
begitu selesai dengan barang pertama pembawa acara kembali melelangkan barang berikutnya.
barang ke dua berupa apel emas, sedangkan yang ketiga adalah pedang perak yang konon berasal dari lembah hantu, barang ke empat berupa tanaman langka yaitu gingseng berumur lima ratus tahun.
dan kini tiba di barang terakhir, pembawa acara kembali memperlihatkan satu botol kaca berukuran kecil kehadapan mereka semua.
"ini adalah air suci, yang sudah di ekstrak meskipun bukan air suci murni tapi khasiatnya masih tetep sama kalian pasti sudah tau bukan dengan segudang manfaatnya, air suci ini di lelang dengan harga seratus ribu koin emas"
begitu perkataan pembawa acara selesai semua orang yang ada di sana kembali berebut untuk mendapatkan benda langka itu.
"nona, apa itu air suci"
tanya Lila penasaran karena sejak tadi dia terus memperhatikan setiap hal yang terjadi di bawah.
"kenapa kau ingin tau"
"ayolah jelaskan nona ku mohon"
rengek gadis itu dengan rasa penasaran yang tinggi sambil terus menarik pelan ujung lengan baju Aqila
"air suci adalah jenis obat langka, tidak semua orang memiliki benda tersebut air suci dapat memperbaiki dantian yang cacat juga bisa meningkatkan kekuatan fisik dan sihir jika orang tersebut meminumnya, itulah sebabnya mereka berebut"
"ternyata seperti itu bukankah bagus jika kita memilikinya juga, kenapa nona tidak mengajukan harga"
"itu benar nona"
ucap Lila pada Aqila dengan wajah bingung dan di benarkan oleh Lin Shan
"itu tidak perlu aku memilikinya"
jawab aqila dengan santai tapi memang itu kebenarannya, air suci yang di miliki Aqila adalah air suci murni jadi untuk apa dia membeli yang sudah di ekstrak.
"lalu untuk apa kita kemari nona acara pelelangan juga akan segera selesai"
Lila tidak menggubris apa yang aqila katakan karena dia tidak percaya bahwa Aqila benar benar memiliki air suci murni
"kau akan tau nanti"
Lila hanya bisa menghela nafas kasar Karena lagi lagi dia harus menunggu, sedangkan di bawah sanah orang orang masih terus memainkan harga hingga tiba di angka yang cukup besar.
"satu juta koin emas"
ucap seorang pria paruh baya yang bisa dilihat bahwa dia adalah seorang saudagar kaya raya.
"apa masih ada yang ingin mengajukan banding harga"
semua orang terdiam mereka tidak memiliki banyak uang lagi untuk mengajukan banding harga.
"baiklah jika begitu pemenangnya adalah tuan yang ada di sanah"
setelah acara pelelangan selesai satu persatu dari mereka mulai membubarkan diri.
"Lin Shan tolong panggil pelayan"
"baik nona"
Lin Shan bangkit dari tempat duduk kemudian berjalan keluar ruangan, tidak berselang lama dia kembali bersama seorang pelayan laki laki
__ADS_1
"ada yang bisa saya bantu tuan"
tanya pelayan itu yang sudah ada di hadapan Aqila dan yang lain
"tolong panggilkan pemilik pelelangan kemari"
jawab aqila sambil menyerahkan sekantong koin emas pada pelayan itu
pelayan tersebut mengangguk dan meraih kantung itu kemudian pergi dari sanah.
setelah menunggu hampir tiga puluh menit pelayan itu kembali bersama seorang pria paruh baya yang masih terlihat bugar dengan pakaian berkualitasnya.
"sebelumnya perkenalkan saya Li Anji pemilik pelelangan ini jika boleh saya tau ada keperluan apa tuan mencari saya"
"saya ingin membuat penukaran"
jawab aqila santai dengan menatap balik lawan bicaranya.
"penukaran seperti apa itu tuan"
"saya ingin membeli Budak, apa kau juga memilikinya"
"yah saya memilikinya, berapa banyak anda menginginkan mereka"
"lima ratus lima budak tidak kurang dari itu apa kau sanggup"
"bagaimana dengan bayarannya"
Aqila mengeluarkan beberapa barang dari dalam dimensi melalui saku bajunya agar orang lain tidak curiga.
mereka yang menyaksikan di buat sangat terkejut terutama Lila dan Lin Shan mereka berdua terus berpikir dari mana Aqila mendapatkan semua barang berharga itu.
"apa ini cukup"
"ini sangat cukup sekali nona dan bahkan lebih dari harga yang seharusnya"
jawab tuan Li anji tanpa mengalihkan pandangannya dari benda benda tersebut.
"anda bisa mendapatkan semua barang itu jika permintaan saya bisa terpenuhi dalam waktu satu hari"
kini tuan Li anji menatap Aqila dengan wajah yang semakin di buat terkejut
"apa anda tidak sanggup jika iya saya akan mencari tempat lain saja"
"tidak tuan saya bisa melakukannya besok semua budak yang anda inginkan akan tersedia"
"baiklah besok saya akan datang lagi kemari dan anggap ini sebagai uang muka"
Aqila kembali memasukan barang berharga itu ke dalam dimensi dan menyerahkan satu kantong koin emas pada tuan Li anji
"senang berbisnis dengan anda tuan"
"hm"
Aqila melangkah keluar dari sanah Lila dan Lin Shan juga masih setia mengikuti kemana gadis itu pergi.
setelah mereka bertiga keluar dari tempat itu tuan Li anji langsung memanggil orang kepercayaannya untuk membantu dia menyiapkan semua permintaan Aqila.
__ADS_1
sedangkan untuk mereka bertiga, setelah keluar dari pasar gelap Aqila membawa Lila dan Lin Shan pergi ke suatu tempat.
"nona kita mau kemana"
"kau akan tau nanti"
Lila jengah kembali mendengar perkataan itu kenapa setiap kali bertanya Aqila selalu menjawab dengan kata kata yang sama.
"nona apa tidak ada kalimat lain lagi selain itu kenapa aku merasa bosan mendengarnya"
keluh Lila sedangkan orang yang di tanya malah tidak berniat menjawab sama sekali.
"huh anda menyebalkan nona"
dengus Lila yang kesal karena ucapannya lagi lagi tidak di tanggapi, padahal gadis itu tau betul kapan Aqila berbicara panjang lebar dan kapan dia akan menjawab seadanya.
tepi tetap saja dia merasa tidak terbiasa dengan kepribadian baru yang di miliki tuannya itu.
"nona kemana kita akan pergi"
kali ini Lin Shan yang bertanya karena sejak tadi mereka bertiga hanya berjalan kaki tanpa tau tujuannya kemana.
"membeli kuda"
"untuk apa nona"
"apa kau ingin terus berjalan kaki"
"eh tidak nona, ini saja membuat kaki ku pegal"
"jadi diamlah dan jangan banyak bertanya"
Aqila mengatakannya dengan tidak berperasaan dan itu membuat Lila cemberut sedangkan Lin Shan yang melihat wajah Lila hanya memutar bola mata malas
setelah berjalan cukup lama Aqila melihat barisan kuda berjajar rapih di sudut pasar itu, dia kemudian melangkah ke sanah untuk mencari kuda yang bisa menarik perhatiannya, Lila dan Lin Shan juga ikut pergi bersama Aqila.
setelah sampai di tempat yang di tuju Aqila menghampiri penjaga kuda, kedatangannya di sambut baik oleh pria dewasa itu.
"ada yang bisa saya bantu tuan"
"saya ingin membeli kuda"
"mari saya antar masuk ke dalam anda bisa memilih sendi kuda yang anda sukai"
Aqila mengangguk setuju dan mengikuti pria dewasa itu tidak lupa juga dia mengajak Lin Shan dan Lila.
setelah mereka berada di dalam, ketiganya melihat ada banyak puluhan kuda yang di ikat secara rapi di setiap sudut.
Aqila berjalan mendekat meneliti setiap kuda yang ada di sanah namun tidak ada satu pun yang berhasil menarik perhatiannya.
ketika dia hendak kembali samar samar Aqila melihat sosok seekor kuda hitam bertubuh kekar berada di urutan paling akhir.
kuda tersebut terlihat berbeda dari yang lain bulu hitamnya lembut dan cantik juga sorot mata kuda itu sangat tajam dia terlihat mengerikan bagi orang lain namun bagi Aqila kuda itu sangat menggemaskan.
hey ketemu lagi sama author maaf up nya sedikit author lagi sibuk sama kerjaan yang ada di dunia nyata jadi tolong di maklumi yah😂😂😂😂
selamat membaca 🙏😊
__ADS_1