SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Sedikit Pelajaran


__ADS_3

krett


Lin Shan membuka jendela kamar tempat tinggal para pelayan wanita, dia berhasil menyelinap kedalam.


setelahnya pemuda itu langsung mencari pelayan yang menyajikan minuman pada Aqila.


dia terus meneliti satu persatu dari mereka dan akhirnya menemukan wanita tersebut, sedang tertidur pulas di bagian ujung kamar.


tanpa berlama lagi Lin Shan langsung memberinya obat bius agar gadis itu tidak memberontak saat Lin Shan membawanya pergi.


tidak butuh waktu lama mereka berdua berhasil keluar dari bangunan utama karena pelayan tersebut bekerja di dapur istana utama.


namun belum sempat mereka meninggalkan istana dari jauh seseorang sudah berteriak mengagetkan Lin Shan.


"ada penyusup tangkap dia"


teriak orang itu yang tidak lain adalah jendral Ling.


saat suara jendral Ling menggema seluruh prajurit dari berbagai arah mulai berlari ke arah Lin Shan untuk menangkap pemuda tersebut.


menyadari situasinya tidak menguntungkan Lin Shan langsung melesat secepat kilat menjauh dari istana dengan melompati setiap atap bangunan yang ada di sanah sambil memanggul pelayan tadi.


"sial"


ucap jendral Ling yang tidak berhasil menangkap Lin Shan, dia memukul angin sebagai bentuk pelampiasan.


beberapa waktu lalu sebelum memergoki aksi Lin Shan, jendral Ling sedang berada di paviliun pangeran Jiang yu.


setelah urusan di sanah selesai dia berniat untuk berkeliling sambil menikmati udara segar di malam hari.


namun ketika pandangan matanya tak sengaja menangkap sosok misterius dia langsung meminta seluruh prajurit untuk menangkapnya.


jenderal Ling berpikir Lin Shan adalah penyusup yang di kirim oleh pihak musuh untuk menyakiti salah satu anggota istana


setelah kepergian Lin Shan jendral Ling membawa seluruh prajurit yang ada untuk menggeledah seluruh tempat mencari bukti kejahatan yang tertinggal.


malam itu istana benar benar kacau dengan kabar adanya penyusup sedangkan si pelaku sedang tertidur lelap di kamarnya.


flashback off,,,


setelah menceritakan semuanya Lin Shan menatap ke arah Aqila untuk melihat ekspresi gadis itu, tapi setelah beberapa menit mengamati tidak ada perubahan sama sekali Aqila masih tetep tenang dan berwajah datar.


"apa dia masih bersama mu"


tanya Aqila setelah mendengar seluruh cerita Lin Shan


"iya nona, saya sudah menyembunyikannya di tempat yang aman"


setelah semua pembicaraan selesai Aqila menyuruh Lin Shan kembali untuk beristirahat karena hari sebentar lagi akan menjelang pagi.

__ADS_1


dan benar saja tidak lama setelah Lin Shan tertidur pulas matahari terbit dari arah timur menyinari seluruh permukaan bumi.


pagi hari, seperti biasa setelah sarapan Aqila mengajak Lila dan Lin Shan untuk kembali berlatih.


Aqila juga berencana untuk mengunjungi dimensi karena sudah saatnya mereka keluar dari sanah.


dua hari lagi gedung Baihe akan segera di buka dia tidak ingin terlalu lama menundanya karena masih ada banyak hal yang harus dia selesaikan


kini rencana aqila satu persatu sudah terlaksana tinggal menunggu celah dari musuh untuk membalaskan dendamnya yang sudah lama di tahan.


Aqila akan memberikan mereka pelajaran berharga atas apa yang telah mereka perbuat pada keluarga pemilik tubuh.


malam hari setelah semua orang di kerajaan Cang'an tertidur lelap Aqila melangkah keluar dari kediaman menunju suatu tempat seorang diri.


di sepanjang perjalanan Aqila terus melangkahkan kakinya tanpa ada niat untuk berhenti.


rambut panjang aqila yang tidak di ikat tertiup oleh hembusan angin kencang pakaian putih yang gadis itu kenakan berkibar tak tau arah dan wajah datar tanpa riasan membuat penampilan Aqila terlihat menyeramkan dibawah sinar rembulan yang redup.


ditambah lagi suasana begitu sunyi karena tidak ada penduduk yang berlalu lalang.


jika saja orang orang melihat penampilan Aqila saat itu mungkin mereka akan lari terbirit-birit karena mengira gadis itu adalah hantu gentayangan.


di pertengahan jalan seorang pria tua yang sedang mabuk terus berjalan ke arah Aqila dengan sempoyongan sambil menggumakan sesuatu yang tidak jelas.


setelah jarak mereka hampir dekat pria tua itu mengucek matanya berulang kali untuk memastikan apa yang dia lihat barusan.


begitu pandangannya jelas dia di buat terkejut dengan penampilan Aqila yang terlihat menyeramkan membuat ia menjerit ketakutan dengan Tubun bergetar


begitu selesai mengatakannya pria tersebut tergeletak pingsan di pinggir jalan


Aqila yang melihat hanya diam saja tidak berniat menolong dia malah terus berjalan meninggalkan pria itu seorang diri di sanah, karena aqila tau betul meski dia tidak membantunya pria tua itu tidak akan mati begitu saja.


jejak kaki yang Aqila buat tidak meninggalkan bekas sedikit pun Sura langkahnya saja tidak terdengar dia menyusup dengan begitu mudah tanpa seorang pun menyadari kehadirannya.


setelah sampai di istana aqila pergi ke tempat tinggal Jiang mei.


Aqila masuk ke kamarnya tanpa membuat suara sedikit pun, dia berdiri tenang di tempat dengan mata yang terus menatap ke arah gadis cantik itu


beberapa menit kemudian ia menaruh sesuatu kedalam minumannya setelah itu Aqila pergi dari sanah dengan sedikit membuat suara.


Jiang mei terbangun begitu mendengar suara tersebut dia bangkit dari atas ranjang untuk mencari siapa pelaku yang menimbulkan suara itu.


namun setelah cukup lama mencari dan tidak menemukanya jiang Mei kembali ke arah tempat tidur sebelum itu dia meminum air yang sudah aqila masukkan sesuatu karena merasa tenggorokannya sedikit kering.


"kenapa tubuh ku terasa panas"


Jiang mei mengeluh kepanasan di atas ranjang dia tidak tau apa yang terjadi saat dia hendak menutup mata tiba tiba tubuhnya merasakan gejolak yang tidak bisa.


rasa panas, haus dan gerah membuat Jiang mei tidak bisa diam dia berjalan keluar untuk mencari bantuan.

__ADS_1


namun saat tubuhnya tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang dia merasa gejolak itu semakin bertambah.


"kenapa semakin panas"


ucap Jiang mei sambil tangannya terus menarik kerah bajunya sendiri sehingga memperlihatkan bahunya yang mulus di hadapan orang itu.


"putri apa yang sedang anda lakukan itu tidak pantas bagi seorang gadis"


ucap orang itu yang tidak lain adalah salah satu kesatria kerajaan, meski mengatakan hal demikian tapi tidak bisa di pungkiri bahwa dia terpesona melihat bahu mulus Jiang mei, dan seketika itu juga hasrat lelakinya muncul.


"apa yang sedang kau lakukan di sinih"


tanya Jiang mei dengan suara parau karena efek obat itu sudah bekerja di dalam tubuhnya.


"saya sedang bertugas putri"


Jawab kesatria dengan jujur karena memang itu yang sebenarnya terjadi


"kemana para pengawal yang berjaga di paviliun ini"


tanya Jiang mei lagi, kini pandangan gadis itu sudah semakin kabur


"mereka sedang berpatroli ke arah lain putri, sebaiknya ada segera masuk udara malam tidak baik untuk kesehatan anda"


baru saja kata kata itu selesai di ucapkan Jiang mei menarik paksa tangan pemuda tersebut.


setelah berada di dalam ruangan yang sama dan Jiang mei yang sudah kehilangan kontrol gadis itu langsung melancarkan aksinya.


perlahan tangan mulus Jiang mei membelai wajah kesatria tersebut membuat pria itu menegang di tempat dia hendak menolak sentuhan itu tapi hatinya seolah mengatakan jangan lakukan.


setelah puas membelai wajah pria yang ada di hadapannya Jiang mei kembali mengikis jarak di antara mereka


perlahan bibir keduanya saling menyatu awalnya pemuda itu terkejut sejenak sebelum akhirnya membalas ciuman tersebut dengan begitu intens.


"putri jangan salahkan saya anda sendiri yang terus menggoda saya hingga terpaksa melakukan hal ini pada anda"


pemuda itu berbicara pelan di telinga Jiang mei setelah ciuman mereka terlepas.


setelahnya pemuda tersebut langsung membopong Jiang mei dan membawanya ke atas ranjang, dan malam itu penuh dengan pergulatan sepasang manusia yang sedang melakukan penyempurnaan.


dari atas atap seseorang menyaksikan semuanya, orang itu adalah Aqila.


ini adalah balasan yang Aqila berikan pada gadis itu karena mencoba menginginkan Lin Shan darinya.


Lin Shan sangat berharga bagi aqila sama seperti Lila dia tidak akan membiarkan siapapun mengambilnya.


jika pun mereka berdua menginginkan pasangan maka orang itu harus mendapatkan persetujuan dari Aqila lebih dulu.


Hay author balik lagi nih,, maaf klo masih ada kata yang kurang tepat atau sebagainya author sedang berusaha sebaik mungkin untuk memperbaikinya.

__ADS_1


doain author semoga author bisa lulus kontak yah🥺🥺🥺


terimakasih atas waktunya dan selamat membaca 🙏🥰😊


__ADS_2