
setelah tiga puluh menit berjalan akhirnya mereka sampai di depan pintu aula utama.
kedatangan mereka bertiga di sambut seperti biasa kini tidak ada lagi yang berani berkomentar tentang sikap Aqila karena mereka hanya akan kalah jika harus berdebat dengan gadis itu.
"salam yang mulia"
mereka memberi salam dengan sedikit menundukkan kepalanya begitu tiba di hadapan sang raja.
"salam kalian saya terima, silahkan duduk nona Han Aqila"
raja jiang nan menyambut kedatangan mereka dengan senyum ramah penuh kepalsuan.
"terimakasih"
ucap Aqila datar kemudian berjalan mencari tempat duduk yang kosong.
setelah menemukan tempat yang sesuai Aqila mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang berada di barisan ujung padahal masih banyak kursi di barisan depan yang masih belum terisi, sedangkan Lila dan Lin Shan mereka berdiri di samping gadis itu.
"sebelumnya nona Han pasti sudah tau alasan kenapa saya memanggil anda kemari"
ucap raja jiang nan yang memulai topik pembicaraan, suasana ruangan begitu sunyi sejak tadi.
"ya"
jawab Aqila datar sambil menatap ke arah sang raja
"saya ingin memberi anda pernikahan dengan salah satu putra saya yaitu putra mahkota Jiang mo"
ucap raja Jiang nan mengutarakan maksud pertemuan ini di adakan.
"saya menolak"
jawab Aqila tegas kemudian berjalan menuju ke hadapan sang raja seorang diri.
"kenapa anda menolak bukankah suatu kebanggaan bagi keluarga Han bisa menjadi wanita nomor satu di wilayah kerajaan Cang'an ini"
kali ini penasehat kanan yaitu Li mubai yang berbicara, sedangkan sang raja mulai nampak menahan emosi.
Jiang mo yang mendapat penolakan di hadapan semua orang merasa terhina ia mengepal tangannya begitu kuat.
"saya tidak tertarik menjadi permaisuri"
jawab Aqila dingin membuat semua orang kembali terkejut
"kenapa anda menolak menikah dengan putra saya nona"
meskipun marah dan merasa terhina Seli agung Xiang mi masih menanyakan alasannya.
"dia tidak pantas menjadi suami saya"
bagai bunyi bom yang meledak semua orang hampir jantungan mendengar jawaban gadis itu yang terkesan berani dan tidak kenal takut.
"lancang"
Kasim lu berteriak marah dan menatap tajam ke arah Aqila tapi gadis itu tidak gentar sama sekali.
"dalam segi apa putra mahkota tidak pantas bersanding dengan anda jangan menganggap diri anda terlalu tinggi nona"
raja jiang nan yang sudah merasa geram mulai menunjukkan sifat aslinya dan inilah yang sedang Aqila tunggu.
"kalau begitu jawab pertanyaan saya jika, pangeran berhasil tanpa bermain curang saya akan menikah dengannya"
Aqila memberikan negosiasi yang tentunya hanya akan menguntungkan dirinya sendiri, dia tau betul seperti apa jiang mo.
pemuda itu setiap hari hanya menghabiskan waktu di tempat hiburan yang sayangnya tempat tersebut adalah milik Aqila.
Jiang mo juga kasar dan selalu bertindak ceroboh dia kejam tidak kenal belas kasih pada rakyatnya sendiri.
pemuda seperti itu tidak pantas menjadi suaminya piki Aqila.
"baik silahkan anda katakan"
__ADS_1
Jiang mo merasa tertantang dia begitu yakin bisa menjawab pertanyaan Aqila yang di pikirnya sangat mudah.
"berapa banyak penduduk yang tinggal di kerajaan ini"
tanya Aqila datar yang kini menatap pemuda itu, membuat Jiang mo sedikit gelisah karena selama ini dia tidak benar benar mengerjakan tugasnya sebagai putra mahkota.
"pertanyaan konyol macam apa itu apa anda berpikir kakak Jiang mo itu orang bodoh"
ucap Jiang mi ketus sambil menatap tajam ke arah Aqila gadis itu masih menyimpan dendam sebelumnya.
"kalau begitu pangeran tinggal menjawabnya"
jawab Aqila santai, yang masih berdiri tenang di tempatnya.
"satu juta penduduk"
meskipun ragu Jiang mo terpaksa mengucapkannya dan itu membuat raja jiang nan semakin murka.
"Anda yakin dengan pertanyaan anda"
"tentu saja"
melihat ekspresi tenang Aqila Jiang mo berpikir bahwa jawaban yang ia berikan sudah pasti benar itulah sebabnya dia menjawab dengan penuh keyakinan.
"lihatlah seorang putra mahkota yang begitu di banggakan tidak tau jumlah rakyatnya sendiri, sangat lucu"
ucap Aqila sinis, membuat raja Jiang nan seolah di tampar begitu keras dia merasa malu dengan jawaban putranya itu.
"apa maksud mu berbicara seperti itu nona"
Jiang mo bingung dia juga merasa takut saat menatap mata sang ayah yang terlihat ingin mengulitinya hidup hidup.
"dengar ini pangeran, jumlah yang benar adalah satu juta lima ratus lima puluh tiga orang, apa saja yang anda kerjakan selama ini"
"kau"
Jiang mo merasa malu dan terhina untuk yang kedua kali, darahnya mendidih dia mengacungkan pedang ke leher Aqila dengan penuh emosi.
ucap Aqila dingin matanya penuh hawa membunuh ia sudah merasa terusik dan itu tidak baik untuk lawannya.
"tutup mulut mu nona Kenapa kau begitu tidak sopan di istana saya"
raja jiang nan bangkit dengan memukul keras meja yang ada di hadapannya membuat semua orang diam tidak berani bersuara.
tuan Han yang sejak tadi melihat perilaku Aqila sudah merasa was was dia tidak tenang, dan ingin menghentikan gadis itu.
"diam saya belum selesai bicara, dan ingat ini jangan pernah memaksa saya menikah dengan siapa pun, anda tidak punya hak atas hidup saya"
ucap Aqila keras dan terkesan dingin dia menatap sang raja dengan tajam seolah akan membunuhnya saat itu juga.
"berani sekali bocah ingusan seperti mu membentak seorang raja"
raja Jiang nan mengamuk meluapkan semua amarahnya yang sejak tadi dia tahan.
"anda kira saya takut, jangan anda pikir saya tidak tau maksud di balik pernikahan ini yang mulia raja Jiang nan"
ucap aqila yang berhasil membuat sang raja terdiam.
"apa maksud mu putri ku"
tuan Han yang hendak menghentikan aqila mengurungkan niat dia menatap bingung ke arah putrinya itu.
"pria itu sengaja mengatur perjodohan ini karena dia ingin menarik ayah ke sisinya dia mengincar tambang emas milik ayah yang berada di luar wilayah kerajaan"
jelas aqila secara gamblang membuat semua orang semakin terkejut mereka tidak menyangka bahwa sang raja sepicik itu.
"benar begitu yang mulia"
tuan Han mengalihkan pandangannya ke arah raja Jiang nan.
"jangan memfitnah saya nona anda bisa saya jatuhi hukuman mati"
__ADS_1
raja jiang nan tidak kalah terkejut karena niatnya sudah tercium dengan mudah oleh gadis itu, dia menolak untuk mengakuinya
"anda berani"
"anda pikir saya takut hah"
mereka bersitegang tidak mau kalah membuat suasana semakin mencekam
"kalau begitu akan saya hancurkan istana ini sekarang juga"
Aqila tidak main-main saat mengatakannya dia akan langsung melakukan hal itu Jika sang raja sekali lagi memancing emosinya
hahahaha
semua orang tertawa saat mendengar ucapan Aqila mereka menilai Aqila sedang membual, tatapan sinis terus tertuju pada gadis itu, membuat Jiang merasa puas.
"anda sungguh pandai membual nona, prajurit tangkap nona Han beserta yang lain dan jebloskan mereka kedalam penjara bawah tanah sekarang juga"
raja jiang nan memberikan perintah Jika dia tidak bisa mengambilnya Secara baik baik maka dia akan merebutnya secara paksa.
"jangan coba coba menyentuh nona ku, satu helai rambut saja jatuh akan saya ratakan istana ini"
Lin Shan yang sejak tadi geram kini mulai berjalan mendekat ke arah Aqila aura yang di keluarkan pemuda itu membuat semu orang merinding ketakutan.
"anda membuat kesalahan dengan memancing kemarahan nona ku yang mulia raja"
Lila juga tidak mau kalah dia yang biasanya tidak ikut campur kini berdiri tegak di samping gadis itu
"Aqila hentikan semua ini dan cepatlah minta maaf"
Jiang yu yang juga ikut menyaksikan mencoba menghentikan gadis itu.
"kita tidak sedekat itu hingga saya harus menuruti keinginan anda pangeran Jiang yu"
jawab Aqila datar menatap pemuda itu tanpa ekspresi sama sekali membuat hati Jiang yu sedikit ngilu.
"beraninya kau menghina anggota kerajaan tangkap gadis itu dan penggal kepalanya lalu gantung di alun alun ibu kota"
begitu mendapat perintah dari sang raja beberapa kesatria dan prajurit yang berjaga mulai mendekat ke arah arah mereka berempat.
srak
belum sempat para prajurit menarik tubuh Aqila kepala mereka semua sudah lebih dulu terpisah dari badannya.
semua orang yang hadir menatap ngeri kejadian itu sedangkan Lin Shan yang melakukannya hanya berdiri tenang seolah tidak melakukan hal apa pun.
Jiang mo yang sudah tidak bisa menahan emosi menarik paksa tangan Aqila ketika gadis itu sedang lengah.
srakk
ahhh
detik berikutnya Jiang mo berteriak kesakitan karena tangan yang di gunakan untuk menyentuh Aqila di tebas oleh Lin Shan.
pemuda itu tidak main main dengan ucapannya barusan, dia nampak begitu murka ada kilat kekejaman di matanya.
"putra ku"
selir agung Xiang mi menjerit histeris saat melihat putra kesayangannya terluka dan mengeluarkan banyak darah.
"beraninya menyakiti saudara ku manusia rendahan, aku akan membunuh mu sekarang juga"
pangeran Jiang li adik dari Jiang mo marah dan hendak menyerang Lin Shan menggunakan pedangnya.
Trank
Aqila menahan pangeran ke dua Jiang li dengan pedang Hitamnya yang berhasil menarik perhatian semua orang.
hey hey author kembali nih sedikit Saran donk untuk bab kali ini, tulis di kolom komentar yah
selamat membaca 🙏🥰
__ADS_1
_anisa15_