
melihat itu semua beberapa orang yang masih hidup mulai berlutut memohon ampun pada Aqila.
"ampun nona jangan bunuh kami, kami mengaku salah karena telah menuduh anda sembarangan tanpa adanya bukti"
ucap mereka semua dengan perasaan takut saat aqila turun dari tubuh besar hei long.
"nona kami minta maaf"
Mentri mu adalah orang yang paling ketakutan sebab dia lah yang sejak awal bersikukuh menuduh aqila sebagai pelakunya
"banyak omong"
Aqila menjawab dingin permohonan tersebut sebab dia tau betul bahwa beberapa di antara mereka tidak tulus dalam mengatakannya.
"nona saya minta maaf karena tidak bisa mencegah mereka untuk tidak menyakiti anda"
ucap Mentri ming, dia adalah satu-satunya orang yang menentang keputusan duan ming dan yang lain kala itu.
"nona bisakah anda berjanji untuk tidak menyakiti keluarga saya"
ucapnya lagi yang kini sudah pasrah menerima hukuman atas apa yang tidak dia perbuat.
"itu tergantung keberuntungan mereka"
Aqila sedikit mengubah nada bicaranya menjadi datar saat berbicara dengan pria setengah baya tersebut.
"nona saya mohon tolong jangan sakiti keluarga saya"
pria setengah baya itu berusaha membujuk Aqila agar melepaskan keluarganya dari hukuman, sebab dia sangat menyayangi keluarganya melebihi nyawanya sendiri.
"nona"
"baiklah selama mereka tidak membuat ulah"
Aqila melihat ada ketulusan dalam mata pria itu hingga dia menyetujuinya dengan sedikit syarat.
"terimakasih nona terimakasih banyak saya pastikan keluarga saya tidak akan berani mengusik kehidupan anda setelah ini"
akhirnya Mentri Ming bisa bernafas lega setelah mendapat kepastian dari gadis di depan-nya
"ingat janji anda Mentri Ming, jika tidak maka seluruh keturunan anda yang akan menanggung akibatnya"
baru setelah itu Aqila mulai membakar istana canghai dengan kekuatan sihirnya, dia hanya menyisakan mereka yang benar-benar tidak terlibat dalam permasalahan kali ini.
meski beberapa orang kehilangan banyak hal namun mereka masih bisa bersyukur karena Aqila tidak jadi membunuh mereka semua.
kejadian hari ini akan selalu mereka ingat untuk di jadikan pelajaran bahwa mereka tidak boleh mengusik ketenangan hidup gadis itu jika tidak ingin bernasib buruk seperti yang lain.
tidak butuh waktu lama bangun istana berubah menjadi abu para penduduk yang sempat melihat kobaran api berbondong-bondong pergi ke sanah untuk memastikan apa yang terjadi.
saat sampai mereka di buat syok menganga tidak percaya melihat situasi yang ada.
"apa yang terjadi"
mereka mulai berbisik-bisik tidak berani mengeluarkan suara terlalu keras karena takut pada hei long yang masih berwujud seekor naga.
tidak selesai sampai di situ Aqila kembali menggunakan kekuatannya untuk membangun istana yang baru.
setelah istana terbentuk dia membalik badan menatap datar ke arah semuanya.
__ADS_1
"mulai detik ini kerajaan canghai sudah tidak ada lagi, yang ada hanya kerajaan *gongdian*, jika kalian keberatan makan kalian bisa pergi dari sini"
Aqila kembali mengklaim wilayah selatan menjadi miliknya, kini Gadis itu telah berhasil menaklukan seluruh kerajaan yang ada di dunia bawah.
meski demikian aqila tidak berminat menjadi ratu dari salah satu kerajaan yang di taklukkan-nya.
sebab Aqila memiliki ambisi untuk menjelajahi setiap dimensi yang ada.
"tidak nona kami akan tetap tinggal di sini dan mematuhi semua peraturan yang anda buat"
jawab penduduk secara serempak mereka tidak mungkin meninggalkan tempat kelahiran tercinta hanya karena pergantian pemimpin.
"Mentri ming"
"saya nona"
pria setengah baya itu berjalan mendekat ke sisi Aqila saat namanya di sebut oleh gadis itu.
"kau akan menjadi raja di wilayah selatan ini tapi ingat satu hal aku benci penghianatan"
setelah menimang banyak hal Aqila memutuskan untuk menjadikan pria itu sebagai raja selanjutnya.
dia juga akan meminta bantuan pada to mu dan Annchi untuk mengawasi setiap gerak gerik pria setengah baya tersebut.
"kenapa harus saya nona, saya tidak bisa melakukannya"
ucap Mentri ming menolak kesempatan bagus itu setelah dia tersadar dari keterkejutannya
"apa menurut mu ada yang lebih pantas untuk menjadi raja selanjutnya"
Aqila menatap dalam mata pria tersebut setiap kata menyiratkan ke tidak sukaan atas penolakan yang di berikan.
"kenapa tidak anda saja nona"
"tidak karena aku akan kembali ke kerajaan Cang'an"
Aqila memberi alasan kenapa dirinya tidak bisa menjadi pemimpin selanjutnya
"tapi nona"
menteri Ming kekeh menolak, para penduduk hanya bisa bersabar menunggu keputusan akhirnya akan seperti apa.
"aku tidak menerima penolakan"
karena tidak ada cara lain Aqila terpaksa harus memaksa pria itu untuk menyetujui keputusannya.
"baiklah sesuai keinginan anda"
Mentri ming hanya bisa pasrah menghadapi keegoisan Aqila, dia tidak ingin membuat gadis itu marah seperti beberapa menit lalu.
"minum"
setelah membuat menteri Ming setuju Aqila mengeluarkan satu botol kecil berisikan beberapa pil buatannya dan melemparkannya langsung ke hadapan pria itu.
"apa ini"
setelah menangkap dengan tepat Mentri ming menatap bingung juga penasaran ke arah Aqila
"racun"
__ADS_1
seolah jantung berhenti berdetak dia menatap tidak percaya saat Aqila mengatakannya dengan begitu mudah
"tunggu sebentar, sebenarnya anda ingin saya mati atau menjadi raja"
"keduanya"
"hah, anda bercanda"
"tidak"
"nona"
"kau tidak akan mati setelah meminumnya kecuali kau mengkhianati ku"
"syukurlah, saya pikir"
"bodoh"
"aku akan pergi, kirimkan perkembangan kerajaan gongdian setiap enam bulan sekali ke kerajaan Cang'an"
"baik nona besar Aqila"
setelah semua urusan selesai aqila kembali naik ke atas tubuh hei long, kemudian mereka pergi dengan sangat cepat dari hadapan semuanya.
....
sedangkan di sisi lain, lila dan Lin Shan serta Bai lu sibuk mencari keberadaan gadis itu yang menghilang secara tiba-tiba dari pandangan.
"apa kalian menemukannya"
"tidak"
"kemana sebenarnya nona pergi"
"entah, dia tidak mengatakan apapun"
"bodoh jika nona mengatakannya untuk apa kita susah-susah mencari"
"kau"
"diam, bisakah kalian tidak membuat keributan ini sangat mengganggu"
keduanya langsung membuang muka ke arah berlawanan saat Lin Shan menatap tajam ke arah mereka.
di tengah perdebatan Aqila muncul secara mendadak membuat yang lain hampir terjungkal ke kebelakang saking merasa
terkejut.
"nona anda darimana saja"
"bersenang-senang"
"huh kenapa tidak mengajarkan kami"
hening, Aqila tidak lagi menjawab pertanyaan yang Lila ajukan, membuat ketiganya kembali membuat nafas kasar.
mereka tetap saja tidak terbiasa dengan sikap dingin gadis itu padahal ini bukan pertama kalinya Aqila Melakukan hal tersebut.
tidak ingin membuang waktu ketiganya kembali melanjutkan perjalanan sebelum malam hari tiba.
__ADS_1
hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya 🙏😊
see you next time di episode berikutnya 👋🤭