
Aqila setuju untuk melepaskan kuda hitam itu, dia berjalan mendekat dan mengelus bulu halusnya.
"mau jadi teman ku"
"tuan anda"
"aku lebih suka kau menjadi teman ku ketimbang jadi pengikut ku itu hanya akan membuat tidak nyaman"
"baik, terimakasih telah mau menjadi teman ku nona"
"ayo aku akan membawa mu pergi"
ketiga orang yang sejak tadi menyaksikan lagi lagi di buat terkejut dengan tingkah keduanya yang kini malah terlihat harmonis.
"Lin Shan tolong katakan pada saya apa saya sedang bermimpi"
tanya Lila yang masih bengong dengan segudang pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.
"tidak"
"lalu apa yang saya lihat ini benar"
"ya itu benar"
"waw ajaib ternyata nona tidak jadi membunuhnya"
"ku pikir juga tidak"
Lin Shan membenarkan semua pertanyaan yang Lila ajukan, dia juga cukup terkejut dengan perubahan sikap keduanya namun itu lebih baik dari pada melihat Aqila menyiksa bintang itu.
"kalian sedang apa"
Aqila bertanya dengan polos seolah olah tidak terjadi apa pun sejak tadi.
"melihat anda tentunya, bagaimana nona bisa menaklukkan hewan ini"
tanya Lin Shan yang kini melihat Aqila duduk di atas kuda hitam tersebut
"dengan kemampuan"
"baiklah anda memang hebat nona"
Lin shan memuji kehebatan aqila, sedangkan penjaga kuda di buat menganga tidak percaya dengan pemandangan yang dia lihat.
"tuan anda berhasil menjinakkannya padahal selama dia ada di sinih tidak seorang pun bisa melakukannya, kuda hitam ini sangat liar dia tidak mau di sentuh oleh siapa pun tidak jarang para pembeli mendapatkan pukulan karena mencoba menyentuh tubuhnya"
"saya ingin membelinya"
"mari saya antar pada pemilik tempat ini karena saya tidak punya kewajiban untuk mematok harganya"
__ADS_1
mereka berempat pergi dari kadang kuda tersebut dan berjalan menuju sebuah tenda besar.
setelah sampai penjaga itu memanggil orang yang ada di dalamnya.
"maaf mengganggu tuan ada yang ingin membeli kuda hitam itu mereka sedang menunggu di luar tenda"
perlahan orang yang di sebut tuan keluar dari dalam sana dia menghampiri mereka berempat
"ada yang bisa saya bantu tuan"
tanya pemilik dengan wajah yang tidak kalah terkejut ketika dia menatap kuda hitam yang selama ini selalu membuat keonaran sedang di belai lembut oleh seorang pria muda, dan juga ada kedua kuda lainya sedang di pegang oleh masing masing dari mereka
kuda yang di pegang oleh Lila berwarna putih dan bertubuh kekar dia sangat tertarik dengan bulu halusnya apalagi kuda tersebut sudah jinak.
sedangkan yang bersamaan Lin Shan berwarna coklat gelap kuda itu juga tidak kalah kekar Lin Shan langsung tertarik hanya dalam satu kali pandang.
"saya ingin membeli ketiganya"
"ah ternyata begitu, saya cukup terkejut melihat kuda hitam itu bisa anda jinakkan karena selama ini dia selalu membuat onar bagi para pembeli lain anda bisa membayar ketiganya dengan harga lima belas koin emas saja itu sudah termasuk harga murah"
tanpa basa basi Aqila langsung meminta Lila untuk membayar setelahnya mereka langsung pergi dari sanah dengan menunggangi ketiganya.
"bisa kau ceritakan tentang ibu ku"
tanya aqila di pertengahan jalan begitu mereka semua sudah keluar dari pasar gelap
"baik, akan sedikit saya ceritakan tapi mungkin setelah saya mengatakan kebenarannya anda akan merasa terkejut nona"
"kisah ini berawal dari sembilan belas tahun yang lalu, ibu anda nona meilin berasal dari dunia atas dia adalah putri sah dari kerajaan emerland nona meilin terpaksa harus pergi dari sanah karena kerajaan di serang oleh musuh semua keluarganya di bantai saya tidak tau ada yang selamat atau tidak, kami berdua melarikan diri dari kejaran musuh dan tanpa sengaja masuk kesebuah portal yang akhirnya membawa kami ke dunia bawah ini tapi sayang kami terpisah saya sudah mencari ibu anda sejak delapan belas tahun ini tapi tidak juga menemukannya hingga saya tertangkap oleh para pemburu dan di bawa ke tempat itu"
"apa itu dunia atas"
akhirnya perlahan lahan masa lalu tentang ibunya terungkap dia juga merasa penasaran dengan apa yang ada di dunia atas.
"dunia atas adalah dunia yang di tempati oleh manusia yang memiliki ilmu sihir di sana yang kuatlah yang akan di hormati mereka yang lemah hanya akan menjadi bahan siksaan dan olokan bagi mereka yang kuat"
"siapa Musuh ibu"
"saya tidak tau nona karena saat peristiwa itu terjadi di sana sangat kacau saya tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang tersebut, apalagi keadaan tuan saat itu terluka cukup parah"
kuda hitam mengatakannya dengan nada sendu begitu dia teringat kembali kenangan buruk antara dirinya dan sang tuan.
Aqila bisa merasakan rasa sakit yang dulu ibunya rasakan begitu dia mendengar kebenaran tersebut.
meskipun dia bukan ibu kandung Aqila tapi dia adalah ibu kandung pemilik tubuh yang asli mungkinkah jiwa asli Aqila juga merasakan rasa sakit ini.
perlahan tanpa sadar Aqila menitihkan air mata tapi setelah beberapa detik Aqila langsung menghapusnya dia tidak ingin di anggap lemah hanya karena menangis.
mereka terus memacu kuda dengan kecepatan sedang hingga tiba di pasar ibu kota.
__ADS_1
stttt
Aqila mendadak berhenti ketika dia melihat seorang anak kecil sedang memungut barang nya yang terjatuh tepat di hadapan dirinya.
aksinya itu menuai perhatian semua orang yang ada di sana karena sejak tadi ketiganya sudah memasuki wilayah pasar ibu kota.
Aqila turun dari atas kuda dan menghampiri gadis kecil itu
"apa kau baik-baik saja"
"aku baik baik saja kakak cantik terimakasih sudah membantu ku"
anak kecil itu terus memandang ke arah Aqila dia mengagumi wanita penyelamat itu karena kecantikan yang gadis itu miliki.
Aqila yang di tatap seperti itu sedikit tersenyum karena merasa gemas dengan ekspresi wajah anak kecil yang ada di hadapannya
mola mata gadis kecil itu sangat indah dan jernih pipinya caby dan memiliki bibir yang imut dengan bewarna merah secerah buah ceri, dia jadi gemas sendiri dan tanpa sadar mencubit pelan pipi gadis kecil itu.
Lila dan Lin Shan yang sejak tadi mengikuti Aqila di buat terpana begitu mereka berdua melihat aqila tersenyum meski hanya sedikit dan sebentar tapi itu adalah pemandangan langka yang akhirnya bisa mereka lihat dari sosok Aqila yang selama ini mendapat julukan balok es berjalan.
"apa aku tadi salah lihat"
"tidak"
"coba kau cubit tangan Ku"
"auw sakit, ternyata benar nona tersenyum ini adalah hal langka yang harus di abadikan"
"kau benar nona sangat cantik ketika dia tersenyum"
"yah dulu nona sangat suka sekali tersenyum tapi semenjak dia jatuh sakit dan akhirnya sadar kembali dia sudah tidak pernah lagi tersenyum pada siapa pun termasuk pada ayahnya sendiri"
"benarkah"
"tentu saja"
mereka berdua terus hanyut dalam pikiran Masing-masing hingga suara seseorang mengagetkan lamunan mereka.
"ayo kembali"
Aqila mengatakan itu sambil melewati mereka berdua menuju kuda hitam miliknya
dia sudah selesai membantu gadis kecil dan mengembalikannya ke tangan sang ibu, setelahnya Aqila kembali menaiki kuda.
ketika sudah tersadar kembali Lila dan Lin Shan juga ikut menaiki kuda mereka masing masing.
setelahnya mereka bertiga kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman Mentri Han.
hy ketemu lagi sama author maaf yh kemaren author GK sempat up mohon di maklumi
__ADS_1
terimakasih buat yang udah selalu setia pantengin cerita author
semoga kalian masih suka dengan ceritanya, selamat membaca 🙏😊