
saat itu istana benar benar kacau banyak mayat berserakan beberapa dari mereka yang berhasil meloloskan diri berbondong-bondong menemui aqila.
mereka tidak punya pilihan lain selain memohon pengampunan dari gadis itu, raja jiang nan sendiri sudah tewas kemungkinan besar Aqila yang akan memimpin.
"nona kami mohon ampuni nyawa kami, kami berjanji akan selalu setia pada anda dan tidak akan berkhianat, kami bersumpah demi langit dan bumi"
ucap mereka secara serempak, orang-orang itu terdiri dari lima Kasim dua puluh pelayan wanita lima sepuluh pelayan pria tujuh Mentri dan enam bangsawan.
mereka berhasil selamat karena memiliki hati yang bersih Aqila meminta hei Ling dan hei long untuk tidak membunuh mereka yang tidak memiliki niatan jahat dalam hatinya melalui telepati.
"kalian yakin, saya tidak sebaik itu"
Aqila menjawab dingin bola matanya masih berwarna merah darah membuat orang yang menatapnya merinding ketakutan.
"kami yakin nona"
sebenarnya mereka sendiri tidak bisa menjamin kedepannya akan seperti apa tapi untuk sekarang mereka hanya bisa berlindung di bawah naungan Aqila.
"baiklah kalian yang memintanya"
setelah mengatakan hal itu Aqila melemparkan satu botol berukuran sedang kehadapan mereka semua, bertepatan dengan kedatangan hei Ling dan hei long yang masih berbentuk bintang buas.
mereka yang melihat kedatangan dua mahluk buas itu gemetar ketakutan tubuh mereka di penuhi keringat dingin ada juga yang hampir kencing di tempat.
"hei Ling, hei long"
"baik nona"
mereka langsung mengerti apa yang aqila inginkan, gadis itu menyuruh keduanya untuk merubah wujud ke bentuk manusia.
perubahan itu membuat semua orang kembali terkejut dua binatang buas tadi kini berubah menjadi dua pemuda tampan dengan aura kegelapan yang pekat berdiri di samping Aqila.
"jika kalian ingin bersama saya maka telan. bila tidak kalian bisa pergi dari sinih tapi saya tidak menjamin kalian bisa keluar dari istana ini dengan selamat"
ucap Aqila datar membuat mereka semua bimbang, dia sengaja melakukan hal itu untuk mencegah kemungkinan yang akan terjadi nantinya.
Aqila benci penghianatan apalagi orang tersebut adalah orang terdekatnya.
mereka terjebak dalam pilihan yang sulit ke dua pilihan tersebut bisa saja membawa mereka ke jurang kematian.
namun mereka juga tidak punya pilihan lain lagi dan terpaksa menuruti perintah Aqila, satu persatu dari mereka mulai menelan satu butir pil yang gadis itu berikan.
tidak terjadi apa pun untuk beberapa waktu sampai Aqila mulai menjelaskannya.
__ADS_1
"itu pil pelumpuh syaraf tingkat tinggi jika kalian mencoba mengkhianati saya maka kalian akan mati saat itu juga"
mereka tidak menyangka Aqila sudah menyiapkan segalanya hingga begitu detail, kini mereka berjanji untuk tidak menyinggung gadis tersebut.
Aqila memang cantik seperti dewi tapi kemarahannya melebihi seorang iblis, pikir mereka secara bersamaan.
begitu mereka selesai aqila meminta pasukannya untuk membersihkan kekacauan yang ada, dia akan mengambil alih kerajaan Cang'an saat itu juga.
setelah menunggu hampir dua jam istana kembali seperti semula bersih dan tertata rapih Aqila juga merubah warna dasar istana tersebut menjadi warna putih ke emasan di bantu oleh hei Ling dan hei long.
berita hancurnya keluarga kerajaan sampai keseluruhan penjuru wilayah Cang'an, semua rakyat ibu kota di kumpulkan di depan gerbang istana.
beberapa orang ada yang merasa senang tapi ada juga yang tidak, mereka berpikir aqila terlalu berlebihan dalam menyikapi hal ini.
kabar tentang kekejaman Aqila menyebar begitu pesat mereka yang hanya rakyat biasa tidak berani untuk memprotes.
semua orang yang sudah berkumpul mulai berbisik bisik saat Aqila berjalan ke arah mereka dengan seluruh pasukan dan orang kepercayaannya.
"salam yang mulia ratu"
ucap mereka serempak sambil membungkukkan badan.
"hm, panggil saja seperti biasa"
"kami tidak berani yang mulia ratu"
mereka masih menunduk tidak berani menatap Aqila
"saya tidak akan menjadi ratu"
ucap Aqila datar yang membuat semua orang kebingungan dengan maksud gadis itu.
untuk apa dia menaklukkan kerajaan jika Aqila tidak ingin menjadi penguasa, pikir semua orang.
"lalu siapa yang akan memimpin kerajaan ini"
salah satu dari mereka mulai memberanikan diri untuk bertanya mereka tidak ingin hidup tanpa seorang pemimpin.
"saya akan menunjuk seseorang untuk menggantikan saya menjadi raja tapi dengan syarat seluruh keputusan harus melibatkan saya dan saya punya hak penuh untuk mengangkat dan memberhentikan orang tersebut dari jabatannya jika dia melanggar peraturan yang saya buat termasuk raja sekali pun"
Aqila menjelaskannya secara terperinci dia tidak bisa menjadi seorang raja karena ia harus pergi menjelajahi lapisan dunia Aqila tidak ingin terkekang.
perjalanan hidupnya masih panjang Aqila harus mengatur segalanya sebelum dia pergi.
__ADS_1
"sesuai dengan keinginan anda nona besar"
ucap para menteri dan yang lain, kini mereka sedikit mereka tenang mendengar penjelasan gadis itu.
"kembalilah besok kita akan mengadakan perayaan"
Aqila meminta mereka untuk kembali ke kediamannya masing-masing untuk beristirahat karena hari sudah akan menjelang malam.
satu persatu rakyat mulai membubarkan diri hanya menyisakan aqila beserta rombongannya.
Aqila kembali masuk ke dalam istana di ikuti yang lain, gadis itu pergi menuju aula utama.
begitu tiba di dalam aula Aqila melangkah menuju singgasana aura kepemimpinan yang keluar begitu saja dari tubuh gadis tersebut terlihat jelas oleh semua mata yang memandang ke arahnya.
mereka di buat terpana juga keheranan, gadis itu hanyalah seorang putri bangsawan tapi dia memiliki aura kepemimpinan yang begitu kuat dan mendominasi.
seolah Aqila di lahirkan dari darah keturunan Keluarga kerajaan yang besar, menurut mereka secara bersamaan.
"bawa seluruh laporan kerajaan kemari"
Aqila menyuruh para menteri untuk membawa semua dokumen penting ke hadapannya.
tanpa menunggu lama para menteri langsung melakukan tugas tersebut, Kini tumpukan buku dan gulungan berjajar rapih di hadapan gadis tersebut.
Aqila sedikit terkejut, meski begitu dia tetap tenang wajahnya masih datar seperti semula.
setelah tiga puluh menit Aqila menyelesaikan bacaannya, dia berhasil mengingat seluruh isi buku itu, membuat semua orang mematung di tempat dengan mulut ternganga menatap tidak percaya ke arahnya.
Aqila bisa dengan mudah mengingatnya karena dia selalu meminum air suci yang ada di dalam dimensi.
khasiat air suci sangatlah banyak tidak semua orang dapat memilikinya itulah sebabnya Aqila tidak membiarkan siapapun membocorkan tempat tersebut.
"siapa yang memegang penuh kendali penarikan pajak"
ucap aqila dingin begitu menyadari ada yang tidak beres di setiap laporan.
"putra mahkota Jiang mo yang memegangnya, nona besar"
jawab salah satu Mentri yang hadir saat itu, membuat Aqila menghela nafas panjang.
hey ketemu lagi sama author maaf untuk sementara author gak bisa up banyak semoga kalian tidak bosan menunggu.
author lagi sakit jadi otak author sedikit gitulah jadi mohon di maklum yah...
__ADS_1
terimakasih atas kunjungannya dan selamat membaca 🙏🥰😊