SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Maksud Terselubung


__ADS_3

malam berlalu begitu saja tuan Han masih mengurung diri dan menolak makan meski aqila sendiri yang membawakannya.


pagi harinya kediaman Han di hebohkan oleh kedatangan utusan raja Jiang nan yang meminta Aqila datang ke istana.


"salam Kasim lu"


ucap tuan Han ramah begitu rombongan tiba di depan kediaman, kemudian dia mempersilahkan rombongan tersebut untuk masuk ke dalam.


"salam Mentri Han"


Kasim nan juga memberi salam, tanpa merasa sungkan sama sekali dia melangkah masuk bersama yang lain.


begitu mereka tiba di ruang utama Kasim lu langsung menjelaskan maksud kedatangannya.


"saya datang ke mari untuk menyerahkan dekrit pernikahan dan mengundang nona Han Aqila untuk datang ke istana sesuai perintah yang mulia raja Jiang nan"


ucap Kasim lu sambil menyerahkan sebuah gulungan berwarna emas yang di tulis langsung oleh raja Jiang nan


"terimakasih dan sampaikan pada yang mulia putri ku akan datang"


tuan Han sudah menduga akan hal ini, tapi dia tidak menyangka sang raja melakukannya lebih cepat dari perkiraan.


"baiklah jika seperti itu saya pamit undur diri"


Kasim lu bangkit dari tempat duduknya sebelum pergi dia berpamitan terlebih dulu.


"kenapa terbaru buru sekali saya sudah menyuruh para pelayan untuk menyiapkan hidangan penyambutan, singgah-lah sebentar saja"


ucap tuan Han meminta Kasim lu untuk tinggal lebih lama.


"mohon maaf menteri saya tidak bisa terlalu lama di sinih karena yang mulia raja membutuhkan saya"


Kasim lu menolak tawaran itu dengan halus agar tidak menyinggung perasaan pemilik rumah.


"tidak masalah kita bisa melakukannya di lain waktu"


"kalau begitu sama pamit Mentri Han"


"baiklah jika begitu saya tidak akan menahan anda lagi kasim lu"


setelah mengatakan hal itu tuan Han mengantar rombongan hingga ke pintu gerbang kediaman.


begitu mereka sudah tidak terlihat, tuan Han langsung masuk kemudian pergi menemui aqila di paviliunnya.


....


di kediaman lavender, gadis itu sudah mendengar kabar kedatangan rombongan istana namun dia enggan untuk bertemu mereka sehingga sejak pagi dia berdiam diri di dalam kamar.


tok tok tok

__ADS_1


suara pintu kamar di ketuk oleh seseorang, Aqila bangkit dari duduknya kemudian membuka pintu tersebut.


"masuklah ayah"


ketika tau siapa yang datang Aqila langsung mempersilahkan orang tersebut untuk masuk ke dalam kamarnya.


tuan Han melangkah masuk dan duduk di tempat yang biasa Aqila tempati bersama Lila dan Lin Shan.


"ada apa ayah"


tanya Aqila sambil menyajikan teh pada tuan Han dan juga dirinya


"kau pasti sudah mendengar kabar pagi ini bukan"


jawab tuan Han sambil menyeruput teh yang tadi di berikan Aqila


"hm"


gadis itu hanya menjawab dengan deheman kecil, dia menatap ayahnya dengan ekspresi datar.


"apa kau akan pergi"


"tidak"


"kenapa"


tuan Han bingung Kenapa Aqila tidak ingin pergi ke istana, jika itu gadis lain mungkin mereka akan sangat bersemangat.


Aqila menjawab Acuh pertanyaan sang ayah dia tidak punya alasan khusus untuk menyukai tempat itu.


"kau tidak bisa seperti itu putri ku, kita tinggal di wilayahnya jadi kita harus menghormati setiap keputusannya"


tuan Han memberi nasehat secara halus agar putrinya mengerti dan tidak bersikap keras kepala.


"kalau begitu kita pindah saja"


Aqila menjawab secara asal dia tidak suka dengan pemikiran ayahnya.


"itu tidak mungkin Aqila, terlalu banyak kenangan yang tidak bisa ayah tinggalkan"


tolak tuan Han dia tidak bisa meninggalkan tempat kelahirannya dan tempat dimana pertama kali ia bertemu dengan meilin.


"bagaimana jika aku menjadikan kerajaan ini milik ku"


Aqila mengatakannya dengan penuh keseriusan


"hus, apa yang kau katakan jangan bicara sembarangan"


tuan Han terkejut dengan ucapan Aqila dia tidak menyangka putrinya akan mengatakan hal itu secara terang terangan.

__ADS_1


"ayah tidak percaya jika aku bisa melakukannya"


Aqila menatap sang ayah dengan pandangan yang tidak bisa di baca oleh siapapun.


"tentu saja karena itu bukanlah hal yang mudah, kau bahkan tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya jadi kubur saja ambisi mu aqila ayah tidak ingin kau terluka"


tuan Han tidak percaya dengan ucapan Aqila, dia tidak tau saja bahwa putrinya bukanlah gadis lemah seperti dulu yang bisa di tindas sesuka hati oleh orang lain.


"jadi ayah ingin aku ke istana"


Aqila kembali bertanya mengkonfirmasi tujuan sang ayah datang kemari.


"benar"


"baiklah aku akan pergi"


Aqila mengalah, tapi dia punya tujuan tersendiri kenapa dia mau datang ke istana


"anak pintar, kalau begitu ayah akan pergi lebih dulu, jangan buat yang mulia raja menunggu terlalu lama"


"hm"


jawab Aqila dengan deheman kecil, kemudian mengantar sang ayah Hingga ke pintu gerbang paviliun.


sebenarnya Aqila sangat malas pergi ke istana namun jika sang ayah yang memintanya dia tidak bisa menolak lagi.


....


sedangkan di istana, Jiang mo merasa tidak sabar bertemu dengan aqila, kecantikan gadis itu tidak bisa ia lupakan begitu saja, dia berjanji pada dirinya sendiri bagaimanapun caranya aqila harus menjadi miliknya.


pemuda itu begitu terobsesi bukan hanya pada kecantikan aqila tapi dia juga mempunyai tujuan lain dengan menikahi aqila maka dia akan mendapat dukungan dari tuan Han dan itu adalah hal bagus untuk memperkuat posisinya dalam menaiki tahta.


Lin Lin yang mendengar kabar tersebut mengamuk gadis itu tidak terima jika Aqila yang menjadi permaisuri dan bukan dirinya dia sudah bersusah sampai sejauh ini bagaimana mungkin gadis itu akan membiarkan pernikahan ini terjadi begitu saja.


kembali pada aqila gadis itu sedang dalam perjalanan dia menaiki kuda hitam kesayangannya di dampingi oleh Lila dan Lin Shan.


setelah menempuh satu jam perjalanan mereka bertiga akhirnya sampai di pintu gerbang istana.


para prajurit yang sudah di beritahu sebelumnya tidak berani lagi menghentikan rombongan gadis itu.


begitu masuk ketiganya langsung menuju aula utama di antar oleh salah satu kesatria yang bertugas menjemput aqila.


Aqila tidak melakukan protes apa pun dia tau bahwa ini hanyalah sandiwara belaka untuk menarik perhatiannya agar mau menjadi anggota kerajaan.


tujuan utama raja Jiang nan adalah untuk menarik sang ayah agar berada satu kubu dengannya pria itu mengincar tambang emas terbesar yang tuan Han miliki yang berada di luar Wilayah kerajaan Cang'an.


bagaimana cara aqila tau tentang semua ini karena ia adalah seorang mata mata kepekaannya dalam menganalisis keadaan tidak pernah salah.


ditambah lagi dengan keberadaan Lin Shan membuat gadis itu bisa dengan mudah mendapatkan segala informasi yang dia butuhkan.

__ADS_1


maksud terselubung yang Begitu sempurna tapi sayangnya Aqila tidak akan membiarkan hal itu berjalan dengan baik.


hey ketemu lagi sama author terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 😊🙏🥰


__ADS_2