SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Penolakan Lin Shan


__ADS_3

dengan kemampuan yang Lin Shan miliki pemuda itu mampu mengalahkan para monster dalam hitungan menit dia juga terlihat sangat ahli dalam menggunakan berbagai jenis senjata.


Suara riuh dan tepuk tangan mengiringi keberhasilan pemuda tersebut.


Aqila sangat puas karena telah berhasil mendidik Lin Shan menjadi pria kuat yang tidak mudah di kalahkan.


sekarang tiba saat nya Lin Shan harus menunjukkan kekuatan sihir dalam dirinya.


Sebelum melakukannya lagi-lagi Lin Shan melirik ke arah Aqila dan itu di sadari oleh pangeran Zhuang Lan karena pemuda itu duduk tepat di samping kiri Aqila.


"sepertinya kak Lin Shan menyukai nona Aqila" guma Zhuang Lan dalam hati.


Zhuang Lan bisa menebak demikian karena cara Lin Shan memandang aqila tidak seperti bawahan pada tuan nya melainkan terdapat cinta yang begitu besar di mata pria itu.


Entah Aqila menyadari nya atau tidak tetapi jauh di Lubuk hati Zhuang Lan dia merasa cemburu.


rupa nya kedua bersaudara itu jatuh cinta pada gadis yang sama, akan kah cinta mereka terbalaskan atau bertepuk sebelah tangan.


duarr


Brakk


Duarr


Brakk


ledakan demi ledakan terdengar nyaring bahkan menggema di area latihan, mereka terkejut mengetahui fakta bahwa pemuda itu berada di ranah jendral.


sempat terbersit dalam pikiran mereka bahwa Lin Shan tidak sekuat itu karena dia hidup menjadi bawahan seorang gadis bernama Aqila.


tidak semua orang tau kehebatan gadis itu karena dia pandai menyembunyikannya setiap kali Aqila menyelesaikan pertarungan dia akan meminta orang kepercayaannya untuk membereskan sisa kekacauan tersebut.


Riuh tepuk tangan kembali terdengar beberapa orang mulai memihak pemuda itu.


setelah serangkaian ujian kelayakan akhirnya Lin Shan dapat menyelesaikan semua tantangan dengan baik.


....


Malam hari nya semua anggota kerajaan termasuk orang-orang penting dan utusan kerajaan lain berkumpul kembali di aula utama untuk menikmati makanan malam.

__ADS_1


Hal ini benar-benar tidak terduga di pikiran semua utusan kerajaan niat hati mereka hanya datang untuk merayakan ulang tahun raja Zhuang Daiyu malah terpaksa tinggal lebih lama untuk ikut serta menyaksikan pengangkatan putra mahkota Kerajaan bulan.


"saya ucapkan terimakasih pada kalian semua karena telah bersedia tinggal lebih lama di istana, besok saya akan mengumumkan peresmian pengangkatan putra mahkota, saya harap para utusan kerajaan bersedia hadir di acara besok" ucap Zhuang Daiyu begitu tulus.


"tentu saja yang mulia raja, kami turut senang bisa menyaksikan hari bahagia kerajaan ini" jawab utusan dari kerajaan xingxing


mendengar penuturan tersebut beberapa orang merasa bahagia tapi ada juga yang tidak, seperti permaisuri chunhua dan perdana menteri.


Mereka marah dan harap-harap cemas tentang siapa calon putra mahkota yang akan di pilih.


Mereka sangat berharap bahwa yang menjadi putra mahkota adalah Zhuang Lan tapi jika Lin Shan yang mendapat gelar tersebut maka mereka tidak akan tinggal diam.


Segala siasat licik telah tersusun di otak mereka berdua, apa pun yang terjadi mereka tidak akan membiarkan Lin Shan menjadi raja selanjutnya.


makan malam akhirnya berlangsung dengan lancar beberapa saat setelah nya semua orang sudah kembali ke tempat masing-masing untuk beristirahat karena malam sudah semakin larut.


berbeda dengan mereka, para pelayan dan prajurit justru di buat sibuk menyiapkan acara besok yang terkesan mendadak, Walau begitu mereka melakukannya dengan senang hati dan teliti agar tidak terdapat kesalahan sedikit pun.


....


Malam berlalu begitu saja aula utama sudah di penuhi oleh banyak orang.


Segala persiapan untuk pesta pengangkatan telah selesai di lakukan, berita pengangkatan putra mahkota telah menyebar hingga ke pelosok desa.


karena dua pangeran memiliki kualitas yang hampir setara yaitu Baik hati, pemberani, dan kuat.


para petinggi kerajaan serta utusan berbagai kerajaan sudah berkumpul di ruangan yang sama termasuk raja Zhuang Daiyu dan permaisuri chunhua.


Hanya pangeran Zhuang Lan dan pangeran Lin Shan yang belum menampakkan batang hidungnya mungkin mereka masih mempersiapkan diri.


"PANGERAN ZHUANG LAN DAN PANGERAN ZHUANG LIN SHAN TELAH TIBA"


pintu aula utama langsung terbuka lebar mereka berdua masuk secara bersamaan.


Pusat perhatian kini berpindah pada mereka berdua, ke dua pangeran terlihat sangat menawan dengan pakaian mewah khas kerajaan yang di rancang khusus oleh penjahit kerajaan.


Keduanya melangkah penuh wibawa sama-sama menampilkan ekspresi datar yang sial nya menambah kadar ketampanan mereka berdua.


"salam ayahanda semoga anda berumur panjang dan selalu bahagia" ucap ke-dua nya secara bersamaan.

__ADS_1


Melihat kekompakan itu permaisuri chunhua mengernyit bingung sekaligus kesal dengan putra nya sendiri.


"Zhuang Lan benar-benar menganggap pemuda jalanan itu sebagai kakak nya dan bukan musuh apa dia bodoh, kenapa aku melahirkan anak bodoh sepertinya" umpat permaisuri chunhua dalam hati.


"salam kalian saya terima silahkan duduk" ucap Zhuang Daiyu


Setelah mendapat perintah mereka berdua berjalan ke tempat duduk masing-masing sedangkan tempat duduk untuk putra mahkota sengaja di kosongkan untuk sementara waktu.


raja Zhuang Daiyu memberi kode pada orang kepercayaannya bahwa acara sudah bisa di mulai.


Dan tanpa membuang waktu pesta perayaan di mulai dengan tarian dari para penari yang sengaja di undang sebelumnya.


Setelah tarian selesai di mainkan barulah upacara pengangkatan putra mahkota di lakukan.


tanpa basa basi raja Zhuang Daiyu ingin mengangkat Lin Shan sebagai putra mahkota namun keinginan itu tidak berjalan baik beberapa orang menolak keputusan pria itu.


akhirnya suasana menjadi memanas karena terdapat dua kubu yang saling berlawanan.


Mereka saling mempertahankan argumen masing-masing dan tidak ada yang mau mengalah.


Melihat situasi yang sudah tidak kondusif Lin Shan bangkit dari posisinya kemudian berjalan ke hadapan raja Zhuang Daiyu.


Pergerakan pemuda itu tidak luput dari mata semua orang, mendadak ruangan itu menjadi hening, mereka penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh pemuda tersebut.


"sebelum nya saya ingin meminta maaf karena telah menyela pembicaraan kalian semua dan saya sangat berterimakasih pada ayahanda karena telah mempercayai saya untuk menjadi penerus tahta tapi maaf saya tidak bisa menjadi putra mahkota ada orang lain yang lebih pantas atas tahta itu" ucap Lin setelah menundukkan kepala nya sebentar sebagai bentuk penghormatan.


"apa maksud mu putra ku, kau juga berhak atas tahta ini" sahut raja Zhuang Daiyu kekeh dengan pendirian nya.


Yang mana itu membuat kemarahan dalam diri permaisuri chunhua dan perdana menteri semakin memuncak.


"tidak ayahanda, saya kembali bukan untuk menjadi raja, tidak pernah sedikitpun ada keinginan dalam diri saya untuk menjadi penerus tahta" jelas Lin Shan


Semua orang terkejut mendengar penuturan pemuda itu, mereka yang berada di kubu Lin Shan tidak habis pikir dengan jalan pikiran pemuda tersebut.


Jika itu orang lain mereka pasti akan sangat senang dan berusaha sebaik mungkin untuk meraih posisi itu.


"ayahanda saya tidak akan tinggal lebih lama di kerajaan ini" ucap Lin Shan yang lagi-lagi mengejutkan semua orang.


"memang kau mau kemana?" tanya Zhuang Daiyu penasaran dengan penolakan yang Lin Shan lakukan saat ini.

__ADS_1


"saya akan tetap berada di sisi nona Aqila dia adalah penyelamat saya, saya sudah bersumpah untuk mengabdikan sisa hidup saya pada nya" terang Lin Shan.


"apa kau bodoh kau adalah seorang pangeran dari kerajaan besar apa kata orang di luaran sana tentang mu nantinya" murka Zhuang Daiyu yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran putra kesayangannya tersebut.


__ADS_2