SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Meminta Keadilan


__ADS_3

Di aula utama seluruh pelayanan dan pengawal yang melihat kejadian memalukan tadi siang di sidang secara mendadak, mereka yang tidak tau apa-apa harus terkena getahnya.


Lin Zhang, Mentri Jun, dan Jun Jia menatap tajam mereka semua apa lagi wanita cantik itu sangat marah karena menjadi bahan olokan.


sedangkan si pelaku utama haya duduk malas sambil memainkan kakinya yang dia hentak-hentakkan ke ubin.


Jun Jia mengumpat dalam hati dia ingin sekali mengatakan bahwa Lin Bao juga terlibat atas insiden tadi siang.


tapi ia urungkan karena tidak memiliki bukti meski firasatnya mengatakan bahwa bocah laki-laki itu sengaja melakukannya.


"katakan siapa yang menumpahkan kotoran ke pakaian nona Jun Jia dan menaburkan minyak sembarangan di tengah jalan juga siapa yang melepaskan para angsa liar itu!"


Lin Zhang menatap satu persatu dari mereka guna mencari tau dalang di balik semua kekacauan yang terjadi.


para pelayan juga prajurit menunduk takut mereka benar-benar tidak tau apapun, mereka juga bingung harus menjawab apa.


"KATAKAN!"


Habis sudah kesabaran pria itu dia yakin bahwa kejadian kali ini bukan hanya kebetulan belaka tapi sudah di rencanakan sejak awal.


Lin Zhang jadi berfikir bahwa apa yang menimpanya juga di lakukan oleh orang yang sama mengingat waktu kejadian yang saling berdekatan.


Di balik kegelapan sesosok manusia terus memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh pria itu pada mereka semua.

__ADS_1


"Katakan atau kalian semua akan menanggung semua akibatnya"


Tekan pria itu lagi, dia mencoba mengontrol emosinya agar tidak meledak begitu saja.


"maaf yang mulia raja kami benar-benar tidak melakukannya"


Mereka semua mengatakannya dengan serempak.


Mentri Jun yang masih tidak terima dengan apa yang terjadi pada putri sulungnya meminta keadilan dia ingin kasus ini di usut dengan tuntas.


"yang mulia ini bukan masalah sepele ini menyangkut harga diri seorang calon ratu Kerajaan, saya sebagai seorang ayah tidak terima jika masalah ini di lupakan begitu saja"


Mentri Jun berbicara dengan hati-hati dia sangat yakin bahwa putrinya akan di angkat sebagai ratu Kerajaan bingjie.


"cih"


sesosok manusia yang masih bersembunyi di balik kegelapan menatap sinis pada kedua pasangan ayah dan anak tersebut.


"jangan harap"


dua kata itu keluar dari bibir cantiknya dia tidak lain adalah Aqila.


Aqila tidak habis pikir dengan kebodohan yang Lin Zhang lakukan bukankah dulu sebelum menjadi raja dia adalah orang yang sangat tegas dan cerdas mengapa sekarang menjadi bodoh.

__ADS_1


apakah masalah- masalah kerajaan membuat otaknya bergeser hingga tidak bisa membedakan mana yang baik dan pura-pura baik.


sedangkan Jun Jia yang sejak tadi mendapat tatapan mengejek dari Lin bao mengeram kesal.


otak liciknya seketika menemukan ide untuk memberikan bocah laki-laki itu pelajaran.


"raja, sebenarnya yang menumpahkan kotoran ke pakaian ku adalah pangeran Lin Bao"


ucap Jun Jia dengan nada lirih tapi masih bisa di dengar oleh semua orang karena suasana ruangan tengah hening.


"apa yang tadi kau katakan adalah kebenaran nona Jun Jia"


tanya Lin Zhang sedikit terkejut dia tau betul bahwa hubungan keduanya tidaklah akur.


Jun Jia tidak langsung menjawab dia malah bersikap seolah tidak enak hati untuk mengatakannya.


"katakan saja yang sebenarnya nona Jun Jia saya akan memberi anda keadilan meski itu harus menghukum putra ku sendiri"


ucap Lin Shan penuh ketegasan, Lin Bao yang mendengar penuturan tersebut menatap tidak percaya pada sang ayah.


begitupun dengan yang lain mereka juga tidak percaya bahwa bocah menggemaskan itu bisa melakukan hal sepicik ini.


"apa kau punya bukti bahwa aku melakukannya dengan sengaja"

__ADS_1


ucap Lin Bao membela diri meski benar adanya bahwa dia memang bersalah.


Mendengar perkataan bocah laki-laki tersebut semua orang mulai setuju bahwa apa yang dia katakan ada benarnya juga.


__ADS_2