SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Menyewa Pembunuh Bayaran


__ADS_3

hari hampir sore mereka semua memilih untuk kembali, di pertengahan jalan saat mereka melewati sebuah danau buatan Lin Lin yang sejak tadi merasa geram berniat mendorong Aqila agar jatuh kedalam air.


Aqila menyadari niat licik tersebut kemudian menggeser tubuhnya ke depan.


Lin Lin yang tidak seimbang langsung terjatuh sebelum berhasil memegang sesuatu untuk menahan berat tubuhnya.


burr


niat hati ingin mempermalukan orang lain malah dirinya sendiri yang di permalukan ini seperti senjata makan tuan


"pangeran mahkota tolong saya, saya tidak bisa berenang"


ketika aksinya sudah kepalang tanggung Lin Lin berpura pura tidak bisa berenang dan meminta tolong pada pria yang di sukainya.


"An Lui cepat bantu nona han Lin Lin"


Jiang mo enggan turun ke dalam danau sehingga dia menyuruh pengawal pribadinya untuk membantu gadis itu.


Lin Lin sekali lagi di buat kecewa dia hendak menolak tapi jika itu di lakukan sama saja membuka sandiwaranya saat ini.


"kak Lin Lin benar benar bodoh"


weilin mencibir aksi yang di lakukan oleh Lin Lin terlalu di buat buat, hingga beberapa dari mereka juga bisa menyadari ada maksud terselubung di dalamnya.


begitu Lin Lin sudah berada di darat dia langsung menutupi bagian depan tubuhnya dengan kedua tangan karena pakaian yang ia kenakan basah semua dan itu membuat lekuk tubuhnya terlihat oleh banyak orang.


putra mahkota yang melihat keindahan tubuh Lin Lin sedikit tertarik dia berjalan kedepan sambil melepas mantelnya dan langsung memakaikannya kembali ke tubuh gadis itu.


"terimakasih pangeran"


Lin Lin tersenyum manis tidak menyangka putra mahkota akan memberikan mantelnya untuk menutupi tubuhnya yang basah.


Jiang mo mengangguk sebagai jawaban dia melakukan itu semua karena memiliki niat tersembunyi jika tidak pemuda arogan itu tidak akan mau melakukannya.


sayangnya Lin Lin salah faham dengan apa yang di lakukan Jiang mo dia menganggap itu sebagai bentuk suka atas ketertarikan putra mahkota pada dirinya.


....


ruang utama, mereka kembali berkumpul di sanah termasuk Lin Lin yang sudah berganti pakaian


"kalau begitu kami pamit undur diri Mentri Han sepertinya matahari sudah akan terbenam"


Jiang mo bangkit dari tempat duduk sambil mengatakan itu semua


"baiklah pangeran terimakasih sudah sudi berkunjung kemari"


tuan Han dan yang lain juga ikut bangkit untuk mengiring kepergian tamu kehormatan tersebut.


"tentu saja mungkin saya akan sering merepotkan Anda kedepannya"


ucap jiang mo dengan sedikit bercanda dan itu di balas dengan kekehan kecil dari tuan Han sendiri.


"tidak masalah selagi saya masih mampu melakukannya"


"kalau begitu kami pamit, salam untuk kalian semua"


kali ini Jiang yu yang berbicara, dia juga akan ikut kembali bersama putra mahkota ke istana.


setelah itu, tuan Han menyuruh Lin Lin, weilin dan Aqila untuk mengantar kepergian kedua pangeran tersebut karena dia dan selir huranran tidak akan ikut mengantar ke kepergian mereka"


"terimakasih sudah mengantar kami"

__ADS_1


ucap jiang yu pada semua gadis yang ada di sanah


"itu tidak masalah pangeran"


jawab weilin sambil tersenyum manis ke arah Jiang yu.


"nona Han Aqila jangan lupa anda punya janji pada saya"


Jiang yu sedikit memutar tubuhnya menghadap ke arah Aqila untuk mengingatkan sesuatu pada gadis itu.


"hm"


Aqila hanya menjawabnya dengan deheman kecil, dia terlihat tidak perduli sama sekali dan itu sedikit membuat Jiang yu ragu.


di lain sisi ketika semua perhatian tertuju pada percakapan Aqila dan Jiang yu, Jiang mo mendekati Lin Lin Dan berbisik di telinga gadis itu


"kau cantik nona lin Lin"


"benarkah"


jawab Lin Lin dengan hati yang terus bergemuruh dia terkejut bukan main dengan apa yang Jiang mo lakukan saat ini karena jarak mereka begitu dekat.


"yah benar, apa kau mau bertemu dengan ku nanti"


Jiang mo mengatakannya dengan suara yang begitu lembut dan itu berhasil membuat buluk kuduk Lin Lin meremang


"tentu saja pangeran mahkota"


begitu mendengar ada kesempatan Lin Lin langsung menyetujuinya tanpa berpikir panjang lagi.


"besok malam kita akan bertemu di restoran fanguan jika anda tidak keberatan"


"saya tidak keberatan, baiklah jika begitu saya akan datang"


kebetulan Aqila juga menatap ke arah pemuda itu dia bisa melihat ada ambisi di dalamnya.


pangeran Jiang yu juga ikut berpamitan pada semuanya dia tersenyum Manis saat menatap ke arah Aqila dan itu berhasil membuat weilin iri hati.


Jiang yu naik ke atas kuda di ikuti oleh pengawal pribadinya kemudian mereka semua pergi dari sanah.


....


malam hari di paviliun teratai tiga orang wanita sedang membahas sesuatu yang kemungkinan itu bukan hal baik.


"kapan ibu akan menyingkirkan gadis itu, dia telah merebut pangeran Jiang yu dari ku"


weilin mengadu pada ibunya dia sudah sangat kesal sejak tadi dan ingin melampiaskan semua amarahnya.


"malam ini kita akan menjalankan rencana"


selir huranran tersenyum licik dia tidak akan menunda lagi semua rencananya


"apa yang akan ibu lakukan"


ucap Lin Lin penasaran dengan rencana ibunya itu


"kita akan menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi gadis tengik itu"


jawab selir huranran dengan senyuman liciknya


"bagaimana jika ayah tau"

__ADS_1


Lin Lin khawatir ayahnya akan tau dan menghukum mereka dengan berat


"buat saja sandiwara dimana kediaman ini di rampok bukankah ayah mu sangat kaya, siapa yang tidak akan tergoda, apalagi nanti malam ayah mu tidak ada di rumah"


selir huranran menyakinkan kedua putrinya bahwa rencananya akan berhasil


"ibu yakin"


meski sedikit ragu Lin Lin tetap mempercayakan semuanya pada selir huranran karena selama ini semua rencananya selalu berhasil.


"tentu saja jika tidak mana mungkin ibu rela mengambil resiko tinggi"


mereka tersenyum puas dengan rencana yang akan segera di jalankan, berpikir bahwa rencana itu akan berjalan dengan mulus.


tapi mereka tidak tau orang yang di hadapi bukanlah gadis lemas seperti dulu dimana kini dia bisa membalas dengan sangat kejam.


setelah itu mereka kembali ke paviliun masing masing untuk membersihkan diri karena hari akan menjelang malam.


....


malam hari, di paviliun lavender seseorang mencoba membuka jendela kamar Aqila


"cepatlah nanti keburu ada orang"


ucap pria berbaju hitam sambil mengamati keadaan di sekitar


"sebentar sedikit lagi"


jawab pria berpakaian hitam lainya yang sedang membuka jendela itu menggunakan pedangnya.


krett


setelah jendela berhasil di buka dua sosok berpakaian hitam itu menyelinap masuk.


aqila yang tidak benar-benar tidur mulai bersikap waspada.


"Ayo cepat bunuh gadis ini"


"sayang sekali dia harus mati padahal wanita ini sangat cantik bagaimana jika kita mencicipinya terlebih bulu"


"ide bagus, aku rasa dia gadis lemah"


setelah mengatakan itu mereka berdua berjalan mendekati aqila hendak menyentuh tubuh gadis itu.


belum sempat tangan itu menyentuh, Aqila sudah lebih dulu menghunuskan dua jarum perak yang di beri obat bius tepat ke titik saraf mereka, sehingga membuat keduanya terkapar tidak berdaya.


Aqila langsung memanggil Lin Shan untuk membantunya membereskan dua hama tersebut.


"siapa mereka nona"


tanya Lin Shan begitu dia tiba di sanah dan melihat dua orang terkapar tidak berdaya


"orang yang di bayar untuk membunuh ku"


"sepertinya nyalinya besar juga, apa yang akan kita lakukan pada mereka berdua"


"memberi pelajaran"


setelah mengatakan itu Aqila meminta Lin Shan untuk mengikat keduanya di kursi dan pemuda tersebut langsung melakukannya.


hehehe ketemu lagi sama author maaf yh author up-nya sedikit karena masih sibuk

__ADS_1


terimakasih yang udah mau nyempetin waktu buat mampir ke karya author sehat selalu buat kalian semua


terimakasih atas waktunya dan selamat membaca 🙏😊🥰


__ADS_2