
Pesta tersebut akhirnya di selesai kan lebih cepat dari yang seharusnya, semua orang sudah kembali ke kediaman masing-masing.
Saat ini di salah satu ruangan seorang wanita tengah mengamuk dia membanting semua benda yang ada di kamar nya.
Prang
Prang
Prang
"tidak ini tidak boleh terjadi!"
"tidak akan aku biarkan siapapun mengambil apa yang seharusnya menjadi milik putra ku!"
"apa yang harus aku lakukan_aaaaaaa... kenapa dia harus kembali!"
"kenapa dia tidak mati saja bersama ibu nya!"
Wanita itu berjalan kesana-kemari sambil terus gumakan kata-kata tersebut.
ruangan itu benar-benar berantakan dia seperti kesetanan mengetahui fakta bahwa putra mahkota yang sebenarnya telah kembali.
para pelayan tidak berani masuk ke dalam hanya untuk sekedar menenangkan wanita itu mereka tidak ingin menjadi sasaran kemarahan nya.
Bukan rahasia baru bahwa permaisuri kerajaan bulan yang sekarang sangat pemarah dan pembenci dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan tujuan yang dia inginkan.
Hanya saja wanita itu pandai menyembunyikan sifat aslinya para pelayan kediaman permaisuri dan pangeran Zhuang Lan tau betul tabiat wanita itu.
Untung lah pangeran Zhuang Lan berbeda dari ibu nya pemuda tampan itu tidak haus akan kekuasaan meskipun tampak dingin di luar sebenarnya dia baik hati.
Para pelayan yang bekerja di kediamannya tidak pernah mendapatkan perlakuan buruk kecuali jika mereka melakukan kesalahan berat maka hukuman yang di terima sangat lah mengerikan.
"Bagaimana ini apa kita perlu masuk ke dalam atau memanggil pangeran Zhuang Lan" ucap pelayan satu dengan ekspresi cemas.
"aku tidak berani masuk ke dalam kau saja" sahut pelayan dua
"aku juga tidak berani" jawab pelayan tiga
"kalo begitu kita beritahu pangeran Zhuang Lan saja, permaisuri tidak boleh terus seperti ini" usul pelayan dua
"baiklah aku akan melapor kalian tunggu di sini saja" ucap pelayan ke empat
__ADS_1
tiga pelayan lain mengangguk serempak sebagai jawaban.
Belum sempat melangkah jauh dari ujung lorong tampak seorang pemuda tampan yang tidak lain adalah pangeran Zhuang Lan sendiri.
"salam pangeran mahkota" ucap pelayan satu
"ada apa! Dimana ibu?" jawab Zhuang lan di akhiri pertanyaan.
"yang mulia permaisuri ada di dalam pangeran" beo pelayan satu.
Zhuang Lan bergegas ke kamar permaisuri chunhua dia memiliki firasat bahwa ibu nya pasti sedang tidak baik-baik saja.
Melihat pangeran Zhuang Lan mendekat para pelayan yang berjaga di depan pintu menyingkir.
Brak
Prang
Pintu di buka secara paksa hingga menimbulkan bunyi yang cukup beras bersamaan dengan terlemparnya sebuah benda ke arah pintu masuk.
Zhuang Lan yang baru saja melangkah masuk langsung terhenti saat melihat kondisi kamar yang sudah seperti kapal pecah itu.
"ibu apa yang kau lakukan" ucap Zhuang Lan dengan intonasi yang cukup keras.
"ibu kau baik-baik saja" tanya Zhuang Lan khawatir melihat kondisi ibu nya.
Pasal nya pakaian wanita itu sudah kusut rambutnya berantakan riasan di wajah nya hampir memudar karena terkena air mata.
Hati Zhuang Lan teriris menyaksikan ibu nya seperti itu, meskipun dia tidak menyukai wanita tersebut karena sikap kejam nya tapi jauh di lubuk hati Zhuang Lan dia tetep menyayangi wanita yang telah melahirkannya itu.
"Zhuang Lan dengarkan ibu kau harus membuktikan pada ayah mu bahwa hanya kau yang pantas menjadi penerus tahta hanya kau bukan pemuda jalanan itu" ucap permaisuri chunhua sambil terus menggoyangkan bahu pemuda tersebut.
"ibu kau tau betul aku tidak ingin menjadi raja kakak sudah kembali dan itu adalah hak nya jika ayah ingin menjadikan kak Lin Shan sebagai putra mahkota" jawab Zhuang lan mencoba memberi pengertian pada wanita itu.
"cukup! Kenapa kau selalu membantah perintah ibu, apa kau tidak pernah berfikir jika dia menjadi putra mahkota maka kau akan kehilangan segalanya kau akan tersisihkan dan di lupakan!" bentak permaisuri chunhua
Zhuang Lan terdiam dia membawa tubuh wanita itu ke dalam dekapannya, permaisuri chunhua langsung menangis sesenggukan.
pria itu tau betul alasan kenapa sang ibu menjadi seperti ini, itu semua karena yang mulia raja Zhuang Daiyu tidak benar-benar mencintai ibu nya.
Dalam hati raja Zhuang Daiyu hanya ada permaisuri Hui Ying dan putra pertama nya, sedangkan pernikahan sang raja dan permaisuri chunhua adalah demi keuntungan kerjaan.
__ADS_1
Permaisuri chunhua adalah wanita yang baik hati tapi setelah dirinya tau bahwa yang mulia raja tidak benar-benar mencintai nya dan selalu merindukan putra pertama mereka dia merasa kecewa apalagi ketika dirinya tau bahwa putra pertama pria itu telah di kembali.
Kemarahan dan kebencian dalam diri wanita itu semakin menjadi dia merasa posisi nya terancam hingga terus memaksa Zhuang Lan untuk menjadi putra mahkota yang di sukai oleh semua orang, dengan cara membuktikan diri bahwa hanya dia yang layak menjadi putra mahkota.
Sehingga posisi penerus Kerajaan masih tetap menjadi milik nya sekalipun putra mahkota yang asli telah kembali.
....
Di tempat lain di taman istana bagian belakang Lin Shan duduk menghadap ke arah hutan dengan tatapan kosong.
Kenyataan ini benar-benar mengguncang hati dan pikiran nya, tapi jauh di lubuk hati Lin Shan pemuda itu sangat senang karena masih memiliki keluarga, setelah sekian lama dia mendambakan nya.
Puk
Seseorang menepuk keras pundak pemuda tersebut hingga menarik kembali kesadarannya.
"nona" ucap Lin Shan lirih
Aqila mendudukkan diri di samping pemuda itu dia tau betul apa yang dirasakan Lin Shan saat ini.
"aku tau ini tidak mudah, tapi kau harus menerimanya, hargai sebelum kau benar-benar kehilangan lagi" Aqila memberi nasehat sambil menatap teduh ke arah pemuda tersebut.
"nona" hanya itu yang mampu Lin Shan katakan karena saat ini tenggorokan nya terasa tercekat
"kemari, kau bisa meminjam pundak ku untuk menumpahkan seluruh keluh kesah mu aku tau kau tak sekuat yang orang lain lihat" ucap Aqila.
Melihat tatapan teduh Aqila untuk pertama kalinya Lin Shan langsung memeluk tubuh gadis itu dengan erat.
karena tidak kuat lagi menahan rasa sesak di dada Lin Shan akhirnya menumpahkan air mata di pundak Aqila.
Percayalah sekuat apapun seseorang hati nya tetap rapuh jika menyangkut tentang orang tua.
bisa kalian bayangkan bagaimana sakitnya menjadi Lin Shan ketika umur sepuluh tahun dia sudah terpisah dengan kedua orang tua kandungnya dan mengalami hilang ingatan.
Di umur empat belas tahun dia harus kembali merasakan kehilangan orang tua angkatnya yang selama ini dia anggap orang tua kandung.
Lima tahun dia hidup sebagai seorang budak tidak sedikit rasa sakit yang dia rasakan baik fisik maupun mental.
di umur sembilan belas tahun dia bertemu dengan Aqila mereka berjuang bersama, sejak hari itu Lin Shan menganggap Aqila sebagai rumah ke duanya.
Dan di saat dia sudah pasrah menerima kenyataan dia harus kembali di hadapkan dengan kenyataan bahwa ayah kandung nya masih hidup dan dia adalah seorang pangeran.
__ADS_1
Miris bukan dia seorang pangeran mahkota penerus Kerajaan bulan tetapi menjalani kehidupan yang begitu sulit.