
Tersadar dari keterkejutannya Aqila mulai menikmati posisinya sekarang.
tanpa di arahkan pedang hitam itu membawa Aqila ke tempat bunga anggrek hitam tersebut.
setelah sampai Aqila tidak langsung mengambilnya karena dia teringat suatu pesan bahwa bunga anggrek hitam seribu kelopak hanya boleh di ambil ketika bunga itu mekar.
dan bunga itu mekar di malam bulan purnama tepat di pukul dua belas malam.
"sepertinya kita masih harus menunggu"
ucap Aqila, gadis itu hendak menyuruh pedang hitam membalik arah tepat ketika dirinya berbalik sebuah cahaya menyilaukan terpancar dari kelopak bunga yang sedang mekar.
saking terannya cahaya tersebut Aqila dan yang lain harus menutup mata menunggu cahaya itu meredup.
sepuluh menit berlalu pencahayaan kembali normal seperti sebelumnya, Aqila membalik badan untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.
terkejut itu yang Aqila rasakan saat ini, ia penasaran bagaimana bunga anggrek hitam tersebut mekar.
Aqila mengikuti arah cahaya yang menyinari bunga itu saat mendongakkan kepala dia melihat lubang berukuran sedang menampakkan rembulan di gelapnya malam.
akhirnya dia tersadar bahwa malam ini adalah bulan purnama.
dan sosok ular yang tadinya tertidur tenang mendadak bangun saat merasakan pergerakan bunga anggrek hitam itu.
ular hitam menatap tajam ke arah Aqila dengan mata bulatnya yang terlihat jernih dan cantik.
sissss
hewan itu menjulurkan lidahnya saat Aqila hendak memetik bunga tersebut.
mereka berdua saling menatap tajam Aqila kesal karena waktu tepat mengambil bunga itu akan segera berakhir.
dengan gerakan cepat Aqila langsung mengambilnya dan secara bersamaan ular hitam menggigit tangan gadis itu sampai mengeluarkan darah.
setetes darah Aqila jatuh di salah kepala ular dengan ajaib bentuk ular hitam mendadak berubah.
ular hitam yang tadinya berukuran kecil sekarang berubah besar menit berikutnya sosok hewan buas tersebut menjelma menjadi sosok manusia berparas cantik.
tubuhnya tinggi dan ramping wajahnya terlihat imut dan manis secara bersamaan rambut hitam panjangnya tergerai indah dengan beberapa hiasan kepala.
dia memiliki bola mata berwarna biru dan bibir merah seperti buah ceri penampilannya sekarang jauh berbeda dari penampilan sebelumnya.
gadis cantik itu mengenakan pakaian indah berwarna putih kebiruan, berbahan sutra dengan motif kupu-kupu di bagian dada.
Lin Shan tertegun sebentar melihat gadis cantik di hadapannya tapi bagi pemuda itu Aqila jauh lebih cantik.
sosok gadis cantik menatap bingung sekaligus terkejut melihat perubahan wujudnya sendiri.
setelahnya dia menatap kesal ke arah Aqila yang kini sudah ada di hadapannya pedang hitam juga sudah kembali ke dalam dimensi.
mereka berempat hanya saling menatap tanpa ada yang berniat membuka suara terlebih dulu.
itu terjadi selama beberapa menit sampai salah satu di antara mereka mulai membuka suara.
"kau"
sosok gadis cantik mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Aqila dengan ekspresi kesal.
"kenapa kau tidak sopan pada nona ku"
Lila langsung menepis tangan itu setelah dia mendekat ke samping Aqila
"jangan ikut campur"
ucap gadis cantik dengan nada terkesan dingin kini dia beralih menatap tajam ke arah Lila.
"heh"
Lila balik menatap tajam sambil mendengus kesal karenanya.
gadis cantik menghela nafas berat sebelum melanjutkan ucapnya.
"ada apa"
setelah diam menyaksikan pertengkaran keduanya akhirnya Aqila membuka suara
__ADS_1
"seharusnya aku senang bisa berubah wujud tapi kenapa aku harus terkontrak hidup dan mati dengan mu"
gadis cantik berguma dengan pelan tapi Aqila masih bisa mendengarnya.
sekarang Aqila mengerti kenapa gadis itu bersikap demikian padanya, tapi itu bukan salah dirinya kejadian ini tak terduga dan terjadi begitu saja.
"apa maksudnya"
Lila menatap bingung ke arah gadis cantik itu dan kemudian menatap penasaran ke arah Aqila
"sudahlah kau tidak akan mengerti"
gadis cantik memutar bola mata jengah menghadapi rasa penasaran Lila.
"kita akhiri saja kontraknya"
ucap aqila datar, gadis itu berpikir tidak masalah Jika jelmaan ular berkepala tiga itu tidak mau menjadi pengikutnya.
"sialan, kau ingin aku mati, susah payah aku bermeditasi untuk mencapai keabadian dan dengan mudah kau mengatakan hal itu"
ucap jelmaan ular dengan nada yang cukup tinggi sambil menatap tajam ke arah Aqila
"apa tidak ada cara lain lagi"
Aqila bertanya dengan santai seolah ini bukanlah masalah yang besar.
"sayang tidak ada"
gadis itu membuang nafas kasar memikirkan keberlangsungan hidupnya yang akan seperti apa nanti kedepannya.
"lalu"
tanya aqila, meminta pendapat gadis itu dia tidak akan memaksa jika jelmaan hewan buas tersebut tidak ingin ikut dengannya.
"aku akan ikut dengan mu"
jawab gadis cantik pasrah karena sesungguhnya dia tidak punya pilihan lain lagi.
"kau yakin"
Aqila bertanya sekali lagi memastikan pendapat gadis cantik ini.
jawab jelmaan ular di sertai anggukan kecil, meskipun berat dan enggan dia tetap harus menjadi pengikut Aqila
"baiklah"
bukan Aqila yang menjawab melainkan Lila yang sejak tadi diam memperhatikan interaksi keduanya.
"siapa nama mu"
dengan penasaran yang tinggi Lila mulai mengintrogasi gadis cantik di hadapannya.
"tidak ada"
dengan santai jelmaan ular menjawab karena memang itu yang sebenarnya, dia tidak punya nama sejak kecil dia hanya di panggil si ular hitam berkepala tiga, kedua orangtuanya telah tiada tewas di Medan pertempuran itulah sebabnya dia bisa ada di tempat ini
"Bai Lu, aku akan memanggil mu dengan sebutan itu"
tanpa sengaja terlintas sebuah nama di otak kecil gadis itu jadi Aqila langsung mengatakannya dengan spontan.
"tidak buruk juga"
jawab jelmaan ular, merasa tidak keberatan dengan nama panggilan yang Aqila berikan padanya.
"sebaiknya kita kita bermalam di sinih saja tidak mungkin kita kembali di tengah malam begini"
setelah diam cukup lama akhirnya Lin shan membuka suara dan berhasil mengalihkan perhatian ketiga gadis ke arahnya
Aqila dan yang lain mengangguk setuju setelahnya Lin Shan mulai mencari beberapa ranting untuk di bakar guna menghangatkan tubuh mereka.
begitu api selesai di buat semua orang mulai duduk melingkari kobaran api tersebut tapi tidak dengan bai Lu.
dia adalah jenis siluman yang takut akan api itulah sebabnya jelmaan ular tersebut tidak ikut bergabung.
dia duduk dengan jarak cukup jauh dari kobaran api.
__ADS_1
"untuk apa kau membutuhkan bunga anggrek hitam"
ucap Bai Lu sambil menatap penasaran ke arah Aqila
"membuka segel dantian"
jawab Aqila tanpa berbohong sedikit pun, tapi secara tidak langsung gadis itu juga tidak menceritakan segalanya dengan jelas
"oh"
jawab Bai Lu, reaksi yang di berikan tak sesuai dengan apa yang di bayangkan oleh lila beberapa menit lalu
"kenapa"
tanpa sadar Lila mulai ikut menimpali pembicaraan tersebut
"tidak ada"
"gadis aneh"
Lila mendengus kesal saat rasa penasarannya tidak di jawab oleh gadis itu
"kau"
"diam"
Lin Shan yang jengah melihat kelakuan aneh keduanya langsung menyuruh mereka berdua untuk tutup mulut
"sepertinya akan bertambah gadis gila lagi dalam perjalanan pulang kali ini"
ucap Lin Shan dalam hati sambil membuang nafas panjang, pemuda tampan berwajah datar itu terlihat tidak menyukainya, itu terlihat jelas dari ekspresi yang di tampilkan saat ini.
"hei sejak kapan kau tinggal di tempat ini"
seolah tidak memperdulikan keberadaan pemuda tersebut, Lila masih saja mengajak Bai Lu berbicara
"lebih dari lima ratus tahun"
Bai Lu menjawab santai pertanyaan Lila barusan
"hahah aku tidak percaya"
Lila tertawa konyol mendengar ungkapan Bai Lu tadi tentang dirinya yang hidup lebih dari lima ratus tahun.
"aku ini siluman tentu saja itu bisa terjadi"
"benar juga"
"begitu saja tidak tau, dasar bodoh"
cibir Bai Lu tanpa filter sama sekali seolah lila tidak merasakan yang namanya sakit hati.
"kau"
Lila merasa kesal di Katai bodoh gadis itu sampai mengepalkan tangannya dengan kuat, siap untuk memukul Bai Lu kapan saja.
"biasa kalian diam dan biarkan nona tidur"
ucap Lin Shan keras sambil menatap tajam ke arah keduanya ekspresi pemuda itu terlihat tidak mengenakkan untuk di pandang.
"maaf"
Lila menunduk merasa bersalah saat melirik kearah Aqila yang sudah tertidur sambil bersandar di dinding bebatuan yang ada di dalam goa tersebut
setelahnya mereka bertiga ikut memejamkan mata menyusul Aqila ke alam mimpi.
di alam mimpi aqila tengah berjalan di hamparan rumput hijau yang luas, tidak ada siapapun di sanah hanya didinya sendiri.
sampai suara seseorang mengalihkan perhatiannya, nampak seseorang wanita cantik menatap penuh kehangatan ke arah Aqila.
"ibu"
"Axela kemarilah ibu ingin mengatakan sesuatu pada mu"
meilin merentangkan tangannya agar Aqila bisa masuk kedalam pelukannya, pelukan yang selama ini selalu Aqila rindukan setiap waktu.
__ADS_1
hey ketemu lagi sama author maaf yh kemaren author GK up karena author lagi sibuk 🙏😊
semoga kalian masih suka sama ceritanya, terimakasih sudah berkunjung dan see you next time 👋🤭