SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Merombak Gedung Jiyuan


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu ketiganya sampai di kediaman ketika hari sudah beranjak sore dan sebentar lagi akan berganti malam.


"kau kemana saja putri ku Aqila ayah sangat cemas menunggu kepulangan mu kenapa kau kembali selarut ini"


tuan Han langsung mencecar Aqila dengan banyak pertanyaan begitu gadis itu ada di hadapannya


"maaf ayah tadi ada sedikit masalah"


Aqila beralasan untuk menenangkan tuan Han yang sejak tadi terlihat mengkhawatirkannya.


dia juga cukup senang karena semenjak hari dimana aqila bangun dari sakitnya tuan Han selalu meluangkan waktu untuk sekedar menanyakan kabarnya tidak jarang juga pria paruh baya itu mengajak aqila menghabiskan waktu bersama.


kedekatan mereka kini benar-benar seperti ayah dan anak sungguhan tidak seperti sebelumnya yang terasa begitu asing.


"apa masalahnya begitu rumit perlu ayah bantu"


tuan Han kembali merasa khawatir begitu Aqila mengatakan terjadi masalah di jalan.


"tidak aku sudah menyelesaikannya"


aqila menolak tawaran tuan Han dengan halus karena memang dia sudah menyelesaikan semuanya


"Baguslah"


"ayo masuk ayah udara semakin dingin itu tidak baik untuk kesehatan ayah"


tuan Han mengangguk setuju dia juga merasa terharu di waktu yang bersamaan, kini mereka semua sudah masuk ke dalam kediaman


"dari mana kau mendapatkan ke tiga kuda itu putri ku Aqila"


begitu tanpa sengaja tuan Han melihat para pelayan laki laki membawa tiga ekor kuda masuk ke dalam kediaman dia langsung bertanya pada aqila


"aku membelinya apa ayah keberatan"


tanya aqila dengan santai tanpa mengalihkan pandangannya yang sejak tadi menatap lurus ke depan.


"tidak, ayah hanya merasa penasaran saja ketika kau membawanya pulang"


jawab tuan Han yang tidak mempermasalahkan setiap perbuatan aqila yang berhasil membuatnya selalu terkejut.


kini mereka semua sudah kembali ke paviliun masing masing karena hari sudah berganti malam.


seperti biasa setiap malam keluarga inti selalu berkumpul untuk makan malam bersama


"kau dari mana adik kakak tadi mengunjungi paviliun mu tapi kau tidak ada di sanah"

__ADS_1


ucap Lin Lin yang mencoba membuka obrolan antara dia dan aqila.


"keluar"


Aqila kembali seperti biasa menjawab seadanya dengan nada datar saat orang lain bertanya pada dirinya


"gadis ini semakin hari semakin kurang ajar saja, awas kau Aqila aku akan memberi mu pelajaran"


geram Lin Lin dalam hati dia sudah bersusah payah bersikap baik tapi gadis itu malah berusaha memancing emosinya.


"jika saja tidak ada ayah aku akan memberi mu pelajaran saat ini juga"


geramnya lagi sambil memukul pelan kakinya menggunakan kedua tangan yang sudah terkepal kuat di bawah sanah.


Aqila menyadari kebencian Lin Lin yang di arahkan padanya tapi dia tidak peduli selagi Lin Lin tidak mengusik ketenangan hidupnya maka dia tidak akan menggubris setiap hal yang dilakukan oleh gadis itu.


tapi jika gadis itu berani mengusik kenyamanan Aqila maka jangan salahkan dia jika Aqila akan bersikap kejam dan tidak kenal maaf.


Lin Lin memilih diam dia tidak ingin lagi berbicara pada aqila Karen itu hanya akan membuat emosinya tidak terkontrol dia tidak ingin terlihat buruk di hadapan tuan Han.


setelah hampir tiga puluh menit menikmati makanan, satu persatu dari mereka membubarkan diri dari ruangan itu dan kembali ke kediamannya masing masing.


waktu terus bergulir dengan cepat hingga matahari kini sudah menampakkan sinarnya.


pagi itu terasa begitu hangat karena tahun ini adalah musim semi para burung bernyanyi sambil terus mengepakkan sayapnya di atas sanah.


perlahan bola mata indah itu mengerjap berulang kali untuk memastikan pandangan yang tidak lagi asing baginya.


Aqila bangkit dari atas ranjang menuju tempat pemandian untuk membersihkan tubuh.


hari ini akan menjadi hari yang sibuk bagi Aqila, Lila dan Lin Shan karena mereka akan merombak Gedung Jiyuan dan pergi ke pasar gelap lagi untuk mengambil para budak yang Aqila beli.


empat puluh menit berlalu kini ketiganya sudah siap dan sedang berkumpul di paviliun lavender sambil menikmati sarapan pagi bersama.


"nona kemana kita akan pergi"


"gedung jiyuan"


"apa anda sudah meminta izin pada tuan besar bahwa hari ini kita akan pergi keluar lagi"


"hm"


Aqila mengangguk iya karena semalam sebelum kembali ke kediaman dia sudah meminta izin pada sang ayah


meskipun awalnya tuan Han tidak mengizinkan tetapi dia berhasil membujuk pria paruh baya itu untuk memperbolehkannya pergi.

__ADS_1


setelah sarapan pagi selesai mereka bertiga melangkah pergi dari kediaman lavender menuju kadang kuda untuk mengambil kuda mereka masing masing.


namun ketiganya di buat terkejut begitu mereka sampai di sanah.


Aqila melihat weilin sedang berusaha menyentuh tubuh kuda hitam miliknya namun belum sempat itu terjadi weilin sudah terpental jauh akibat ulah bintang tersebut.


Lila yang juga menyaksikan hal itu di buat tertawa terbahak bahak karena penampilan weilin saat ini sudah sangat kacau.


kuda hitam yang melihat Aqila berada tidak jauh darinya langsung menghampiri gadis itu


Aqila membelai lembut bulu halus itu dan menatap tajam ke arah Welin dia tidak suka barang miliknya di sentuh tanpa meminta izin terlebih dulu.


"beraninya kau memukul ku binatang sialan aku akan memberi mu pelajaran"


weilin hendak memukul kuda hitam itu dengan balok kayu begitu dia sampai di hadapan mereka semua.


"jika kau berani menyentuhnya aku akan mematahkan tangan mu"


Aqila mengatakannya dengan nada dingin dan sorot mata tajam yang terus dia arakan pada weilin


Weilin merinding ketakutan dan langsung menjatuhkan balok kayu tersebut dia juga pergi begitu saja sambil terus mengoceh di sepanjang jalan.


"apa kau baik-baik saja"


"ya saya baik baik saja nona, hanya saja saya tidak suka di sentuh oleh sembarang orang"


setelah memastikan kuda hitamnya baik baik Aqila kembali melangkah pergi dan di ikuti oleh yang lain.


mereka bertiga pergi dari sanah menuju gedung jiyuan, setelah sampai di tempat tujuan Aqila langsung menyuruh semua orang untuk berkumpul di hadapannya.


tidak lupa juga Aqila meminta Lin Shan untuk memanggil tukang pemahat dia ingin mengganti nama tempat itu.


Aqila juga ingin merubah setiap konsep dekorasi yang ada di sanah.


gadis itu benar benar akan merubah total setiap hal yang berhubungan dengan gedung jiyuan.


ketika para pekerja sibuk merubah dekorasi tempat itu, Aqila membawa tiga puluh orang gadis yang ada di sana ke suatu tempat


dia tidak mengajak Lila dan Lin Shan karena mereka berdua sudah di tugaskan untuk memantau kinerja para pekerja.


sebelum Aqila membawa mereka semua ke tempat itu dia lebih dulu meminta mereka semua untuk menelan satu pil yang sudah dia siapkan.


pil tersebut berfungsi untuk mengecoh pikiran mereka agar mereka tidak bisa membocorkan rahasia tempat tersebut.


hey hey author kembali lagi semoga kalian tidak bosan menunggu up terbarunya karena kesibukan author jadi telat up bab berikutnya

__ADS_1


selamat membaca 🙏😊


__ADS_2