
Tanpa banyak bicara Keduanya bergantian membersihkan diri dan akan ke bawah untuk makan malam, secara kebetulan Shen duyi hendak mengetuk pintu kamar keduanya tetapi Aqila sudah lebih dulu membuka pintu kamar tersebut Alhasil mereka turun bersama.
di lantai bawah sudah ramai orang, tempat itu memang sengaja di gunakan untuk para pengunjung memesan dan menikmati makanan selama mereka menginap di sanah.
Shen duyi, xiaoli dan Aqila duduk di salah satu meja dekat tangga dan menghadap langsung ke arah pintu masuk penginapan.
"semangkuk mie kuah panas dengan daging bakar dan satu piring sayuran juga beberapa cemilan manis untuk tiga orang"
Xiaoli yang memang sudah hafal betul dengan makanan kesukaan Aqila langsung memesan ketika salah seorang pelayan menghampiri meja mereka.
"baik sebentar akan kami siapkan"
"hm"
Setelah mencatat pesanan pelayan laki-laki tersebut pergi ke sudut ruangan yang di pastikan itu adalah dapur penginapan.
lima belas menit menunggu akhirnya semua pesanan di hidangkan, mereka bertiga langsung menyantap makanan tersebut dengan tenang tanpa ada obrolan sedikit pun.
....
Pagi-pagi sekali mereka sudah terbangun dan bersiap-siap untuk pergi ke akademi.
"kalian sudah siap"
tanya Shen duyi yang sejak beberapa menit lalu menunggu di luar kamar karena dia telah siap lebih dulu.
__ADS_1
"hm"
Xiaoli dan Aqila mengangguk secara bersamaan, kemudian mereka melangkah pergi turun ke bawah untuk sarapan.
setelah dua puluh menit menghabiskan makanan mereka pergi dari penginapan tersebut menuju akademi.
Mereka datang kesana menggunakan kereta kerajaan dan hanya di dampingi oleh tiga pelayan, sisa nya di suruh menunggu di penginapan.
tiga puluh menit menempuh perjalanan rombongan mereka akhirnya tiba di depan pintu masuk akademi.
"ayo turun"
Shen duyi turun lebih dulu dari kereta di susul oleh xiaoli baru kemudian Aqila.
kedua kakak beradik mengenakan hanfu serba putih sedangkan Aqila menggunakan hanfu hitam dengan rambut di ikat persis seperti seorang pengawal pribadi.
Terlihat beberapa bangunan besar berjejer rapih dengan halaman yang begitu luas ada beberapa pohon bunga seperti sakura tumbuh di beberapa tempat.
Juga ada satu bangunan yang berhasil menarik perhatian Aqila, bangunan itu menjulang tingga seperti apartemen di dunia nya.
"apa itu"
Aqila terus memandang ke arah bangunan tersebut dia begitu penasaran dengan isi di dalamnya apalagi melihat lonceng besar di atas sanah.
"itu adalah menara sihir tempat ujian bagi mereka yang ingin mendapatkan gelar master, menurut kabar ada seratus ujian yang harus di lewati tapi sampai sekarang tidak ada lagi yang berhasil menyelesaikan seratus ujian tersebut selain master agung pendiri akademi ini"
__ADS_1
Jelas Shen duyi, dia terlihat begitu bersemangat saat awal kali menjelaskan tetapi setelah nya berubah murung, entah apa yang pemuda itu pikirkan.
Aqila dan xiaoli yang mendengar penjelasan tersebut mengangguk paham, kemudian mereka melanjutkan kembali langkah menuju tempat pertandingan berada.
Selama di perjalanan mereka melihat ada banyak sekali orang yang juga akan menunju ke arena pertandingan baik wanita maupun pria.
setelah beberapa waktu berjalan mereka tiba di tempat pertunjukan yang secara kebetulan akan segera di mulai.
area pertandingan di buat melingkar ada begitu banyak kursi yang sudah di sediakan oleh para pengurus untuk peserta sedangkan di depan sanah terlihat ada tujuh kursi yang masih kosong.
tujuh kursi tersebut akan di Isi oleh tujuh orang guru yang akan memberikan penilaian atas pertandingan kali ini.
ketika semua orang sudah duduk di pilihan masing-masing dan kebisingan terjadi, salah satu pemuda mulai maju ke depan.
"SEBElUM MEMULAI ACARA IJINKAN SAYA MEMPERKENALKAN DIRI SAYA BAI LIN SALAH SATU MURID AKADEMI SIHIR YANG AKAN MENGAWAL PERTANDINGAN KALI INI"
"Di BELAKANG SAYA TERDAPAT TUJUH KURSI YANG AKAN DI ISI OLEH TUJUH GURU BESAR AKADEMI SIHIR YANG AKAN MENJADI PENILAI SELAMA PERTANDINGAN DI MULAI"
"MARI KITA SAMBUT GURU BESAR BAIHU, GURU BESAR CHAOXIANG, GURU BESAR HUIZHONG, GURU BESAR LAOHU, GURU SENIOR FEIYU, GURU SENIOR LI JIE, DAN GURU SENIOR JIA HAO"
Teriak pembawa acara, pemuda itu mengenakan seragam putih dengan lambang akademi sihir berbentuk naga.
Semua orang yang semula nya duduk langsung bangkit saat melihat ke tujuh guru itu memasuki podium, kemudian mereka memberi saling memberi hormat baru setelah itu mereka duduk kembali.
"KARENA SEMUA NYA SUDAH BERKUMPUL MAKA PERTANDINGAN DI NYATAKAN DI MULAI"
__ADS_1
Begitu acara resmi di mulai suara kembang api terdengar menggema di langit-langit, semua orang bertepuk tangan saat menyaksikan keindahan itu.