
sedangkan di dunia nyata Lin Shan sibuk mencari keberadaan mereka berdua yang sejak siang hari tidak nampak batang hidungnya.
"sebenarnya mereka pergi kemana kenapa tidak ada yang memberitahu ku terlebih dulu"
gerutu pemuda itu yang merasa kesal sendiri karena tak dapat menemukan keduanya.
merasa lelah mencari, lin Shan memutuskan untuk bertanya pada Han Zain siapa tau pria paruh baya itu tau keberadaan keduanya.
kembali ke ruang dimensi di tengah perkumpulan Aqila meminta Lila untuk meminum air suci agar energi gadis itu semakin bertambah.
di sanah terdapat hei long, Bai lu, lima ratus lima pasukan, macan kumbang, dan hei Lang yang ikut menyaksikan tindakan Aqila saat ini.
gadis itu ingin menjadikan Lila sebagai jendral pasukan barunya yang sebentar lagi akan dia bentuk.
karena Lila tidak bisa ikut ke dunia atas maka lebih baik meminta gadis itu menjaga keamanan kerajaan bersama yang lain.
sekaligus menguji kesetiaan gadis itu Aqila juga akan menempatkan mata-mata di sisinya untuk mencegah hal buruk terjadi.
setelah seharian berada di dalam dimensi Aqila membawa Lila keluar karena dia memiliki firasat bahwa sesuatu sedang terjadi.
dan benar saja saat mereka keluar dari kediaman beberapa prajurit berlarian ke arah mereka berdua.
"nona anda darimana saja yang mulia raja sangat khawatir dengan keadaan anda setelah tuan Lian Lin Shan melaporkan bahwa anda tidak di temukan dimanapun"
salah satu dari mereka mulai membuka suara ketika sudah tiba di hadapan gadis itu.
"ck pemuda itu"
Lila mendengus kesal dengan kegaduhan yang terjadi.
"katakan pada ayah bahwa aku baik-baik saja tadi ada urusan mendesak jadi aku tak sempat meminta ijin.
ucap Aqila panjang lebar, bukanya langsung menjawab para prajurit malah terdiam cengo mendengar Aqila berbicara banyak pada mereka.
"apa kalian tuli"
tegur Lila, para prajurit tersentak dan akhirnya tersadar kembali dari keterkejutannya.
"ah, baik nona, kami pamit undur diri"
mereka membungkuk hormat sebelum pergi dari sanah.
"hm"
setelah itu mereka membubarkan diri untuk memberitahukan pesan tersebut pada Han Zain dan Lin Shan yang juga tengah sibuk mencari keberadaan keduanya.
"nona memangnya berapa lama kita pergi"
tanya Lila dengan segudang pertanyaan yang sejak tadi terus berputar di otak kecilnya.
"satu hari di dunia dimensi satu jam di dunia nyata"
jawab Aqila, sedangkan gadis itu melotot saat mendengar hal tersebut
"hah, saya pikir kita hanya sebentar di dalam dimensi kenapa tidak ada malam di sanah"
"bukan tidak ada kita hanya keluar terlalu cepat"
"oh jadi seperti itu"
tidak ada lagi jawaban yang terdengar karena Aqila sudah kembali masuk ke dalam kediaman.
__ADS_1
"huh"
Lila menghela nafas kasar saat dirinya di tinggalkan sendirian.
malam berlalu begitu saja kini matahari kembali menampakkan sinarnya, para penghuni istana juga sudah di sibukkan dengan kegiatannya masing-masing.
begitupun dengan Aqila yang saat ini tengah menikmati sarapan bersama sang ayah.
"ayah"
ucap gadis itu memanggil Han Zain yang sibuk menikmati makanan.
"hm"
mendengar namanya di panggil pria paruh baya itu mendongak Sambil menatap heran sang anak.
"bagaimana keadaan kerajaan"
ucapnya lagi yang ingin tau perkembangan kerajaan Cang'an saat ini.
"sudah lebih baik setelah kau kembali"
Han Zain menjawab jujur pertanyaan tersebut karena memang benar adanya setelah gadis itu kembali keadaan wilayah ibu kota berangsur membaik.
para penduduk juga sudah kembali melakukan kegiatan seperti biasanya yaitu berdagang, berkebun dan masih banyak lagi.
hening tidak ada lagi suara yang keluar dari mulut gadis itu, han Zain menatap bingung sikap putrinya yang terkesan misterius.
sedangkan aqila terlihat acuh seolah tak terusik sama sekali walau di tatap sedemikian rupa oleh sang ayah.
setelah selesai menikmati makanan keduanya kembali ke tempat masing-masing, karena masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan.
saat melewati koridor istana, yaitu jalan menuju kediaman putri Aqila berpapasan dengan Lin Shan yang sedang menuju ke arahnya.
ucap pemuda tersebut ketika dirinya tiba di hadapan Gadis itu.
"hm"
jawab Aqila singkat seperti biasa dengan ekspresi datar.
"anda memanggil saya "
tanya Lin Shan karena sebelumnya seorang pelayan datang menemui dia dan mengatakan bahwa Aqila memanggilnya.
"kau sibuk"
"tidak"
"kalau begitu ikut dengan ku"
"baiklah silahkan"
tanpa membantah pemuda itu langsung mengiyakan keinginan tersebut
baru setelahnya Lin Shan mempersilahkan Aqila berjalan lebih dulu karena dia yang tau kemana mereka akan pergi.
gadis itu memutar arah berjalan ke tempat penitipan hewan, sepertinya aqila akan keluar istana pikir pemuda tersebut.
dan benar saja setelah tiba dia langsung menaiki kuda hitamnya kemudian melesat menuju pintu gerbang istana.
tidak ingin tertinggal Lin Shan juga bergegas menaiki kuda coklat miliknya kemudian menyusul gadis itu.
__ADS_1
para prajurit yang berpapasan membungkuk hormat saat keduanya melewati mereka dengan serempak.
tiga jam memacu kuda Lin Shan akhirnya menyadari kemana mereka akan pergi yaitu pasar gelap.
"mohon berhenti tunjukkan identitas kalian terlebih dulu"
dua orang pria berbadan kekar menghentikan keduanya Aqila sempat merasa heran karena sebelumnya tidak ada penjagaan kenapa saat ini banyak orang di tempatkan di segala sisi pasar tersebut.
tidak ingin membuang waktu Aqila dan Lin Shan langsung menunjukkan token identitas mereka kehadapan keduanya.
setelah di teliti untuk beberapa saat akhirnya mereka di izinkan masuk.
Aqila dan Lin Shan kembali menarik kekang kuda menuju tempat pelelangan yang dulu pernah di kunjungi.
tempat itu Masih sama ketika mereka tiba bahkan lebih besar dan lebih ramai dari sebelumnya.
"selamat datang tuan dan nona mari silahkan masuk pelelangan sebentar lagi akan segera di mulai"
keduanya di sambut baik oleh salah satu pekerjaan namun sepertinya dia melupakan sosok Aqila dan Lin Shan saat ini.
wajar saja jika hal itu terjadi sebab mereka sudah lama tidak datang ke tempat tersebut.
"saya ingin memesan ruangan"
"mari saya antar"
mereka di bawa ke lantai atas ruang nomor tiga, berhadapan dengan tempat panggung pelelangan.
setelah mendudukkan diri dan memesan makanan tidak berselang lama acara mulai di buka.
selama pelelangan berlangsung tidak ada yang berhasil menarik perhatian gadis itu sama sekali.
Lin Shan bahkan di buat bingung dengan tujuan gadis itu datang kemari, ingin bertanya tapi di urungkan kembali saat melihat Aqila memejamkan mata.
pemuda itu terus berpikir tidak mungkin Aqila jauh-jauh datang kemari hanya untuk numpang tidur.
"apa yang kau pikirkan"
ucap Aqila, Lin Shan terkejut begitu mendengar suara tersebut.
"ah tidak ada, sebenarnya kita datang kemari untuk apa nona"
karena tidak ingin terus merasa penasaran ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada gadis itu.
"pelayan"
bukanya menjawab Aqila malah memanggil seorang pelayan yang tidak sengaja lewat depan ruangan yang memang hanya tertutup oleh kain.
"ada yang bisa saya bantu nona"
"saya ingin bertemu dengan tuan Li anji"
"tunggu sebentar akan saya sampaikan"
"hm"
pelayan tersebut melangkah keluar dan menghilang dari keramaian setelah mendapat tips dari Aqila.
Hey ketemu lagi sama author ada yang kangen gak nih heheheheππ
terimakasih sudah mampir, maaf yh klo belum sesuai ekspektasi.
__ADS_1
selamat membaca dan see you next time di episode berikutnya πππ