
setelah hari hampir menjelang malam Aqila menyudahi latihan tersebut, sebelum pergi dia memberi tahu mereka jika merasa lapar mereka boleh memasak sendiri bahan yang ada di dapur karena dia belum sempat mencari juru masak untuk makan mereka semua.
Aqila dan yang lain tiba di paviliun lavender setelah hari menjadi gelap mereka bertiga langsung pergi ke kamarnya masing masing untuk membersihkan diri.
malam ini Aqila tidak berniat ikut makan malam bersama yang lain dia hanya ingin beristirahat.
tuan Han sempat mengunjungi kamar aqila untuk menanyakan kabarnya, dia takut kalau Aqila jatuh sakit lagi karena seharian ini tuan Han tidak melihat sosok putrinya.
semenjak menjadi Mentri tuan Han selalu sibuk di istana setiap harinya, dia jadi jarang menghabiskan waktu bersama Aqila.
Aqila tidak keberatan dengan hal tersebut selagi tuan Han masih menyayangi dan menganggap ada kehadirannya itu sudah lebih cukup bagi gadis itu.
malam semakin gelap kali ini tidak ada cahaya bintang yang menyinari rembulan tampak tertutup oleh kabut udara juga terasa begitu dingin sepertinya musim dingin akan segera tiba pikir semua orang.
setelah melewati malam yang gelap pagi harinya semua orang di kerajaan Cang'an di buat sibuk dengan kabar ulang tahun permaisuri.
permaisuri begitu di hormati oleh semua rakyat Cang'an karena wanita tersebut sangat berjasa bagi mereka, sikap dan sifatnya yang lemah lembut dan penuh kasih sayang memiliki tempat tersendiri di hati semua orang
itu sebabnya hari ini begitu ramai apalagi di pasar ibu kota setiap jalan rumah dan toko di hias sedemikian rupa dengan banyak lampion.
namun di lain tempat di istana Cang'an beberapa orang merasa tidak suka bahkan membenci wanita cantik itu.
mereka merencanakan banyak hal untuk menurunkan permaisuri dari posisinya saat ini.
orang orang yang membenci permaisuri tidak lain adalah para selir raja yang haus akan kedudukan dan ketenaran.
disisi lain di kediaman menteri Han semua anggota keluarga sedang sibuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, tapi tidak dengan Aqila gadis itu masih asik dengan buku yang dia baca.
"nona kenapa anda belum bersiap, bagaimana jika yang lain sudah siap dan sedang menunggu anda"
"Lila aku malas"
"nona ayolah kali ini saja tolong lakukan ini untuk tuan besar bukankah anda sangat menyayanginya"
"kau mengancam ku"
__ADS_1
"tidak, tapi saya sedang memohon pada anda jadi mari cepat bersiap saya akan membatu anda"
Lila menarik Aqila pergi ke pemandian yang sudah dia siapkan, meskipun dengan enggan gadis itu akhirnya setuju membiarkan Lila membantunya membersihkan diri.
setelah lima belas menit berendam Lila membantu Aqila kembali mengenakan pakaian yang sudah dia siapkan.
Aqila mengenakan hanfu biru langit dengan beberapa taburan mutiara yang di sulap menjadi bentuk bunga yang indah.
setelah mengganti pakaian Lila membawa Aqila ke meja rias untuk di permak secantik mungkin, sedangkan Aqila hanya bisa diam saja membiarkan Lila merias wajahnya.
dua puluh menit sudah Lila merias Aqila kini penampilan gadis itu terlihat sangat memukau hanfu biru yang dia kenakan menyatu dengan kulitnya yang putih dan tubuhnya yang ramping, rambut panjang yang di gerai Indah dengan beberapa hiasan sederhana juga bibir yang sedikit di beri pewarna merah menambah daya tarik tersendiri.
Lila yang sejatinya seorang wanita bisa di buat terpana bahkan tidak berkedip sama sekali saat menatap aqila bagaimana dengan para pria yang menyukai gadis gadis cantik bisa di pastikan bahwa pesta kali ini tidak akan berjalan dengan baik.
"ada apa, kenapa kau menatap ku seperti itu"
"anda sangat cantik nona bahkan saya merasa bahwa di kerajaan ini tidak ada yang bisa menyaingi kecantikan anda"
Lila mengatakannya dengan penuh kepercayaan diri dia juga masih menatap Aqila dengan pandangan berbinar-binar.
Aqila maju selangkah mendekat ke arah Lila lalu menonyor kening gadis tersebut dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
di sepanjang jalan yang Aqila lewati sama seperti Lila semua orang menatapnya dengan penuh kekaguman bahkan tidak jarang beberapa dari mereka memuji kecantikannya.
tetapi Aqila sendiri tidak memperdulikan semua itu dia masih tenang dan terus berjalan dengan wajah datarnya.
Lin Shan yang berada di sebelah kanan aqila terus mencuri pandang pada gadis itu, dia tidak pernah bosan menatap Aqila karena dia selalu terlihat cantik di matanya meskipun tidak berias sama sekali.
Lila juga menyadari tatapan berbeda yang Lin Shan tunjukkan pada Aqila tapi lila berusaha menepis pikiran tersebut.
dia tidak ingin berprasangka buruk pada Lin Shan karena dia tau betul seperti apa pemuda itu selama ini.
disisi lain di depan pintu gerbang kediaman menteri Han beberapa orang sedang menunggu kehadiran Aqila dengan beragam ekspresi.
"apa itu Aqila jika benar kenapa dia terlihat sangat cantik sekali, kenapa gadis itu selalu saja mengalahkan ku padahal aku sudah bersusah payah memilih pakaian yang begitu indah agar kali ini aku bisa terlihat cantik dari yang lainnya"
__ADS_1
geram Lin Lin dalam hati yang melihat kedatangan Aqila bersama kedua bawahannya.
"kenapa Lin Shan semakin hari semakin tampan aku jadi tidak sabar ingin segera memilikinya"
guma weilin dalam hati yang terus menatap kedatangan Lin Shan yang semakin dekat ke arahnya.
gadis itu bahkan tidak perduli sama sekali dengan penampilan Aqila saat ini, dia malah lebih tertarik pada wajah tampan Lin Shan
memang benar sejak Lin Shan mengikuti Aqila pemuda itu berubah total mulai dari wajahnya yang terlihat semakin tampan juga tubuhnya yang kekar membuat siapa saja akan tertarik pada pemuda tersebut, terkecuali untuk Aqila dan Lila dua manusia itu tidak bisa di tebak perasaannya.
"ayo berangkat kita tidak boleh datang terlambat"
ucap tuan Han Yang mulai memasuki keretanya yang ada di barisan depan bersama selir huranran
sedangkan Aqila dan Lila di barisan kedua karena dia adalah putri sah dari tuan Han, sedangkan weilin dan Lin Lin berada di urutan terakhir.
meskipun tadi mereka sempat protes pada sang ibu tapi selir Han berhasil meyakinkan kedua putrinya untuk tidak membuat ulah dan memancing kemarahan tuan Han.
Lin Shan seperti biasa dia akan menunggang kuda dan berjaga di sini kereta yang aqila tumpangi.
ketiga kereta kuda melaju meninggalkan kediaman menteri han dengan kecepatan sedang agar tidak membuat sang tuan merasa tidak nyaman
di sepanjang perjalanan Aqila hanya memejamkan mata dia tertidur untuk beberapa saat sebelum suara Lila membangunkannya.
"nona bangun kita sudah sampai"
Aqila mengerjapkan mata berulang kali guna menyesuaikan pandangannya yang sedikit kabur. setelah itu dia turun di bantu oleh Lin Shan yang memegang salah satu tangannya.
saat Aqila turun dari kereta, beberapa orang yang menyaksikan adegan tersebut di buat terpana oleh kecantikan Aqila dia seperti Dewi yang turun dari atas kayangan.
Lin Shan menatap mereka tajam mengisyaratkan ke tidak sukaannya dan itu berhasil membuat mereka yang memandang Aqila memalingkan wajah ke arah lain.
setelah turun dari kereta Aqila mengikuti tuan Han dan yang lain dari belakang tidak lupa Lila dan Lin Shan yang terus berasa di sampingnya.
posisinya mereka terlihat begitu ambigu biasanya seorang pelayan dan pengawal berjalan di belakang sang tuan tapi tidak dengan Lila dan Lin Shan mereka berdua ikut berjalan di kedua sisi Aqila.
__ADS_1
Hay temu lagi sama author semoga kalian masih suka dengan ceritanya 😊
terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 🙏🥰🥰