
Sedangkan penduduk yang mendengar merasa terkejut banyak spekulasi tentang dia yang terpikir di benak mereka saat ini.
Aqila sendiri tidak perduli dengan apa yang mereka pikirkan tentangnya.
"jadi anda nona Han Aqila gadis yang telah membunuh raja kami"
jawab yang lain setelah dirinya tersadar dari keterkejutannya.
gadis itu diam tidak menjawab pertanyaan mereka jadi mereka mulai berasumsi bahwa itu adalah benar.
baru setelahnya beberapa orang menatap tajam ke arah Aqila mereka membenci gadis itu.
"kenapa anda membunuh raja kami, anda hanya seorang pendatang jadi bersikaplah seperti sewajarnya"
ucap orang tadi dengan ketus dia adalah salah satu bangsawan yang berada di dalam naungan raja sebelumnya yaitu Jun gong fai.
"kau tidak perlu tau alasannya"
Aqila yang sudah tau siapa orang tersebut menjawab datar perkataan barusan.
"apa kalian akan diam saja dan membiarkannya bertindak semena-mena di kerajaan kita"
orang itu terus mengompori yang lain agar mereka ikut membenci Aqila, sedangkan gadis itu hanya menatap datar orang tersebut
"ya usir dia dari sinih"
ucap yang lain ikut terprovokasi dengan pernyataan pria itu.
"pergi sanah kami tidak butuh pemimpin seperti mu"
teriakan itu terdengar jelas di telinga Aqila, sejak awal gadis tersebut sudah mengepalkan tangan karena menahan emosi
"hentikan kenapa kalian bersikap seperti ini seharusnya kita bersyukur dan mengucapkan terimakasih padanya apa kalian lupa penderitaan seperti apa yang kita alami selama ini"
kakek tua kembali mengingatkan mereka tentang bagaimana raja Jun Gong fai memerintah selama ini.
"dia benar juga"
jawab beberapa penduduk miskin yang mengalami ketidak Adilan semasa pemerintahan raja sebelumnya.
"diam saja kau miskin jangan ikut campur dengan urusan kami, dia adalah wanita kejam dan dia tidak pantas menjadi pemimpin kami"
para bangsawan yang merasa di rugikan dengan kematian Jun gong fai menatap marah Aqila saat ini.
"apa raja sebelumnya baik hati tidak bukan"
kakek tua kembali mengemukakan pendapatnya dia berfikir ini adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan keadilan meskipun dia belum mengenal betul siapa Aqila tapi apa salahnya mempercayai gadis itu.
perdebatan terus terjadi dan berlangsung lama karena perbedaan pendapat antar mereka.
ada yang mendukung Aqila ada juga yang membencinya, situasi itu membuat Aqila pusing dan jengah.
"bisa diam tidak"
__ADS_1
untuk pertama kalinya aqila membentak banyak orang sorot mata gadis itu sangat tajam dan mematikan mereka langsung terdiam saat Aqila menatap ke arah mereka semua.
"aku tidak membutuhkan pendapat kalian jika kalian sudah bosan tinggal di kerajaan ini maka kalian boleh pergi sekarang juga jika tidak maka diam dan patuhi semua peraturan yang aku buat"
ucap gadis itu penuh ketegasan dan terdengar egois
"kau tidak punya hak mengatur kami, seharusnya yang pergi itu kau bukan kami"
para bangsawan yang mendukung Jun gong fai terus memprotes ucapan aqila membuat gadis itu semakin emosi.
"apa perlu aku ratakan kerjaan ini baru kalian sadar"
ucapannya begitu dingin Aqila sudah habis kesabaran dia benar-benar akan melakukannya jika tidak mengingat masa depan Lin Bao nanti.
"kau gadis kejam, tidak akan ada pria yang mau menikah dengan mu camkan itu"
salah satu bangsawan yang membenci Aqila menyumpahi gadis tersebut secara tidak langsung.
"aku tidak perduli"
dengan dingin Aqila menjawab, dia tidak perduli jika tidak ada pria yang menyukainya karena itu bukanlah hal besar baginya.
"dasar gadis iblis"
mereka terus mengeluarkan cacian, membuat stok kesabaran gadis itu habis.
sytttt
gldkk
satu kepala menggelinding bebas ke hadapan penduduk yang tersisa, mereka terkejut bukan main melihat seonggok tubuh tak lagi bernyawa di depan mata.
aaaaaaa
beberapa orang menjerit ketakutan melihat itu semua, suara mereka terdengar hingga ke aula utama.
mereka yang berbeda di aula utama langsung berbondong keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar gerbang.
"ya aku memang begitu apa diantara kalian ada yang ingin menyusulnya dengan senang hati aku akan melakukannya lagi"
Aqila berjalan mendekat dengan aura gelap yang begitu kuat membuat mereka terduduk di tempat saking tidak bisa menahan tekanan yang Aqila berikan.
"maaf nona tolong ampuni kami"
para bangsawan yang sedari awal membenci Aqila mulai memohon belas kasihan Gadis itu agar mengampuni nyawa mereka.
"kenapa takut bukankah tadi kau yang paling keras berkoar"
Aqila tidak menyukai sikap seperti itu dia menebak bahwa pria yang sedang memohon di hadapannya tidak bersungguh-sungguh meminta pengampunan.
jadi bukan salah aqila jika gadis itu tidak mengenal belas kasih.
"tidak nona tolong maafkan saya, saya berjanji tidak akan melakukannya lagi"
__ADS_1
mulut bangsawan itu terus memohon tapi dalam hatinya dia sedang mengutuk Aqila saat ini.
"tidak ada ampun dalam kamus ku bukankah tadi kau bilang aku gadis kejam maka baik akan aku kabulkan"
aqila bukanlah tipe orang yang bisa mentoleri setiap kesalahan, jika mereka sudah berani memancing amarahnya maka orang itu harus siap menerima konsekuensi darinya.
"tidak nona aku mohon"
ucap bangsawan itu sambil menyentuhkan kepala ke tanah agar semua orang merasa kasihan dan aqila tidak jadi membunuhnya
namun sayang itu hanya akan jadi hanyalan semata karena gadis ini tidak kenal ampun.
syttttt
gldkk
dan hal serupa terjadi lagi Aqila sungguh menghabisi bangsawan tersebut dengan pedang Hitamnya.
kali ini para penduduk benar-benar di buat membeku oleh aksi aqila yang terbilang tidak punya belas kasih.
sedangkan Aqila sendiri terlihat biasa saja seolah tidak melakukan hal kejam itu.
mereka semua menatap tidak percaya juga takut secara bersamaan.
gadis muda di hadapan mereka percis seperti jelmaan malaikat kematian berwajah cantik.
saat semuanya hanya fokus pada Aqila, mereka yang penasaran dengan apa yang terjadi sudah kini sudah sampai di sanah.
pemandangan tak terduga yang mereka saksikan saat ini membuat bulu kuduk meremang.
bagaimana tidak dua tubuh manusia tak lagi bernyawa terpisah dengan banyaknya darah yang merembes keluar mengotori halaman depan istana.
serta para penduduk yang sedang berlutut di hadapan seorang gadis muda dengan ekspresi ketakutan.
membuat mereka menghela nafas panjang, tidak habis pikir bahwa orang bodoh mana lagi yang berani mengusik ketenangan Aqila.
"bereskan semuanya"
beberapa prajurit berlari mendekat untuk melakukan apa yang Aqila perintahkan, karena tidak ingin membuat gadis itu semakin marah.
begitu mayat sudah di bersihkan Aqila membalik tubuh masuk ke dalam istana kembali.
sebelum benar-benar pergi Aqila kembali menegaskan para penduduk ibu kota untuk tidak melakukan perlawanan atau mereka harus menanggung akibatnya nanti.
semua orang menjawab paham tidak ingin memperkeruh keadaan karena bisa saja Aqila akan menepati ucapannya untuk meratakan kerajaan bingjie.
jika hal itu terjadi, maka tandanya mereka semua tamat.
hehehe ketemu lagi kita semoga kalian masih suka sama ceritanya 😊
sehat selalu untuk kalian yang selalu pantengin karya author 🥰
selamat membaca dan see you next time 👋ðŸ¤
__ADS_1