SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Masakan Pertama


__ADS_3

di dalam kamar Aqila duduk termenung mengingat kembali apa yang pelayan pribadi Lin Bao katakan tentang kehidupan anak itu.


hatinya gundah dengan dua pilihan yang menurutnya sama-sama sulit antara bertahan atau melepaskan.


di lain sisi, Lin Bao terbangun bertepatan dengan kedatangan jendral Lin zhang yang sedang menuju ke arahnya.


"ayah dimana ibu"


saat anak kecil itu terbangun hal pertama yang dia tanyakannya adalah keberadaan Aqila.


"nona Aqila sedang istirahat"


Lin zhang menjawab datar pertanyaan putranya itu


"apa ibu benar-benar akan meninggalkan ku"


Lin bao bertanya dengan nada dan ekspresi wajah yang terlihat sedih saat mengingat kembali kejadian sebelumnya di ruang makan.


"Lin bao lihat ayah"


ucap Lin zhang yang ingin mencoba membujuk putra kecilnya.


"apa kau sangat menyayangi nona Aqila"


"hm"


"jika kau menyayangi nona Aqila apa kau tega menghancurkan kebahagiaannya, dengar sayang nona Aqila juga punya keluarga yang sedang menunggunya di rumah, dia datang ke tempat kita karena memiliki urusan, apa kau ingin jadi egois membuat orang lain sedih hanya karena kau ingin dia tetap tinggal di sinih menemani mu"


Lin zhang mulai membujuk dan memberi pengertian dengan lembut agar Lin Bao tidak bersikap egois.


"aku hanya ingin ibu tapi aku juga tidak mau melihatnya sedih"


Lin Bao membalik badan saat menjawab pertanyaan tersebut, anak itu tampak ingin menangis saat mengucapkannya.


"sayang kau masih punya kakek, nenek juga ayah, kami sangat menyayangi mu maafkan ayah yang jarang memberikan perhatian"


Lin zhang tidak ingin menyerah dia tau bahwa putranya adalah orang yang pengertian.


hiks hiks hiks hiks


Tanpa bisa di bendung lagi Lin bao menangis dengan sangat keras sambil memunggungi sang ayah.


"tenanglah sayang"


Lin zhang membawa tubuh Lin Bao dalam dekapannya dia mengusap lembut pucuk kepala bocah itu.


ini untuk pertama kalinya Lin zhang bersikap hangat pada putra kandungannya sendiri dan pria itu menyesal karena baru sekarang bisa melakukannya.


di balik pintu Aqila mendengar semua percakapan itu lagi-lagi Aqila harus melihat seseorang anak kecil di paksa untuk bersikap layaknya orang dewasa.


hatinya hancur karena nasib Lin Bao sama seperti masa kecilnya dulu di dunia moderen.


tok tok tok


perlahan Aqila mengetuk pintu besar itu dia berusaha bersikap seolah tidak tau apa apa.


krett


pintu besar terbuka tampak seorang pria tampan sedang menatap datar ke arahnya.


"ada apa"


Lin zhang bertanya dengan wajah datar ke arah Aqila sedangkan gadis itu tampak acuh tak memandang ke arah pemuda itu sama sekali.


dari dalam kamar Lin Bao yang penasaran siapa yang datang langsung membuka suara dengan sangat keras.


"siapa ayah"


"Lin Bao"


Aqila baru menjawab setelah mendengar suara bocah laki-laki tersebut membuat Lin zhang mendengus kesal.


"ibu"


Aqila berjalan mendekat ke arah bocah kecil menggemaskan tersebut.


"kau sudah bangun"

__ADS_1


aqila bertanya dengan lembut setelah sampai di hadapannya


"sudah ibu"


"kau sudah makan"


"belum"


"apa kau ingin ibu memasakkan sesuatu untuk mu"


entah apa yang merasuki tubuh gadis itu sehingga dia bisa mengatakan hal barusan.


"ibu bisa memasak"


tanya Lin bao bingung sekaligus terkejut begitu pun dengan Lin zhang.


"tentu saja"


"boleh aku makan masakan ibu"


dengan penuh antusias Lin bao menatap Aqila dengan pandangan berbinar seolah kesedihannya menghilang begitu saja saat bersama gadis itu.


"tentu saja khusus hanya untuk mu"


"lalu ayah"


Lin Bao mengatakan hal itu sambil menatap ke arah Lin zhang.


"aku tidak memasak untuk orang lain"


"apa dia sedang mengejek ku"


Lin zhang kembali di buat kesal oleh sikap Aqila dia menatap tajam ke arah gadis itu tapi perempuan tersebut terlihat tidak perduli sama sekali.


"kalau begitu tunggu sebentar di sinih"


Lin Bao mengangguk patuh sambil tersenyum manis memperlihatkan deretan giginya yang nampak lucu di mata Aqila.


cup


Lin zhang menggeram marah karena Merasa di abaikan kehadirannya seolah tak kasat mata bagi gadis itu.


Lin Bao diam-diam tertawa pelan saat menyaksikan perubahan ekspresi wajah sang ayah.


"ibu adalah orang pertama yang bisa membuat ayah seperti itu hahaha"


Lin Bao tertawa keras di ujung kalimatnya, Lin zhang bahkan di buat bingung dengan tingkah aneh putranya tersebut.


"apa yang kau tertawa Lin Bao"


"tidak ada"


"apa kau mengerti semua yang ayah jelaskan tadi"


Lin zhang kembali mengungkit ucapnya beberapa menit lalu.


"mengerti, aku tidak boleh memaksa ibu untuk tetap tinggal di sinih bersama ku bukan begitu ayah"


ucap Lin Bao dengan pasrah kini anak kecil itu harus bisa menerima kenyataan hidupnya yang hanya memiliki ayah dan tidak memiliki ibu.


"anak baik, ayah akan berusaha menghabiskan lebih banyak waktu bersama mu"


"janji"


"janji"


akhirnya kesepakatan di buat antara anak dan ayah yang kini sudah nampak akur tidak, seperti biasanya saling bersikap dingin.


setelah menunggu hampir tiga puluh menit Aqila kembali bersama Lila, Lin Shan dan beberapa pelayan wanita.


Masing-masing pelayan membawa satu hidangan di tangan mereka sekitar ada empat jenis makanan yang Aqila masak.


gadis itu memasak nasi goreng telur, sup kaldu jamur, ayam kecap manis dan puding buah.


bau harum masakan Aqila menyebar ke seluruh kediaman Lin membuat siapa saja yang menghirupnya akan langsung tergoda untuk mencicipi makanan tersebut.


hidangan yang aqila masak tampak berbeda karena ia memasak menggunakan resep di dunia moderen itulah sebabnya masakan sederhana gadis itu terlihat istimewa.

__ADS_1


Lin Bao dan Lin zhang hampir meneteskan air liur melihat hidangan tersebut mulai di sajikan di atas meja makan.


Lila dan Lin Shan lagi-lagi di buat terkejut oleh tindakan tak terduga gadis itu mereka sudah lama bersama Aqila dan baru tau bahwa gadis itu bisa memasak.


berapa banyak hal lagi yang Aqila sembunyikan dari mereka, pikir keduanya.


"Lin Bao"


ucap Aqila, dalam sekejap lamunan semua orang buyar kembali ke dunia nyata.


"eh iya Bu"


Lin Bao menjawab setelah sadar dari keterkejutannya.


"apa kau tidak menyukainya"


"tidak aku sangat suka apa ibu benar-benar memasaknya dengan tangan ibu sendiri"


dengan perasaan senang yang membuncah Lin Bao turun dari atas ranjang dan langsung berjalan mendekat ke arah Aqila yang sedang ada di meja makan.


"adik kecil kau sangat beruntung ini untuk pertama kalinya nona aqila memasak bahkan kami yang sudah lama bersamanya saja belum pernah mencicipi masakan nona"


tanpa sadar Lila mengeluh di hadapan banyak orang tentang sikap Aqila barusan.


"sungguh ibu"


"hm"


"asik, ibu sangat baik aku sayang ibu"


dengan bahagia Lin Bao mulai duduk di atas kursinya begitu pun dengan aqila.


"sayangnya nona tidak sebaik itu"


Lila kembali mengeluh dalam hati sambil terus memandang ke arah makanan lezat tersebut.


"mari makan ayah"


"tidak"


"kenapa"


"karena aku Hanya memasaknya untuk mu"


"apa mereka berdua juga tidak boleh"


tanya Lin Bao bingung sambil menunjuk ke arah Lila dan Lin Shan.


"hm"


"ibu kita tidak boleh..."


belum selesai Lin bao memberi nasehat Aqila sudah lebih dulu memotong perkataan tersebut.


"tidak"


"nona kenapa anda jahat sekali pada kami"


"sialan, berani sekali dia bertindak seperti itu di kediaman ku sendiri, apa dia pikir aku tertarik dengan masakannya, tpi jika di lihat-lihat sepertinya itu sangat enak"


"hah, nona aku juga ingin mencicipi masakan anda"


tiga orang berbeda usia dan jenis kelamin sedang menggerutu kesal di dalam hati atas sikap Aqila barusan.


kini mereka hanya bisa menatap makanan lezat tersebut tanpa bisa menikmatinya, Aqila yang melihat perubahan ekspresi ketiganya tertawa bahagia di dalam hati.


Aqila sengaja melakukannya untuk mengerjai mereka karena dia butuh hiburan, otak kecilnya butuh refreshing agar bisa berjalan baik lagi.


lebih tepatnya author yang butuh refreshing


😅😅😅


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya 🙏😊


terimakasih atas kunjungannya dan semoga masih sabar menunggu up terbarunya 🤭


selamat membaca 😊🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2