SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Kuda Hitam Yang Menarik


__ADS_3

Aqila mendekati kuda itu dan hendak menyentuh bulu halusnya namun belum sempat tangannya mengelus hewan tersebut sudah keburu bereaksi


hewan itu menyerang Aqila dengan ganas namun setiap serangan yang di arahkan berhasil di hindari.


menyadari setiap serangan yang dilakukan dapat di hindari dengan mudah oleh pria yang ada di hadapannya kuda hitam itu menatap Aqila dengan sangat tajam


Aqila juga tidak mau kalah, dia menatap balik kuda itu bahkan lebih tajam dari tatapan kuda tersebut.


sedangkan Lila, Lin Shan dan penjaga kuda yang sejak tadi memperhatikan di buat khawatir dan heran dengan sikap keduanya mereka terlihat seperti seorang musuh yang sudah lama tidak bertemu.


"apa nona akan baik baik saja"


tanya Lila dengan nada pelan pada Lin Shan yang berada di dekatnya.


"tenang saja nona tidak akan kalah aku malah mengkhawatirkan nasib kuda hitam itu yang berani memancing emosi nona Aqila kau tau betul seperti apa jika nona sudah marah"


"yah dia sangat mengerikan"


Lila teringat dengan kejadian dimana Aqila menghabisi seekor ular raksasa ketika berada di hutan Selatan.


flashback,,,


di pertengahan hutan tiga sosok manusia sedang berjalan untuk kembali ke kediaman namun langkah mereka terhenti ketika seekor ular raksasa berwarna hijau menghadang jalan mereka.


ular hijau itu menatap ke arah mereka bertiga dengan tajam sambil terus menjulurkan lidahnya yang beracun.


"akhirnya aku menemukan mangsa yang lejat sudah lama aku tidak merasakan daging manusia"


batin ular hijau itu sambil terus memandang ke arah mereka bertiga dengan tatapan lapar


"pergilah"


Aqila yang memang bisa mengerti bahasa binatang langsung menggunakan telepati untuk berbicara dengan hewan tersebut


"kau bisa mendengar batin ku manusia"


"ya"


"cukup mengejutkan tapi aku tidak akan pergi sebelum memakan kalian lebih dulu"


"kau cari mati"


"hahahaha kau ingin membunuh ku gadis lemah seperti mu ingin membunuh ku kau sangat lucu sekali hahaha"


Aqila melangkah maju dan memukul ular itu dengan sangat kencang sehingga hewan buas tersebut terpental jauh menabrak dahan pohon besar.


"sialan kau bedebah aku akan membunuhmu dengan racun ku dan mencabik cabik tubuh kalian bertiga sebelum memakannya"


ular itu kembali bangkit dan menyerang Aqila dengan terus menyemburkan bisa racunnya yang sangat mematikan.


setiap bisa racun yang meleset mengenai tanaman atau hewan yang ada di sana langsung mati mengering


Lila dan Lin Shan di buat khawatir mereka berdua hendak membantu Aqila namun di cegah oleh gadis itu dia mengatakan bahwa dirinya bisa mengatasinya sendiri.


pertarungan berjalan sengit Aqila menggunakan jarum perak berlapis racun miliknya untuk melukai hewan tersebut


setiap serangan yang Aqila kerahkan selalu tepat sasaran ular itu mengejang kesakitan dia ambruk di tanah dengan luka yang cukup banyak


perlahan lahan tubuh ular hijau itu mengeluarkan asap dan membakar setiap bagian tubuhnya, darah yang keluar juga berubah menjadi hitam pekat juga bau yang sangat menyengat.


setelah menunggu hampir sepuluh menit jasad ular hijau itu lenyap dari pandangan mereka bertiga


Lila yang menyaksikan di buat bergidik ngeri dengan aksi aqila, sekarang dia jadi tau semengerikan apa gadis itu jika sedang marah.

__ADS_1


setelah membereskan penghalang mereka kembali melanjutkan perjalanan.


flashback off,,,


kembali ke saat ini, mereka berdua masih terus saling menatap tanpa mau mengalah satu sama lain.


"berani sekali dia ingin menyentuh tubuh ku, manusia jahat sepertinya tidak pantas menjadi tuan ku"


"kau mengatai ku jahat tanpa pernah mengenal siapa aku"


jawab aqila pada kuda hitam itu dengan nada dingin


sedangkan kuda tersebut merasa kebingungan dengan suara yang dia dengar


"siapa yang dia ajak bicara apa pada ku"


"tentu saja kau bodoh kau pikir siapa lagi"


jawab aqila santai dengan wajah tanpa ekspresinya yang semakin menambah kebingungan kuda hitam itu


"kau bisa mengerti bahasa ku, tunggu apa barusan kau mengatai ku bodoh manusia"


"yah"


"sialan kau manusia"


hewan itu marah karena di katai bodoh oleh seorang pria yang terlihat lemah darinya.


"diam, mulai saat ini mau adalah milik ku"


Aqila langsung mengklaim binatang tersebut sebagai miliknya tanpa menunggu persetujuan lebih dulu.


"aku tidak sudi memiliki tuan seperti mu"


dia langsung menolak karena tidak sudi menjadi milik manusia yang tidak di sukanya


Aqila kembali memberikan penawaran karena dia sudah sangat tertarik pada bintang yang ada di hadapannya.


"baiklah"


setelah sepakat mereka kembali bertarung namun seberapa kali pun kuda hitam itu menyerang, Aqila bisa tetap menghindarinya.


"gelang itu, apa benar itu dia"


kuda hitam berbicara pada dirinya sendiri ketika tanpa sengaja melihat gelang giok yang di kenakan Aqila.


dia merasa familiar dengan benda tersebut dan mengingatnya pada seseorang yang dia kenal.


"dari mana kau mendapatkan gelang itu"


tanya kuda hitam ketika dia sudah merasa yakin dengan dugaannya dan berhenti untuk menyerang gadis yang ada di hadapannya.


"maksud mu ini"


tunjuk Aqila dengan mengangkat salah satu pergelangan tangannya


"yah dari mana kau mendapatkan gelang itu"


tanyanya dengan antusias dan berharap bahwa dugaannya benar.


"apa itu penting"


kini Aqila yang di buat bingung dan penasaran atas apa yang di tanyakan padanya

__ADS_1


"tentu saja sangat penting, cepat katakan dari mana kau mendapatkan benda tersebut"


memaksa adalah jalan satu satunya yang bisa kuda hitam itu lakukan


"ini peninggalan ibu ku"


jawab aqila jujur karena dia juga ingin tau kebenaran apa yang akan dia dapatkan


"apa kau tidak sedang berbohong"


"menurut mu"


"jadi benar kau anak tuan"


kuda hitam menatap Aqila dengan sangat dalam terdapat sebuah kerinduan pada seseorang yang mungkin berarti dalam kehidupannya pikir Aqila.


"apa maksud mu aku tidak mengerti"


tanya aqila Karen rasa penasarannya belum juga terjawab


"apa ibu mu bernama meilin"


tanya kuda hitam memastikan kembali apa yang dia duga adalah benar


"hm"


"jadi benar kau anak tuan, maaf atas tindakan kasar ku barusan"


"ada apa ini sebenarnya"


hewan itu menyebut ibunya sebagai tuan itu artinya ada sebuah rahasia tersembunyi yang harus Aqila cari tau.


"akan aku ceritakan nanti, siapa nama mu"


ucap kuda hitam yang melihat ekspresi bingung dan penasaran di wajah Aqila dia juga ingin tau siapa nama pria yang ada di hadapannya.


"Han Aqila"


"kau seorang gadis"


dia terkejut begitu mengetahui bahwa anak tuanya adalah seorang gadis


"ya memang kenapa"


"aku pikir kau seorang pria"


"aku sedang menyamar"


"baiklah tidak masalah kau seorang wanita atau laki laki yang jelas saat ini kau adalah tuan ku"


"ternyata kau cepat sekali berubah"


"ternyata kau adalah gadis menyebalkan bagaimana mungkin tuan ku meilin melahirkan anak seperti mu"


"apa kau ingin mati sekarang juga"


"tidak terimakasih aku hanya bercanda, nona bisakah anda mengeluarkan saya dari sinih"


"hm"


keduanya berkomunikasi lewat batin tanpa menghiraukan perasaan orang lain yang sejak tadi merasa cemas.


hy semua terimakasih sudah berkunjung ke karya author yah semoga kalian masih suka dengan alur ceritanya

__ADS_1


maaf karena author cuma bisa up sedikit πŸ™πŸ˜Š


selamat membacaπŸ™πŸ˜Š


__ADS_2