SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
ujian menara sihir 3


__ADS_3

Aqila mencoba berfikir jernih agar bisa mendapat jawaban yang tepat tentang situasi sekarang.


Gadis itu menebak bahwa ujian ke dua yang harus dia lalui adalah mencari arti dari situasi saat ini.


Lama berfikir akhirnya Aqila menemukan satu jawaban tetapi dia sedikit ragu untuk mengatakan nya.


"bencana di balik keindahan" ucap Aqila begitu lantang.


meski awalnya ragu Aqila tetep memutuskan untuk mengatakannya.


Dan mengapa gadis itu bisa menebak demikian karena bunga mawar melambangkan keindahan tapi duri dan darah melambangkan bencana juga rasa sakit.


Setelah Aqila mengatakan hal itu tiba-tiba semuanya menjadi terang benderang, dan kini dia sudah berada di tempat yang berbeda itu artinya dia berhasil lulus ujian ke dua menara sihir.


Kini dia berada di sebuah gurun yang sangat panas, mendadak gadis itu merasa haus dan lapar tapi sayang di sana tidak ada air atau tumbuhan yang bisa di makan.


Aqila Hendak meminta bantuan ruangan dimensi tapi sayang nya itu tidak berhasil.


dari pada berdiam diri Aqila lebih memilih berjalan tak tentu arah, siapa tau dia bisa menemukan sesuatu yang bisa di makan.


lama mencari tapi tidak juga menemukan apa-apa sedangkan tenggorokannya sudah sangat kering dan perutnya terus berbunyi.


karena menahan haus dan lapar tubuh gadis itu menjadi lemas apalagi peluh keringat sudah membanjir semua bagian tubuhnya.


Trik matahari di sanah benar-benar sangat menyengat seakan matahari itu berada tepat di atas kepala nya.


sambil berjalan Aqila terus mengibaskan tangan karena merasa gerah.


Bruk


Karena tidak kuat lagi berjalan Aqila terduduk lututnya terasa lemas dan tenggorakan nya juga menjadi sakit.


tiba-tiba terdengar suara yang begitu keras entah berasal dari mana tapi yang jelas tidak ada siapa-siapa di sanah.

__ADS_1


"menyerah lah dan kau bisa kembali ke tempat semula dengan selamat"


"tidak akan" jawab Aqila.


Menyerah tidak ada dalam kamus gadis itu jika dia sudah memutuskan sesuatu maka dia akan melakukannya sampai akhir.


"kau keras kepala juga gadis kecil"


"menyerah tidak ada dalam kamus ku" tekan aqila.


"kalau begitu kita lihat sampai kapan kau akan bertahan dari rasa haus dan lapar yang sedang kau rasakan itu"


Aqila diam tidak lagi menyahut karena semakin dia banyak bicara maka semakin sakit tenggorokan nya.


lima belas menit berlalu Aqila masih bertahan di posisi awal, gadis itu terus mengeluarkan banyak keringat dia mengalami dehidrasi.


meski berada di situasi sulit sekalipun gadis itu tidak ingin menyerah, kegigihannya membuat pemilik suara kagum.


Satu jam berlalu Aqila sudah tidak sanggup lagi untuk tetap terjaga dia hampir saja jatuh pingsan.


"selamat kau lulus ujian, sebagai hadiah aku akan memberi mu satu pilihan"


Aqila merasa senang karena dia berhasil lulus ujian ketiga dari menara sihir tidak sia-sia dia menahan diri selama satu jam ini.


"aku akan memberi mu buah semangka dan buah pir kau hanya bisa memilih salah satu di antara mereka jadi tentukan mana yang sangat kau butuhkan sekarang"


Aqila terdiam beberapa saat memikirkan mana buah yang harus dia pilih.


"aku pilih buah pir" jawab Aqila


Dan secara ajaib satu buah pir jatuh ke pangkuan Aqila tanpa membuang waktu dia langsung memakan nya.


Alasan kenapa Aqila memilih buah pir ketimbang semangka karena buah pir mengandung banyak air serat buah nya bisa mengganjal perut untuk beberapa jam ke depan dan tidak menimbulkan rasa sakit jika di konsumsi dalam keadaan perut kosong.

__ADS_1


Sedangkan buah semangka sendiri memiliki ukuran yang cukup besar memang buah semangka mengandung banyak air tapi bila di konsumsi dalam keadaan perut kosong bisa menimbulkan reaksi yang menyakitkan dalam perut.


Setelah memakan buah pir tenaga Aqila kembali rasa haus dan lapar yang di dia rasakan tadi sudah sepenuhnya hilang.


Kini Aqila bisa berdiri tegak lagi dan perlahan cahaya Mulai menyelimuti tubuh gadis itu.


....


saat gadis itu membuka mata dia sudah tiba di sebuah tempat yang sangat gelap tidak ada cahaya sedikitpun di sanah.


"tempat apa ini" guma gadis itu


Aqila berjalan ke depan berharap bisa menemukan titik terang tapi setelah setengah jam berlalu tidak ada satupun tanda-tanda yang mengungkapkan dimana dia sekarang.


"sebenarnya aku dimana" guma Aqila lagi.


"apa ada orang" ucap Aqila, perkataan itu memantul Karena sepertinya dia berada di dalam sebuah ruangan.


tidak berselang lama terdengar sebuah suara yang begitu keras menggema di telinga aqila.


"selamat datang gadis terpilih"


"siapa kau dan tempat apa ini?" tanya aqila beruntun


"aku adalah iblis hati mu dan ini adalah gambaran masa depan mu"


"tidak mungkin" bantah Aqila


Dalam hati gadis itu terkejut mengetahui bahwa ada iblis hati dalam dirinya mungkin kah ini yang membuat dia menjadi kejam terhadap orang-orang yang berani mengusik ketenangan hidup nya.


"kau tidak bisa mengelak dari takdir mu"


"aku akan mengubahnya sesuai keinginan ku dan tidak ada seorang pun yang bisa mencegah nya kecuali sang pencipta" jawab Aqila penuh keyakinan.

__ADS_1


tidak ada rasa takut sedikitpun yang gadis itu pancarkan dari sorot mata nya.


Harus pemilik suara itu akui tekad Aqila begitu kuat hingga menjadikan nya wanita yang hebat dan di segani oleh banyak orang.


__ADS_2