
tidak butuh waktu lama semua pesanan sudah di sajikan di atas meja, ketiganya langsung menyantap makanan tersebut.
di sela makan Aqila mendengar suara keributan dari arah lain tempatnya duduk.
awalnya Aqila masih bersikap tidak perduli tapi keributan itu semakin mengganggu acara makannya.
gadis itu meletakkan sumpit kembali dan berjalan ke arah kerumunan tersebut, Lila dan Lin Shan yang melihat Aqila bangkit dari tempat duduknya langsung mengikuti kemana gadis itu pergi.
"beraninya kau mengotori pakaian ku orang rendahan"
terlihat seorang pria muda berpakaian mewah sedang memaki pria berpakaian lusuh di hadapannya.
"maaf tuan anda sendiri yang menabrak saya"
pria berpakaian lusuh itu merasa bahwa dirinya tidak bersalah mencoba untuk membela diri.
plak
satu tamparan keras mendarat mulus di salah satu pipi pria berpakaian lusuh, pelakunya adalah orang yang memaki tadi.
"tutup mulut bau mu itu memangnya kenapa jika aku yang menabrak apa kau tidak tau siapa aku"
pria itu berbicara dengan angkuh sambil terus menyombongkan tentang siapa dirinya.
"maaf tuan, biar saya bersihkan"
pria lusuh itu tau siapa pemuda di hadapannya dan dari keluarga apa dia berasal jadi ia hanya bisa mengalah.
bruk
baru saja tangan pria itu hampir menyentuh pakaian tersebut si pria angkuh langsung mendorongnya dengan sangat keras hingga tubuhnya membentur lantai.
"jangan sentuh pakaian mahal ku dengan tangan kotor mu sialan"
pria angkuh terlihat begitu murka dia terus mengatakan hal-hal kasar dari mulutnya.
"maaf tuan"
pria berpakaian lusuh hanya bisa meminta maaf agar masalahnya tidak bertambah panjang, dia tidak ingin berurusan dengan keluarga pria tersebut yang terkenal suka menindas dan kejam.
"pukul dia"
ucap pria angkuh tanpa belas kasihan sama sekali padahal dirinyalah yang bersalah tapi malah melimpahkan seluruh kesalahannya pada orang lain hanya karena identitas keluarganya yang tidak biasa.
bug bug bug
begitu mendapat perintah teman si pria angkuh dan pelayanan pribadinya mulai memukuli pria tersebut hingga babak belur.
"ampuni saya tuan saya bersalah tolong jangan pukul saya tuan"
pria berpakaian lusuh hanya bisa memohon ingin melawan pun dia tidak mampu, sedangkan yang lain hanya melihat tanpa berniat menolong sama sekali.
"itu belum seberapa aku bahkan belum puas melihatnya"
pria angkuh tertawa bahagia di atas penderitaan orang dia malah bersikap semakin menjadi karena tidak ada orang yang berani melawannya.
"tolong kasihanilah saya tuan"
pria berpakaian lusuh merintih kesakitan tubuhnya sudah terasa sakit karena terus di pukuli dengan keras.
"cih lemah, terus pukul dia"
pria angkuh meludah di hadapan pria tersebut tanpa belas kasihan
"hentikan kenapa kau memukul Kakak saya"
__ADS_1
seorang gadis tiba tiba datang dan berlari ke arah pria berpakaian lusuh yang sudah babak belur, gadis itu menangis sambil menyeka darah yang ada di sudut bibir pria yang di panggilnya kakak.
"karena dia telah Melakukan kesalahan besar dengan mengotori pakaian mahal ku"
pria angkuh sedikit merendahkan suaranya dia menatap penuh nafsu gadis cantik yang ada di hadapannya
"saya akan menggantinya"
meskipun takut dan tidak punya uang gadis itu memberanikan diri untuk bertanggung jawab menggantikan sang kakak agar tidak di pukuli lagi.
"adik"
pria berpakaian lusuh menatap adiknya dengan iba dia merasa menyesal telah melibatkan sang adik kesayangannya.
"kau baik baik saja kak"
gadis itu kembali menatap ke arah sang kakak yang penuh luka dengan air mata yang terus membasahi pipinya.
"kau cantik juga rupanya bagaimana jika kau membayarnya dengan tubuh mu gadis manis"
pria angkuh berjalan mendekat dan langsung memegang dagu gadis cantik itu dengan salah satu jarinya.
"cih saya tidak sudi di sentuh oleh orang seperti anda"
gadis cantik itu berdecih dan membuang muka ke arah lain membuat pria angkuh menggeram marah merasa di permalukan.
plak
setetes darah keluar dari sudut bibir gadis cantik tersebut akibat tamparan yang di berikan oleh si pria angkuh.
"beraninya kau menolak ku gadis rendahan apa kau tidak tau siapa aku hah, ada banyak ribuan gadis yang berlomba untuk menghabiskan malam dengan ku, tapi gadis rendahan seperti mu menolak ku, bawa dia kita akan bersenang-senang dan memberinya pelajaran"
pria angkuh bangkit kemudian memberi perintah pada orang-orangnya
gadis cantik terus memberontak ketika tubuhnya di bawa paksa oleh mereka.
"lepaskan adik perempuan saya"
pria berpakaian lusuh yang tidak terima adiknya di bawa paksa mengumpulkan seluruh tenaga yang tersisa untuk menghadang jalan mereka.
bug
satu tendangan keras di layangkan ke perut pria berpakaian lusuh tersebut membuatnya tersungkur kembali dan memuntahkan banyak darah.
"hentikan"
ucap seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Aqila.
"siapa kau jangan menghalangi jalan kami"
orang yang membawa gadis cantik itu menatap marah ke arah Aqila, Lila dan Lin Shan yang berani menghadang jalannya.
"tunggu kawan jangan berbicara seperti itu padanya"
pria angkuh yang terkesima dengan kecantikan Aqila langsung menyela perkataan temanya.
"siapa nama mu gadis cantik apa kau mau menggantikan tempatnya Hahaha"
pria angkuh berbicara dengan nada menggoda pandangannya terus menatap penuh nafsu ke arah tubuh Aqila, dia bahkan berani menyentuh dagu gadis itu.
"singkirkan tangan kotor mu dari wajah nona ku Keparat"
Lin Shan emosi melihat tindakan tersebut dia tidak terima wanita yang di cintainya di sentuh oleh sembarang orang.
"beraninya kau membentak ku apa kau tidak tau siapa aku Hah"
__ADS_1
pria angkuh menatap nyalang ke arah Lin Shan dia terus menyombongkan diri membuat Lin shan semakin emosi.
"saya tidak perduli siapa anda dan dari keluarga mana anda berasal sekali lagi anda berani menyentuh nona ku makan bersiaplah untuk menerima akibatnya"
Lin Shan berbicara dengan tegas nadanya terkesan dingin dan penuh ancaman
"hahaha dia sedang mengancam ku kawan manusia rendahan sepertinya tidak pantas untuk tetap hidup"
pria angkuh menatap Lin Shan dengan remeh dan menyuruh teman-temannya untuk menghabisi pemuda tersebut.
"kau tidak punya hak untuk menyentuh orang ku"
aqila kembali berbicara nadanya dingin penuh penekanan sorot matanya berubah tajam seolah akan mengulitinya hidup-hidup.
"baiklah aku akan mengampuni pelayan mu itu jika kau bersedia menghabiskan malam dengan ku wahai gadis cantik"
pria angkuh berbicara tanpa malu sedikit pun, membuat Lin shan kembali terbakar emosi.
srak
Lin Shan yang tidak bisa lagi menahan diri langsung menghunuskan pedangnya ke salah satu tangan pria itu yang sejak tadi di gunakan untuk menyentuh Aqila
"ah sit, beraninya kau melukai ku bedebah"
pria angkuh menggeram marah karena ini untuk pertama kalinya dia di lukai oleh kaum yang di anggap rendahan
bug
brak
Lin Shan yang masih terbakar emosi kembali memberikan serangan bertubi ke tubuh pria angkuh tersebut
"kenapa diam saja cepat habisi dia"
pria angkuh berteriak marah ke arah teman dan pengawal pribadinya.
hiakkkkk
bug bug bug
srak
brak
pertarungan kembali terjadi, Lin Shan begitu mendominasi di antara yang lain dia berhasil menumbangkan mereka semua hingga babak belur.
"tunggu saja aku akan membuat perhitungan dengan kalian"
pria angkuh dan orang orangnya berjalan keluar sambil melayangkan ancaman ke arah Lin Shan
"itu Jika kau masih bisa hidup"
Lin Shan menjawab dingin ancaman tersebut tanpa sepengetahuan siapa pun Lin Shan mengambil sebilah belati yang di sembunyikannya dan langsung melemparkannya.
"kau.."
belum selesai pria angkuh meneruskan ucapannya sebuah benda melesat cepat ke arah dirinya.
jleb
sebilah belati menancap tepat ke dada sebelah kiri pemuda tersebut membuatnya kembali memuntahkan darah segar.
Hay ketemu lagi sama author terimakasih sudah berkunjung dan mohon maaf kalo masih ada kata yang salah mohon di maklumi author masih belajar untuk memperbaikinya 🙏
terimakasih atas waktunya dan selamat membaca 😊🙏🥰
__ADS_1