SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Wabah dan Penyerangan Para Monster


__ADS_3

"bangun-lah"


Aqila meminta mereka untuk bangkit kembali sebab dia tidak suka mendapat penghormatan seperti itu kecuali dari para musuh-nya.


karena bagi gadis itu ini hanyalah bantuan kecil yang bisa dia lakukan untuk rakyat-nya.


"sekali lagi terimakasih tuan putri tanpa bantuan anda mungkin kami sudah tinggal nama"


para korban wabah tidak henti-hentinya mengucapkan syukur dan terimakasih karena nyawa mereka telah terselamatkan.


"hm"


Aqila menjawab seadanya dia kembali ke kepribadian-nya yang datar dan dingin


"anda sudah sangat bekerja keras nona mari saya antar ke tempat istirahat"


ucap kepala desa yang melihat Aqila kelelahan.


"aku harus pergi"


gadis itu menolak tawaran tersebut karena dia harus kembali melanjutkan perjalanan menuju istana.


"tidak bisakah anda tinggal sedikit lebih lama"


pinta kepala desa yang berusaha membujuk aqila untuk beristirahat terlebih dulu.


"masih ada banyak tempat yang harus di kunjungi"


jawab-nya terpaksa menolak tawaran pria paruh baya itu


"baiklah jika seperti itu kami tidak akan menghalangi lagi, tapi ijinkan kami menyiapkan bekal perjalanan anda sebagai tanda terimakasih"


"hm"


kepala desa langsung meminta istri dan anak-nya untuk menyiapkan bekal dengan cepat agar tidak membuat Aqila menunggu terlalu lama.


setelah menunggu hampir lima belas menit semua bekal telah selesai, tanpa berlama lagi gadis itu langsung berpamitan.


"selamat jalan putri, jika ada waktu datang-lah berkunjung"


Aqila melihat ke arah mereka sebentar sambil menganggukkan kepala kemudian melangkah keluar dari desa bersama hei long.


setelah sedikit jauh dari pintu masuk desa hei long kembali merubah wujud-nya menjadi naga hitam.


mereka terbang begitu tinggi agar tidak menarik perhatian orang lain, sekaligus memastikan ada hal menarik apa di bawah sanah.


sudah satu tahun gadis itu meninggalkan dunia bawah banyak perubahan yang terjadi di berbagai tempat tertentu.


satu persatu desa Aqila singgahi dari banyak wilayah ada sekitar dua puluh desa yang terjangkit wabah serupa.


saking banyaknya korban yang berjatuhan membuat aqila tidak sempat beristirahat.


kini gadis itu mulai kelelahan apalagi kedatangannya ke dunia bawah sudah cukup menguras energi.


"nona apa tidak sebaiknya anda beristirahat dulu"


pinta hei long yang menyadari bahwa Aqila sudah sangat kelelahan.


"tidak"


gadis itu menolak tawaran hei long karena dia merasa masih sanggup melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


"tapi nona nanti..."


saat ini hei long benar-benar mengkhawatirkan keadaan Aqila, dia takut gadis itu jatuh sakit karena tidak menjaga kesehatan tubuh-nya.


"apa kau lelah"


tanya aqila yang memotong pembicaraan naga hitam itu.


"tidak"


"kalau begitu lanjut saja"


Aqila tidak ingin membuang waktu secara cuma-cuma karena dia harus memastikan keadaan dunia bawah sebelum dirinya kembali ke dunia atas.


masih ada hal yang harus dia selesai di dunia atas, apalagi kepergiannya yang tiba-tiba pasti menimbulkan kekacauan.


hari sudah hampir gelap sedangkan keduanya masih berada di atas ketinggian.


"nona kita hampir sampai pegangan yang erat"


hei long mengingatkan Aqila untuk menjaga keseimbangan tubuh-nya karena dia akan terbang Dengan kecepatan penuh.


dan tidak butuh waktu lama mereka berdua sudah tiba di ibu kota.


keadaan di sana masih terlihat ramai, sepertinya wabah tidak terjadi di tempat itu.


"hei long"


"apa anda ingin turun di bawah sanah nona"


"hm"


hei long langsung mendaratkan tubuh-nya di tempat sepi, tidak jauh dari pintu masuk ibu kota dan naga hitam itu kembali berubah wujud menjadi manusia.


tapi saat mengetahui bahwa itu adalah Aqila mereka mengurungkan niat.


"salam nona besar, akhirnya anda kembali yang mulia raja pasti akan sangat senang melihat kedatangan anda"


mereka langsung memberi salam penghormatan dengan ekspresi senang atas kembali-nya gadis itu.


"hm, jangan beritahu pada siapapun"


pinta Aqila yang tidak ingin kedatangannya di ketahui banyak orang.


"baik nona sesuai dengan keinginan anda"


setelah memperingatkan para penjaga Aqila dan hei long kembali mengayuh langkah memasuki ibu kota.


"apa yang mulia raja juga tidak di beri tau"


ucap salah satu prajurit dengan ekspresi bingung saat Aqila sudah tidak lagi terlihat.


"kau tidak dengar apa yang nona besar katakan"


jawab prajurit lain, mereka adalah prajurit yang sama ketika Aqila pertama kali meninggal kerajaan.


itulah sebabnya mereka masih mengingat betul wajah nona besar mereka.


"tentu saja aku dengar"


"kalau begitu tutup saja mulut mu jika tidak ingin kehilangan nyawa"

__ADS_1


"baiklah kau ini sensi sekali"


setelah obrolan singkat itu mereka kembali membubarkan diri ke tempat jaga masing-masing.


baru saja Aqila hendak menikmati keramaian ibu kota untuk melepas rindu, tiba-tiba Langit berubah memerah dan terdengar suara ledakan yang begitu keras.


beberapa monster muncul sambil mengamuk membuat semua orang ketakutan, mereka berlarian kesana kemari demi menyelamatkan diri.


kemunculan yang tak terduga itu membuat Aqila penasaran dengan asal usul mereka dan siapa dalang di balik semua kekacauan ini.


"hei Long selamatkan para warga"


ucap Aqila memberi perintah kini Gadis itu sudah memasang kewaspadaan tinggi terhadap keadaan sekitar.


"tapi bagaimana dengan anda nona"


tolak hei long yang mengkhawatirkan keselamatan gadis itu.


"aku bisa menangani ini, cepatlah"


pinta Aqila lagi dengan nada tinggi, karena dia tidak suka di bantah.


"jaga diri anda nona"


"hm"


dengan berat hati hei long meninggalkan Aqila seorang diri menghadapi para monster menyeramkan itu.


Aqila langsung menyerang para monster dengan membabi buta dia tidak memberikan kesempatan mereka untuk membalas.


Bugg


syttt


brak


pertarungan sengit akhirnya terjadi keadaan di sanah berubah kacau balau banyak korban berjatuhan di mana-mana, beberapa bangunan juga rusak parah.


Namun aneh serangan yang Aqila berikan seolah tak berpengaruh mereka hidup kembali dan memberi perlawanan.


"sial"


umpat gadis itu di sela pertarungan, energi-nya hampir habis tapi para monster belum juga bisa di musnahkan.


Aqila kembali berpikir keras untuk dapat membunuh mereka semua, hingga satu cara akhirnya muncul.


tapi itu sedikit beresiko karena dia perlu menggunakan kekuatan sihirnya untuk dapat menjebak mereka semua memasuki formasi penghancur kematian.


jika cara terakhir ini tidak berhasil maka kemungkinan besar para monster akan menyerang hingga ke istana.


kabar kemunculan para monster yang menyerang ibu kota menyebar dengan sangat cepat hingga ke kerajaan lain.


Han Zain yang juga sudah mendapat kabar langsung menurunkan perintah pada pasukannya untuk membantu menghabisi para monster.


pria itu belum tau bahwa putri-nya Aqila telah kembali dan sedang berjuang sekuat tenaga untuk melindungi mereka semua.


duar


suara ledakan besar terdengar sangat nyaring hingga berpuluh-puluh meter, itu terjadi karena Aqila berhasil menjebak para monster memasuki formasi buatannya.


Aqila juga terpaksa harus mengekspos kekuatan sihirnya karena tidak mempunyai pilihan lain.

__ADS_1


kini para monster sudah mati hanya menyisakan bekas pertarungan dan aqila yang kehabisan tenaga.


__ADS_2