang memasuki area pertandingan lebih dulu sedangkan Aqila masih terlihat tenang di posisinya.


Melihat itu semua orang langsung memandang ke arah Aqila merek menunggu respon gadis tersebut.


Tapi sayangnya setelah menunggu hampir sepuluh menit Aqila tidak juga bergeming hingga membuat dai Wang marah karena merasa dirinya telah di permalukan.


Tidak lagi bisa menahan emosi dai Wang melemparkan anak panah yang terbuat dari elemen tanah ke arah Aqila.


Satu inci lagi panah itu mendekati wajah Aqila gadis tersebut sudah menangkapnya terlebih dulu dengan mata yang masih terpejam.


semua orang menahan nafas saat menyaksikan kejadian tak terduga itu.


mendapat serangan Aqila tidak diam saja dia memutar balik panah itu dan dengan secepat kilat panah tersebut melesat ke arah dai Wang tanpa bisa di hindari oleh pria itu.


Jleb


Panah tersebut menancap tepat di jantung dai Wang semua orang hampir kehabisan nafas menyaksikan bagaimana cara Aqila menghabisi orang yang berani mengusik ketenangan nya.


Dai Wang jatuh ambruk dan kehilangan nyawa Zhuang Lan dan xiao Yan di buat takjub menyaksikan kehebatan Aqila.


lagi dan lagi gadis itu terseret masuk ke dalam pertandingan tanpa persetujuan nya terlebih dulu.


Meski demikian Aqila Hanya bersikap biasa saja baginya keselamatan xiaoli dan Shen duyi sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


__ADS_2