SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Rencana


__ADS_3

perlahan bulir bening menetes dari kelopak mata yang terpejam, Shen xiaojian terkejut melihat Aqila menangis dia buru-buru mengusap air mata tersebut.


"penderitaan seperti apa yang kau alami selama ini Aqila hingga kau haya bisa menangis di dalam tidur mu"


Shen xiaojian menatap iba wajah Aqila yang masih dalam rengkuhannya, terlihat wajah datar itu menyembunyikan banyak kesedihan di dalamnya.


"tenanglah adik aku akan menjaga mu"


perlahan Aqila mulai tenang dia mulai terlelap dalam tidurnya lagi, lambat jam Shen xiaojian juga ikut menyusul.


sedangkan di tempat lain seseorang sedang tersenyum licik sambil memandangi bola kristal di hadapannya.


"ini belum seberapa Aqila aku ingin kau merasakan tujuh rasa sakit di dunia ini sebelum akhirnya kita bertemu"


ucap pria bertopeng yang tidak lain adalah raja kegelapan guang Jiao.


.....


waktu terus bergulir hingga matahari mulai menampakkan sinarnya yang indah.


Aqila mencoba menggerakkan badan karena merasa pegal namun tubuhnya seolah ada yang menindih.


perlahan dia membuka mata menyesuaikan pandangan yang ada, nampak seorang pria tampan sedang memeluknya dengan posesif.


dia hendak bangun tapi tangan itu malah semakin mengeratkan pelukannya.


"kak Jian apa kau ingin membunuh ku"


ucap Aqila sedikit keras karena merasa sulit bernafas, membuat tidur pemuda itu terusik.


"ada apa adik"


dengan suara khas bangun tidur pemuda itu menjawab tanpa membuka kelopak mata-nya


"aku hampir kehabisan nafas karena kau memeluk ku terlalu kuat, dan kenapa kak jian tidur di kamar ku"


untuk pertama kalinya gadis itu berceloteh panjang, dia terkejut saat bangun tidur sudah ada seorang pria di sampingnya.


"tunggu kak Jian kau memanggil ku dengan sebutan itu"


Shen xiaojian langsung terduduk saat mendengar panggilan khusus tersebut karena hanya Aqila yang berani memanggilnya seperti itu.


dia merasa ada ribuan kupu-kupu yang hinggap dalam hatinya.


"kenapa kau tidak suka"


tanya aqila dengan memiringkan kepala sambil berkedip beberapa kali namun ekspresinya masih tetap datar.


"tidak, tidak panggil seperti itu saja"


Shen xiaojian tentu saja tidak akan keberatan dengan panggilan itu dia malah senang saat Aqila mengucapkannya.


"sekarang bisa kak Jian singkirkan tangan mu yang berat ini dari tubuh ku"


Aqila kembali protes karena tubuhnya sudah sangat tidak nyaman.

__ADS_1


"hei semalam siapa yang meminta untuk di temani"


Shen xiaojian mencoba menggoda Aqila meski bukan seperti itu kebenarannya.


"tidak ada"


Aqila mengelak karena dia tidak mengingat apapun tentang kejadian semalam.


"dasar gadis nakal cepat bersihkan diri mu kita sarapan bersama yang lain"


Shen xiaojian menyentil kening aqila sedikit keras membuat gadis itu menatapnya tajam.


"sebelum itu kau harus pergi dulu dari kamar ku"


ucap Aqila, dia tidak mungkin membersihkan diri jika pemuda itu masih berada di kamarnya.


"baiklah"


Shen xiaojian turun dari atas ranjang kemudian melangkah pergi dari sanah, dan kembali memasang wajah tegas.


selepas kepergian pemuda itu Aqila mulai membersihkan diri di bantu para pelayan.


selang beberapa waktu setelahnya Lin Shan datang ke kamar gadis tersebut.


"salam nona"


Lin Shan memberi salam seperti biasa dengan sedikit menundukkan kepala


"hm, bagaimana hasil penyelidikan mu"


"sesuai dengan dugaan anda nona"


Jawab Lin Shan jujur dengan hasil penyelidikan yang dia dapat.


sehari sebelum bertemu dengan keluarga ibunya Aqila sempat meminta pemuda itu untuk menyelidiki kejadian apa saja yang terjadi di wilayah kerajaan Emerald setelah kepergian sang ibu dan beberapa anggota kerajaan yang lain.


dari hasil penyelidikan Lin Shan, akhirnya Aqila tau bahwa saat ini pemimpin kerajaan yang baru berniat mengadakan pernikahan politik untuk memperkuat kedudukannya.


mereka juga memburu anggota kerajaan yang lain itulah sebabnya Shen gufei, Shen Ling, Shen duyi, Shen xiaojian, Shen xiaoli dan Shen huan terpaksa harus bersembunyi di kedalaman hutan bambu yang jaraknya lumayan jauh dari istana kerajaan emerald.


"nona apa kita akan kembali ke kediaman atau tetap tinggal di sinih"


tanya Lin Shan sedikit ragu takut menyinggung perasaan gadis itu sebab mereka baru saja bertemu.


"pulang"


jawab Aqila karena masih banyak hal yang harus dia lakukan di luaran sanah.


siang hari Aqila meminta ijin untuk kembali tempatnya meski pada awal mereka menolak permintaan tersebut namun gadis itu berhasil meyakinkan mereka semua.


dia adalah Aqila gadis keras kepala yang tidak akan pernah bisa di kontrol oleh orang lain termasuk orang tuannya sendiri.


setelah berpamitan Aqila dan Lin Shan mulai memacu kuda meninggalkan tempat itu.


sesampainya di ibu kota mereka tidak langsung kembali ke kediaman melainkan pergi mencari gedung yang di sewakan, gadis itu berniat membuka usaha lagi.

__ADS_1


dia juga akan mencari orang-orang yang siap bekerja untuknya sambil menyusun rencana untuk mengambil alih kembali kerajaan emerald.


meski kerjaan ini bukan tanah kelahirannya tapi tempat itu adalah tempat dimana sang ibu tercinta di lahir-kan dan di besarkan.


cukup lama Aqila mencari akhirnya dia mendapatkan tempat yang cukup strategis untuk memulai toko obatnya.


bangunan itu terlihat besar memiliki satu lantai, namun sedikit ada kerusakan tapi itu tidak menjadi masalah.


dia hanya perlu memperbaikinya agar terlihat seperti baru kembali.


sebenarnya gadis itu tidaklah kekurangan uang, Aqila melakukan itu semua hanya untuk mengisi waktu senggang sekaligus sebagai tempat memperoleh informasi.


dia berencana ingin memasuki istana menggunakan identitas sebagai seorang tabib.


Aqila akan menyerang mereka melalui jalur luar dan dalam, dia tidak akan melepaskan seorang pun yang berani berkhianat untuk hidup bebas di luaran sanah.


mereka harus membayar kembali rasa sakit yang ibu dan keluarganya dapatkan.


setelah selesai mendapatkan apa yang di butuhkan Aqila dan Lin Shan kembali menuju kediaman karena hari hampir menjelang malam.


waktu berlalu begitu saja, kini mereka berdua sedang menikmati makanan malam sebelum pergi mengistirahatkan tubuh.


"nona"


ucap Lin Shan di sela acara makan sambil memandangi wajah Cantik Aqila.


"hm"


Jawab Aqila yang masih fokus dengan makannya.


"bagaimana rencana kita selanjutnya"


tanya Lin Shan yang ingin mengetahui rencana gadis itu untuk kedepannya.


"aku berniat memasuki istana menggunakan identitas sebagai seorang tabib"


jelas Aqila dengan santai yang kini menatap balik pemuda itu.


"apa rencana itu tidak terlalu beresiko anda bisa saja menyerang mereka dengan mudah bersama pasukan khusus"


ucap Lin Shan yang mengkhawatirkan keselamatan gadis yang di cintainya itu.


"aku tidak ingin ada peperangan, banyak para penduduk yang tidak bersalah yang akan menjadi korbannya jika hal itu terjadi"


Aqila menjelaskan secara rinci mengapa dia mengambil jalan tersebut.


"anda benar"


Lin Shan tidak lagi berkomentar mereka kembali melanjutkan makan malam.


...please maafin author yang jarang up ini karena kesibukan author di dunia nyata bikin otak gak bisa konsen nulis jadi gini deh....


...semoga kalian masih suka dengan ceritanya jangan lupa tinggalkan jejak....


...see you next time di episode berikutnya 👋😊...

__ADS_1


__ADS_2