SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
berhasil melewati ujian seratus Menara sihir


__ADS_3

Ujian itu belum selesai sampai di sanah, kini Aqila di perlihatkan gambaran masa lalu dimana dia mendapat perlakuan tidak adil dari orang-orang terdekatnya baik di kehidupan pertama dan juga di kehidupan sekarang.


Aqila mengepalkan tangannya dengan sangat kuat rahangnya mengeras dia benci saat seseorang mencoba mengingatkan nya tentang masa lalu.


Dia susah payah melupakan ingatan buruk itu dan dengan seenak jidat orang tersebut ingin menarik dirinya ke dalam lumpur yang sama, Aqila tidak akan membiarkan itu semua terjadi.


"berani sekali kau mempermainkan ku" teriak Aqila begitu keras


Bersamaan dengan itu cahaya terang keluar dari dalam tubuhnya bahkan sinar itu sampai keluar dari Menara Sihir.


Mereka yang berada di lingkungan akademik bergegas pergi ke asal cahaya itu, sedangkan guru besar baihu, guru agung, Shen duyi dan xiaoli terkejut buka main menyaksikan pemandangan di depan mereka.


untuk Bai long sendiri dia di masukkan ke dalam dimensi.


Ruangan yang semula gelap gulita kini sangat terang benderang Aqila membuka mata dan menyadari kini dia sudah naik tingkat ke ranah kaisar.


"selamat kau telah lulus ujian, pergilah ke pintu itu untuk ujian selanjutnya"


Setelah mengatakan hal itu suara tersebut tidak lagi terdengar.


dengan langkah pasti Aqila berjalan menghampiri pintu itu dan langsung masuk ke dalam nya.


....


kini Aqila tiba di sebuah hutan, belum juga menyesuaikan diri dia sudah di hadapkan oleh ratusan monster yang menatap tajam ke arah nya.


dalam hitungan detik monster-monster itu mulai menyerang, Aqila memanggil pedang hitam untuk membantu menghabisi mereka semua.


setengah jam berlalu separuh monster berhasil di kalahkan, selama pertarungan berlangsung Aqila baru mengetahui bahwa dia tidak bisa menggunakan kekuatan sihirnya.


Dia juga tidak bisa memanggil binatang kontrak nya, alhasil pertarungan kali ini benar-benar harus mengandalkan kemampuan diri sendiri.


Srtttt


Bugg


Brak

__ADS_1


gadis itu berjuang sekuat tenaga demi bisa mengalahkan mereka semua, stamina yang dia miliki hampir habis tapi belum semua monster terbunuh.


Aqila kembali menyerang sisa monster yang tersisa hingga dia berhasil mengalahkan mereka semua.


darah monster mengalir deras di pedang hitam milik Aqila, tatapan gadis itu sangat tajam meski tubuh nya menjadi lemah karena kehabisan tenaga tapi aura membunuh yang terpancar dari dalam tubuhnya begitu kuat.


Jika itu orang lain mungkin mereka sudah tewas di tempat karena berjuang seorang diri melawan ratusan monster yang memiliki kekuatan hampir setara dengan nya.


setelah para monster di habisi cahaya terang seperti sebelumnya menghampiri gadis itu yang artinya dia lolos ke ujian selanjutnya.


....


Ujian demi ujian Aqila lalui tidak sedikitpun gadis itu mengeluh hingga kini dia tiba di ujian ke seratus Menara sihir.


Hal pertama yang menyapu indra penglihatannya adalah keadaan Dunia yang hancur, ratusan bahkan jutaan mayat berserakan di mana, tangis pilu para istri ibu serta anak terdengar saling bersahutan, genangan darah dimana-mana, kobaran api melahap segalanya.


Hingga Kepulan asap membumbung tinggi ke langit, hujan turun dengan begitu derasnya menjadi saksi pilu hancurnya dunia.


Aqila juga melihat seorang gadis berambut putih dengan Tilak merah di dahinya menangis dengan begitu pilu sambil memeluk seonggok tubuh yang tidak lagi bernyawa.


keadaan gadis itu juga sangat memprihatinkan tubuh nya penuh luka pakaian yang dia kenakan terdapat banyak bercak darah.


di saat yang bersamaan Gadis berambut putih itu menatap ke arah dan kini mereka saling bersitatap.


Bola mata berwarna merah darah yang Aqila lihat tidak membuatnya takut justru dia dapat merasakan kesedihan mendalam yang gadis itu rasakan.


Hanya mata nya yang nampak jelas di penglihatan Aqila sedangkan lain nya tampak kabur.


Sedangkan di luar menara sihir seluruh penghuni akademik itu di buat terkejut sekaligus terkagum-kagum dengan orang yang berhasil menyelesaikan setiap ujian yang di berikan.


Karena selama ini selain guru agung tidak ada yang mampu bertahan hingga ke puncak menara sihir bahkan raja xingxing sekalipun.


kebanyakan dari mereka yang mencoba mengikuti ujian Menara sihir berhenti di tengah jalan.


Ada yang kembali dengan kehilangan anggota badan ada juga yang terluka parah hingga terbaring di tempat tidur bertahun-tahun dan ada yang tidak kembali sama sekali.


Soal bagaimana mereka tau bahwa Aqila sudah berada di puncak menara sihir karena setiap gadis itu berhasil melewati ujian pertanda cahaya dari setiap ruang ujian akan memancar ke luar.

__ADS_1


....


Aqila ingin tau siapa gadis itu tapi mulut nya keluh untuk sekedar berucap.


Yang membuat Aqila penasaran adalah mengapa dia biasa merasakan rasa sakit yang gadis itu.


Aqila sangat yakin bahwa itu bukan adiknya karena sang adik sudah berpulang dengan tenang ke pangkuan sang pencipta.


Gadis itu terus saja menatap ke arah Aqila bibirnya bergetar seakan sedang menggumakan sesuatu, tapi karena hujan yang begitu deras Aqila tidak bisa mendengar perkataan nya.


Ujian ke seratus menghabiskan waktu yang cukup lama karena Aqila tidak mengerti maksud dari gambaran di depannya, dan apa hubungan gadis itu dengan dirinya.


tapi satu hal yang pasti hati Aqila begitu sakit seolah dia di hujani ribuan anak panah, air matanya bahkan tidak mau berhenti menetes.


"cukup apa maksud semua ini" teriak Aqila sangat keras.


dia berharap ada yang menjawab pertanyaan nya tapi nihil beberapa menit menunggu tidak juga ada balasan.


"pengecut keluar lah jika tidak aku akan menghancurkan menara sihir ini" ancam Aqila yang sudah kehilangan kesabaran.


Hasil masih tetap sama tidak ada yang menyahuti perkataan gadis itu.


"jangan menguji kesabaran ku, kau pikir dengan menunjukkan ini semua maka aku akan menyerah, perlu kau ingat itu tidak akan terjadi" ucap Aqila keras sambil mencoba bangkit.


di tengah kesedihan Aqila menyadari satu hal bahwa situasi sekarang sangat mirip dengan mimpinya tempo lalu.


"jika kau menunjukkan ini untuk menjatuhkan mental ku maka kau salah besar aku Alexa alveria menantang mu sekarang juga, keluarlah pengecut" jerit Aqila yang kini benar-benar meluapkan emosi nya.


Masih tidak ada jawaban dan itu membuat Aqila meradang, karena gejolak emosi yang tidak terkontrol menyebabkan elemen sihir dalam dirinya menjadi tidak stabil.


Perlahan tujuh cahaya keluar dari dalam tubuh Aqila bersama dengan teriakan menyakitkan dari gadis itu.


Dan secara mengejutkan gambaran hancurnya dunia mendadak berubah jadi dunia yang begitu indah.


Aqila kembali mengalami kenaikan tingkat kini dirinya berada di ranah master, bukan hanya itu yang aqila dapatkan dia juga menerima batu spiritual ungu.


Bersamaan dengan itu seluruh ruangan menara Sihir mengeluarkan cahaya terang yang menandakan telah ada yang berhasil menyelesaikan ujian seratus Menara sihir.

__ADS_1


Semua orang bersorak termasuk Xiaoli yang paling heboh sedangkan guru agung dan guru besar baihu tersenyum puas.


__ADS_2