SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Mengambil Alih Kerajaan Bingjie


__ADS_3

suasana ruangan terasa semakin mencekam setelah Aqila membuktikan ucapannya yang ingin menghabisi mereka semua.


"bersiaplah mati gadis sialan"


Jun gong fai melesat sambil mengeluarkan senjatanya yang berbentuk pedang kemudian mulai menyerang gadis itu.


sedangkan Aqila terlihat masih berdiri tenang menunggu pria itu semakin mendekat baru setelah itu dia mulai mengeluarkan pedang hitam kesayangannya.


Aqila ingin memberikan mereka kejutan lagi dan hal itu benar terjadi sesuai perkiraan.


kemunculan pedang hitam dengan aura yang begitu kuat saat menangkis serangan Jun Gong fai kembali menyita perhatian semua orang.


"kau mencurinya dimana gadis sialan, menyerah-lah dan serahkan pedang hitam mu pada ku maka aku akan berbalik hati sedikit mengurangi hukumannya"


ucap Jun gong fai tidak tau malu, pria paruh baya itu terlihat tertarik dengan pedang hitam kesayangan gadis tersebut.


sytttt


Aqila membuat gerakan memutar tubuh sambil mengayunkan pedang Hitamnya dan itu berhasil melukai salah satu bagian tubuh Jun gong fai.


"orang seperti mu tidak pantas memilikinya"


setelah melakukan serangan balasan gadis itu berucap dingin juga terdengar menohok hal itu kembali mematik amarah Jun gong fai.


belum juga Jun gong fai membalas ucapannya Aqila kembali menyerang secara membabi buta gerakannya acak dan sulit di prediksi.


di sisi lain,


setelah melakukan pencarian yang cukup memakan waktu Lila, Lin Shan dan Bai Lu berhasil menemukan tempat dimana keluarga Lin di tahan.


tempat itu adalah penjara bawah tanah tanpa menunggu lama lagi ketiganya mulai membebaskan satu persatu dari mereka yang memang di tahan secara terpisah.


tapi sayangnya di sanah tidak ada Lin Bao Lila Merasa cemas takut Aqila akan mengamuk lagi saat tidak melihat bocah kecil menggemaskan itu.


"dimana adik kecil"


Lila bertanya pada Lin zhang tanpa memperdulikan hal lainnya lagi setelah mereka keluar dari sel tahanan.


"saya tidak tau mereka membawanya kemana"


wajah datar yang biasanya pria itu tunjukkan kini tidak terlihat lagi yang ada hanya ekspresi cemas dan khawatir di wajah tampannya.


"sebaiknya kita cepat pergi dari sinih dan mencari dimana Lin Bao berada"


ucap Lin Shan sambil berjalan keluar dari tempat itu, tampa banyak bicara yang lain juga Mulai menyusul kepergian pemuda tampan tersebut

__ADS_1


kembali ke aula utama keadaan Jun gong fai sudah tidak baik-baik saja setelah melawan Aqila sedangkan yang lain hanya bisa membeku di tempat beberapa dari mereka yang mencoba membantu pria itu ikut tewas dengan bagian tubuh terpisah.


ruangan yang semulanya bersih dan rapih kini nampak berantakan juga kotor akibat noda darah dari para korban yang terkena kekejaman gadis itu.


tidak ingin kalah dari seorang gadis Jun gong fai mengeluarkan sisa tenaganya dan kembali menyerang Aqila.


brak


tanpa ampun Aqila membalas dengan telak serangan tersebut, kini Jun gong fai terpental jauh dan menabrak tiang penyanggah yang ada di luar aula.


pria paruh baya itu memuntahkan banyak darah, belum selesai dengan itu semua Aqila kembali melemparkannya Hingga halaman depan istana utama.


Jun gong fai merasakan sakit yang amat luar biasa pria itu bahkan tidak sanggup lagi membuka mata dia menyesal karena telah kalah dari seorang gadis tapi sepertinya sudah terlambat untuk memperbaiki.


aksi itu di saksikan langsung oleh semua orang yang tidak sengaja berada di sanah termasuk Jun hui.


"berhenti atau saya akan membunuhnya"


Jun hui berjalan ke arah Aqila sambil mendongakkan pisau ke leher Lin Bao, aqila mengepalkan tangan melihat itu semua.


"ibu"


bocah kecil menggemaskan tersebut terlihat ketakutan wajahnya sudah di banjiri air mata


"lepaskan"


"kau pikir saya bodoh dengan melepaskannya begi saja"


sambil mengatakan hal itu Jun hui menekan belati yang ada di leher Lin Bao sampai membuatnya sedikit mengeluarkan darah


bisa di bayangkan semarah apa Aqila saat ini tapi gadis itu tidak bisa bertindak gegabah dia harus memikirkan cara bagaimana melepaskan Lin Bao tanpa menyakitkannya.


"Lin Bao"


ucap Aqila sambil menatap lembut ke arah bocah laki-laki tersebut


"ibu aku takut"


Lin Bao masih terisak hingga membuat mata jernihnya memerah, Aqila tidak tega melihat itu semua.


"Lin Bao"


dari jauh seorang pria berlari mendekati Jun hui namun gerakannya harus terhenti saat pemuda itu kembali menekan belatinya.


orang itu adalah Lin zhang yang lebih dulu menemukan keberadaan putranya baru setelah itu yang lain mulai menyusul.

__ADS_1


keadaan luar istana juga tidak kalah kacau banyak mayat berserakan di mana-mana, hanya mereka yang tidak melawan yang tidak bersalah yang masih di biarkan hidup.


saat semua orang tidak bisa melakukan apapun diam-diam Bai Lu merubah wujudnya menjadi ular kecil kemudian merayap secara perlahan menuju Jun hui.


saat sudah tiba di belakang pria itu Bai Lu mulai merayap secara perlahan hingga gerakannya tidak dapat di sadari oleh orang tersebut.


begitu sampai di bagian leher Bai Lu langsung menggigitnya Jun Hui yang merasakan sakit tanpa sadar membuang belati yang di pegangnya.


saat melihat kesempatan Aqila melesat secepat cepat dan langsung merebut Lin Bao dari tangan Jun hui.


pemuda itu mengejang kesakitan akibat bisa yang di berikan oleh Bai Lu, bisa racun itu memang tidak membunuh secara langsung namun merenggut nyawa secara perlahan.


anggota keluarga kerajaan yang lain di habisi sampai tak tersisa agar tidak menimbulkan kekacauan nantinya.


Jun gong fai menatap sendu putra kesayangannya yang sedang berteriak kesakitan dia kembali menatap penuh bencian pada Aqila, orang yang menjadi penyebab semua kekacauan saat ini.


meski sedang di ambang batas kematian pria itu tidak juga sadar dengan perbuatannya sendirinya yang telah mengusik ketenangan hidup orang lain.


jadi itu bukan salah Aqila sebab gadis itu tidaklah murah hati hingga mengabaikan orang yang telah berani mengusik ketenangan hidupnya.


beberapa waktu setelahnya Jun gong fai mulai menyusul kepergian seluruh anggota keluarganya, pria itu menghembuskan nafas terakhir setelah berjuang begitu keras menahan rasa sakit yang Aqila berikan.


setelah semuanya selesai aqila membawa Lin Bao masuk ke dalam aula, yang lain menatap bingung juga penasaran dengan apa yang akan Aqila lakukan selanjutnya.


di dalam aula orang-orang yang masih di biarkan hidup menunduk takut saat gadis itu kembali menatap ke arah mereka.


kini Aqila duduk di atas singgasana sambil memangku Lin Bao yang masih tersiksa di dalam pelukannya.


pemandangan itu menuai beragam ekspresi sampai Aqila mulai membuka suaranya.


"mulai detik ini kerajaan bingjie menjadi milik ku siapapun yang berani memberontak atau membelot akan bernasib sama seperti mereka, apa kalian keberatan"


dengan tegas dan penuh wibawa Aqila kembali mengklaim wilayah Utara sebagai kepunyaannya setelah dia berhasil menaklukan kerajaan dengan cara membunuh rajanya.


"tidak nona Aqila"


jawab mereka serempak, mereka tidak ingin mengambil resiko berurusan dengan Aqila, orang yang yang di beri julukan gadis manis berhati iblis.


"siapkan upacara penobatan raja baru aku ingin semua persiapan sudah siap besok"


ucap Aqila memberi perintah dengan tegas meskipun itu terdengar memaksa tapi mereka yang masih hidup hanya bisa menurutinya tanpa boleh membantah.


setelah mengambil alih kerajaan bingjie Aqila bangkit dari kursi singgasana kemudian berjalan keluar dengan membawa Lin Bao dalam gendongannya.


hey ketemu lagi sama author maaf yh hari ini author cuma bisa up satu soalnya bab berikutnya baru setengah karena otak author lagi blank😊

__ADS_1


semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya, terimakasih sudah mampir dan selamat membaca 🙏🥰


__ADS_2