
malam hari, terdengar suara ketukan di jendela kamar yang Aqila tempati, gadis itu bangkit untuk melihat siapa pelaku tersebut.
"salam nona"
seorang pria tampan berbadan kekar serta aura misterius yang selalu meliputi dirinya datang menghadap ke arah Aqila, dia adalah hei long.
enam hari sudah pemuda itu melakukan pencarian dan di malam ke tujuh dia baru kembali.
"bagaimana pencariannya"
tanya aqila datar seperti biasa sebelum masuk ke pembicaraan gadis itu akan lebih dulu mengusap lembut pucuk kepala pemuda tersebut.
itu selalu terjadi dan sudah menjadi kebiasaan bagi hei long jika tidak jelmaan naga itu akan merajuk untuk waktu yang lama sebelum Aqila melakukan apa yang dia inginkan.
"bunga anggrek tumbuh di ujung sisi kolam teratai biru, lokasinya dekat tebing Utara hutan Selatan"
jelas hei long secara singkat dan padat pemuda tersebut menatap dalam mata hazel gadis itu.
"ada apa"
tanya Aqila yang menyadari ada maksud di balik tatap dalam tersebut.
"nona kapan kita ke dunia atas"
akhirnya hei long memberanikan diri mengungkapkan keresahan hatinya yang selama beberapa hari ini dia rasakan.
"entah aku tidak tau, apa kau tau sesuatu"
tanya aqila penasaran namun ekspresi gadis itu tidak pernah berubah masih saja datar kadang orang akan bingung di buatnya.
"saya merasa akan terjadi sesuatu di sanah"
"aku juga merasakan, tapi sebelum pergi ke sanah aku harus mengaktifkan energi sihir ku terlebih dulu"
Aqila tau bahwa dia harus pergi ke dunia atas secepatnya tapi ia juga butuh persiapan yang matang karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya di sanah, pikir gadis itu.
"saya akan selalu bersama anda apa pun yang terjadi"
hei long berjanji dalam hati akan selalu mengabdikan diri pada Aqila apalagi mereka sudah terikat kontrak hidup dan mati yang bisa saja membunuhnya jika dia berani berkhianat.
"terimakasih, kau bisa kembali"
Aqila tersentuh mendengar ungkapan tulus tersebut dia bersyukur di kehidupan ini ia di kelilingi oleh orang orang yang menyayanginya dengan tulus tidak seperti kehidupan sebelumnya.
"salam nona besar Aqila"
sebelum kembali ke dalam dimensi hei long lebih dulu mengucapkan salam perpisahan pada orang yang di anggapnya keluarga.
aqila menganggukkan kepala sebagai jawaban setelahnya hei long langsung menghilang dari pandangan.
....
di sudut lain, di ruangan yang luas nan megah seorang pria tampan menatap tajam ke arah sesosok manusia berpakaian hitam yang sedang menunduk hormat ke arahnya.
__ADS_1
"bagaimana sudah kau dapatkan semuanya"
pria tampan itu bertanya dengan tidak sabaran dia masih menatap tajam sosok tersebut.
nada suaranya terdengar dingin angkuh dan kejam dia begitu di takut oleh semua bawahannya.
"sesuai dengan keinginan anda pangeran Jun hui"
jawabnya, sosok itu adalah mata-mata yang di tugaskan mencari informasi gadis cantik yang tadi pagi sempat menarik perhatiannya.
"jelaskan"
ucapannya to the point, tanpa membantah dia mulai menjelaskan semua hal yang sudah ia dapatkan sebelumnya pada pria tampan itu.
"namanya adalah nona Aqila dia berasal dari kerajaan xingsheng tujuannya kemari untuk mencari bunga anggrek hitam seribu kelopak dan secara kebetulan putra dari jendral Lin zhang menyukainya dan dia juga cukup dekat dengan anak itu sehingga mengangkatnya sebagai anak, selama empat belas hari ini nona Aqila sudah tinggal di kediaman Lin atas permintaan bocah tersebut"
mata-mata itu menjelaskan dengan rinci setiap hal tentang Aqila tanpa ada yang terlewat sedikitpun.
kemampuannya dalam menganalisa dan mencari sumber informasi hampir sebanding dengan Lin shan, Aqila harus mengakui kehebatan itu jika saja dia tau.
"ada lagi"
tanya Jun Hui pemasaran dia merasa belum puas dengan penjelasan tersebut
"tidak ada pangeran hanya itu yang bisa saya dapatkan"
sosok itu masih menunduk takut tidak berani menatap mata elang Jun Hui yang terkesan tajam dan mematikan.
selama ini jun Hui menutupi kekejamannya dengan wajah tampan dan sikap narsis sehingga orang tidak akan menyangka sosok lain dalam dirinya.
"permisi"
setelah selesai melapor dan mendapatkan upah mata-mata itu melangkah pergi dari ruangan tersebut.
"tunggu saja kau akan menjadi milik ku Aqila"
seulas senyum licik terbit di sudut bibir pangeran Jun hui
sepertinya Jun Hui begitu terobsesi ingin memilik aqila tapi sayangnya itu tidak akan mudah karena dia harus berhadapan dengan Lin shan dan yang lain terlebih dulu.
meski dirinya kuat tapi kemampuan aqila tidak bisa di anggap remeh begitu saja tanpa bantuan dari siapapun gadis itu mampu menghancurkan satu kerajaan dengan tangan nya sendiri.
setelah keduanya selesai dengan urusan masing-masing mereka mulai memejamkan mata memasuki alam mimpi karena malam sudah semakin larut.
....
pagi hari, sesuai kesepakatan Aqila akan keluar dari kediaman Lin hari ini tapi sebuah kehebohan terjadi di tempat itu.
siapa yang akan menyangka di pagi buta beberapa utusan istana datang ke kediaman Lin membawa surat dan hantaran pernikahan untuk Aqila.
mereka datang atas perintah raja bingjie karena sebelumnya pangeran Jun Hui memohon dekrit pernikahan untuk dirinya dan gadis itu.
"salam Kasim Bei apa maksud dari semua ini"
__ADS_1
tuan besar Lin menatap bingung sekumpulan hadiah tersebut yang di letakkan di teras depan halamannya.
"salam untuk kalian semua saya datang atas perintah dari yang mulia raja Jun Gong fai melamar nona Aqila untuk menjadi calon istri pangeran Jun hui"
terang Kasim bei tentang maksud kedatangannya kemari.
Lin Shan mengepalkan tangan dengan kuat dia merasa begitu marah dengan tindakan implusif itu karena sebelumnya pemuda tersebut sudah mencari tau siapa pria gila yang berani mengirim mata-mata untuk mencari identitas tentang tuannya.
Aqila sendiri terlihat tenang dalam diam-nya di saat beberapa orang merasa geram dengan surat lamaran tersebut.
"maaf Kasim Bei saya tidak punya hak untuk menjawab lamaran pangeran silahkan anda tanya sendiri pada orang yang bersangkutan"
tuan besar Lin mengambil sikap tegas di hadapan semuanya karena memang betul mereka tidak punya hak ikut campur atas kehidupan gadis itu.
"bagaimana nona Aqila"
kini Kasim Bei beralih menatap ke arah Aqila dia juga cukup terkejut dengan kecantikan yang dimiliki gadis itu.
"pantas saja pangeran tertarik dengannya gadis ini benar-benar cantik seperti dewi meskipun ekspresinya terlihat datar"
ucap Kasim Bei Dalam hati yang mulai mengakui kecantikan Aqila.
"saya menolaknya"
tanpa pikir panjang Aqila menolak tawaran tersebut karena dia tidak berminat sama sekali menjadi istri pangeran gila itu.
"kenapa, seharusnya anda bangga menerima kehormatan ini, bisa bersanding dengan pangeran Jun hui bukanlah suatu hal yang mudah di dapat"
ucap Kasim Bei yang mulai terbawa emosi dia juga cukup terkejut dengan tanggapan yang Aqila berikan saat ini.
"saya tidak tertarik"
Aqila kembali memperjelas ketidak ketertarikannya terhadap lamaran tersebut
"jangan bercanda nona, apa anda menolak karena kami memberi mahar terlalu sedikit"
Kasim Bei mulai berpikir aneh tentang Aqila mengira gadis itu serakah akan harta dan kedudukan
"anda pikir saya kekurangan uang, katakan padanya jangan coba-coba pamer kekayaan dengan saya semua harta yang dimilikinya tidak sebanding dengan apa yang saya punya, sekarang anda sudah paham silahkan kembali"
pengakuan Aqila tentu saja kembali membuat semua orang terkejut tapi di sudut lain sepasang manusia berbeda usia tengah tersenyum mendengar jawaban gadis itu.
mereka adalah Lin zhang dan Lin bao yang tidak sengaja menguping pembicaraan tersebut
"anda beraninya menghina anggota kerajaan yang mulia raja pasti akan memberikan menghukum yang berat atas penghinaan ini"
Kasim Bei mulai mengancam Aqila untuk menakut-nakuti gadis itu tapi sayangnya itu tidak mempan hal hasil dia terbakar amarahnya sendiri
"silahkan pergi saya tidak takut"
ucap Aqila dingin bin datar, Kasim Bei beserta rombongannya segera pergi dari sanah dengan perasaan marah yang memuncak mereka pasti akan langsung melapor tentang kejadian ini pada raja Jun Gong fai.
semua orang masih terkejut dengan sikap berani gadis itu tapi bagi Lin Shan dan Lila ini bukan pertama kalinya Aqila menolak tawaran pernikahan dari keluarga kerajaan.
__ADS_1
hey ketemu lagi sama author terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 🙏🥰