SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Mimpi Buruk


__ADS_3

yang jelas dia hanya melakukan apa yang hati dan otaknya katakan.


"Aqila berhenti menatap kakak sepupu mu, lihat dia sudah tersipu malu"


Shen Ling mencoba menghentikan aksi jahil gadis itu karena melihat wajah putra sulungnya sudah memerah.


"baik bibi"


Aqila berhenti menatap Shen xiaojian dan malah bersandar sambil menutup mata, membuat semua orang terdiam sambi menatap cengo gadis itu.


"apa dia tertidur"


ucap Shen duyi setelah beberapa saat mengamati pergerakan gadis tersebut.


"sepertinya begitu"


jawab Shen xiaoli, karena Aqila tidak juga membuka mata setelah sepuluh menit lamanya.


"hah anak ini, bawa dia ke kamar"


Shen gufei geleng kepala melihat sikap dan tingkah Aqila yang berbeda dari yang lain.


"biar aku saja nek"


ucap Shen xiaojian, pemuda dingin itu bangkit kemudian menggendong Aqila ala bridal style.


sedangkan Aqila yang sudah sangat mengantuk hanya membiarkannya saja sambil mengalungkan kedua tangan ke leher pemuda tampan nan rupawan itu.


"ibu apa dia masih kakak ku"


ucap Shen xiaoli, dia iri saat kakak pertama-nya menggendong Aqila padahal sejak kecil pemuda itu tidak pernah bersikap demikian pada dirinya.


"sepertinya bukan"


jawab Shen duyi sambil menatap kasihan sang kakak kedua dengan ekspresi mengejek


"yak kau"


Shen xiaoli melemparkan vas bunga yang ada di hadapannya ke arah pemuda itu karena merasa kesal.


"hahahaha, sepertinya kau akan mendapat saingan baru kak"


setelah menangkap dengan tepat Shen duyi tertawa dengan keras.


sedangkan di sisi lain Shen xiaojian masih menggendong Aqila menuju kamarnya sambil sesekali tersenyum tipis karena mengamati wajah gadis itu.


"gadis nakal"


ucap Shen xiaojian, usia pemuda itu terpaut empat tahun dengan Aqila.


Lin Shan yang tidak sengaja melihat bayangan mereka mengepalkan tangan karena merasa cemburu.


dia tidak bisa menerima ada pria lain yang berani menyentuh Aqila meski pemuda itu adalah kerabat gadis itu sendiri.

__ADS_1


tidak ingin kehilangan kendali Lin Shan bergegas pergi dari sanah dia juga tidak bisa menghentikan pemuda itu karena dia tidak punya hak apa pun selama Aqila belum menerima cintanya.


karena selama ini Lin Shan hanya memendam perasaan tersebut seorang diri, tanpa membaginya kepada siapa pun.


setelah sampai di kamar, Shen xiaojian berniat menurunkan Aqila namun pegangan gadis itu terlalu kuat pada lehernya dia juga tidak enak bila membangunkan-nya melihat sang adik sepupu sudah tertidur pulas.


"Aqila lepaskan tangan mu"


ucap Shen xiaojian berbisik di telinga gadis itu, dia sudah harus segera pergi dari sanah karena tidak baik berduaan di dalam kamar tengah malam mengingat status mereka yang hanya sebatas sepupu.


bukannya menuruti Aqila Malah menarik pemuda itu hingga mereka kini berbaring bersama.


"jangan pergi"


guma Aqila, dia terlihat gelisah dalam tidurnya mencoba mencari kenyamanan.


"ada apa dengan gadis ini"


Shen xiaojian sebenarnya sudah tidak nyaman dia takut kehilangan kendali namun melihat Aqila seperti itu membuat dia tidak tega meninggalkan-nya sendiri.


"kumohon jangan pergi"


Aqila kembali mengigau, dan tanpa sadar menyusup ke dalam pelukan pemuda itu.


"tenanglah aku tidak akan pergi"


Shen xiaojian berusaha keras untuk tidak kehilangan akal sehatnya dia perlahan memeluk tubuh Aqila sambil mengusap lembut kepala gadis itu, mencoba memberi kehangatan.


rasa sakit yang dulu pernah dia rasakan akibat penyiksaan mereka kini harus dia saksikan kembali.


flashback


sebelum menjadi agen rahasia dan pembunuh bayaran Aqila atau lebih tepatnya Axela kerap kali mendapat hukuman dari orang tua asuh-nya.


mereka akan menyiksa gadis itu jika sedikit saja melakukan kesalahan, entah itu hukuman cambuk atau sejenisnya sudah pernah axela rasakan.


dulu dia tidak sedingin dan sekejam saat ini tapi karena terlalu banyak mendapat penyiksaan baik fisik maupun mental membuat kepribadian-nya berubah.


pernah suatu hari axela gagal menjalankan misi dari ayah angkatnya karena dia tidak tega membunuh orang tua dari seorang anak berusia lima tahun.


mereka adalah keluarga yang menjadi musuh atau penghalang rencana sang ayah angkat, jadi pria itu menyuruh Aqila menghabisi keluarga tersebut.


Namun karena masih memiliki hati nurani Axela malah menyelamatkan mereka dan sialnya hal itu di ketahui oleh bawahan pria tersebut.


sesampainya di rumah dia di bawa paksa ke markas bawah tanah yang ada di belakang kediaman, axela di bawah ke hadapan seseorang.


di sanah nampak seorang pria paruh baya tengah duduk tenang sambil memainkan sebuah cambuk tulang


Duk


Aqila di paksa berlutut di bawah kaki pria itu yang ternyata adalah ayah angkatnya sendiri.


ctarrrr

__ADS_1


tanpa aba-aba atau belas kasihan pria itu mencambuk axela dengan sangat keras hingga berulang kali, bunyi nyaring itu terasa begitu ngilu di telinga orang yang menyaksikan.


akhh


axela menjerit merasakan sakit yang teramat luar biasa saat bekas cambukan itu di siram menggunakan air dingin oleh bawahan pria itu sesuai perintahnya.


tidak hanya sampai di sana pria itu juga mencekik leher axela dengan kemarahan yang memuncak hampir membuat gadis itu berhenti bernafas.


"dasar tidak tau di untung ini balas budi mu pada ku hah"


"maaf ayah"


ctarrrr


akhhh


"kau telah mengkhianati ku maka terimalah hukuman mu"


"ayah kumohon maafkan aku"


" masukkan dia ke dalam sel jangan ada yang memberinya makan atau pakaian hangat gadis tidak tau diri itu harus menerima akibat dari mengkhianati ku"


"baik tuan"


"jangan pergi ku mohon, ayah maafkan aku"


axela yang saat itu masih berusia lima belas tahun terus memohon sambil menangis di bawah kakinya, berharap pria itu akan memaafkan kesalahan kali ini .


seolah tuli pria paruh baya itu dengan tega menghempaskan tubuh axela begitu saja, kemudian melangkah pergi dengan tidak berperasaan.


"kumohon jangan pergi ayah maafkan aku, aku berjanji tidak akan melawan perintah ayah lagi"


axela terus berteriak namun hasilnya masih tetap sama pria paruh baya itu berhati dingin dan tidak punya belas kasih sama sekali.


setelah semua orang pergi axela duduk sambil memeluk kedua kakinya karena merasa dingin.


seharian dia belum makan di tambah bajunya yang basah dan rasa sakit akibat cambukan membuat axela lemah karena mengalami demam tinggi.


hal itu berlangsung semalaman hingga pagi hari tubuh axela masih menggigil dengan wajah dan bibir yang sudah memucat pasi.


untungnya Masih ada orang baik yang membawakannya makanan dan baju ganti


orang itu adalah salah satu pelayan di rumah besar tersebut.


dengan teliti dia juga membantu mengompres agar demam axela segera turun.


namun sangat di sayangkan pelayan itu harus kehilangan nyawa saat ayah angkat-nya tau, dan hal tersebut menjadi pukulan terbesar dalam hati axela.


sejak hari itu axela berjanji pada dirinya sendiri akan menjadi kuat hingga orang lain tidak berani menindasnya.


flashback off


Aqila menutup mata dan telinga agar suara jeritan dan bayangan itu hilang dari hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2