
Ketiga orang lainnya terkejut dengan kecepatan laju kuda gadis itu kini mereka tertinggal cukup jauh.
"ada apa dengan nona"
Lila bertanya pada Lin Shan setelah memperlambat sedikit laju kudanya
"entah sepertinya terjadi sesuatu"
Lin Shan menjawab datar pandangan pemuda tersebut masih menatap lurus ke depan.
"biar aku yang membawa kudanya"
ucap Bai Lu yang berada di belakang Lila, dia meminta mengambil alih kemudi.
"apa bisa"
ucap Lila sedikit ragu, untungnya kuda tersebut tidak memiliki kesadaran seperti kuda hitam milik Aqila, jika tidak bisa di pastikan akan ada kekacauan yang tak terelakkan pastinya.
"kau meremehkan ku lihat saja apa yang akan aku lakukan"
tanpa aba-aba gadis itu langsung menarik kerah baju Lila untuk menukar posisi tanpa menghentikan laju kudanya.
Lin Shan yang berada di samping melirik sekilas ke arah keduanya kemudian kembali menatap ke depan.
begitu posisi mereka sudah bertukar Bai Lu menyalurkan sedikit kekuatannya untuk membuat kuda putih tersebut bergerak lebih cepat lagi.
tak
satu hentakan itu memicu kecepatan yang hampir setara dengan kuda hitam milik Aqila Lin Shan yang tidak ingin di tinggal sendirian juga melakukan hal yang sama.
setelah beberapa waktu akhirnya mereka berhasil menyusul Aqila yang kini sudah tiba di depan pintu gerbang ibu kota kerajaan Bingjie.
tanpa kata dan penjelasan Aqila langsung menerobos antrian masuk ke dalam begitupun dengan Bai Lu, Lila dan Lin Shan.
tujuan utama Aqila kali ini adalah kediaman Lin, yang lain tidak berani bertanya ketika melihat wajah ekspresi tak biasa gadis itu.
kabar munculnya Aqila sudah sampai ke telinga raja Jun Gong fai juga orang-orangnya mereka langsung bergegas pergi untuk menangkap Aqila dan yang lain.
saat tiba di kediaman Lin suasana begitu sunyi tidak ada tanda aktifitas manusia di dalamnya.
Aqila melangkah masuk untuk memeriksa keadaan di dalam dan betapa terkejutnya saat pandangannya melihat bekas kekacauan di mana-mana.
gadis itu mengepalkan tangan menahan amarah atmosfer yang di keluarkan juga mampu membuat bulu kuduk menegang.
Lila dan Lin shan menghela nafas berat saat merasakan kemarahan di diri aqila sedangkan Bai Lu menatap penasaran ke arah ketiganya tanpa mengeluarkan suara.
__ADS_1
"kau yang memintanya Jun gong fai"
guma Aqila pelan, meski begitu ketiga orang di belakang dapat merasakan tekanan berat yang tanpa sadar gadis tersebut timbulkan.
Aqila berbalik badan berniat memberi pelajaran pada pria paruh baya yang berani mengusik kepunyaannya begitu pun dengan yang lain.
belum jauh melangkah orang-orang suruhan Jun gong fai dan Jun Hui datang mengepung kediaman Lin.
mereka tidak memberikan celah sedikitpun untuk Aqila dan yang lain melarikan diri.
Aqila menatap tajam sekumpulan orang tersebut meski jumlah mereka terbilang banyak gadis itu terlihat tidak takut sama sekali.
"serahkan diri kalian atau mati saat ini juga"
salah satu dari kelompok itu berbicara dengan nada mengejek berpikir bahwa mereka akan mudah menangkap ke empat orang itu.
"cih mimpi"
Lila tersenyuman mengejek ke arah orang tersebut sedangkan Lin Shan dan Bai Lu menatap tajam sekelompok manusia berpakaian hitam di hadapan mereka.
Aqila masih bungkam dengan tatapan tajamnya gadis itu sedang mengontrol kemarahan yang hampir meledak saat ini.
"kalian mencari mati karena telah berurusan dengan tuan kami"
dengan sombong orang suruhan Jun gong fai memamerkan kekuatan mereka dan meremehkan lawan di depannya
Lila tertawa keras setelah mengucapkan kalimat tersebut yang terkesan mengejek kemampuan mereka.
"sialan kau gadis ja**ng"
orang yang di maksud menggeram marah, mereka bahkan sudah menarik pedang dan siap menyerang.
"apa kau bilang, rupanya kalian sudah tidak sabar pergi ke alam neraka"
masih dengan senyuman mengejek Lila mulai mengeluarkan cambuk kesayangannya berniat memberi mereka pelajaran.
namun sebelum itu terjadi Aqila sudah lebih dulu memberi perintah agar mereka tidak ikut campur dalam pertempuran kali ini.
Aqila sendiri yang akan menghabisi nyawa mereka semua karena mereka telah berani membangunkan sosok iblis dalam dirinya.
Lila dan Lin Shan menatap miris sekumpulan orang bodoh yang telah berani mengusik ketenangan Aqila
sedangkan Bai Lu sendiri jadi semakin penasaran dengan Kemampuan yang di miliki Aqila yang tidak lain adalah tuan barunya.
Aqila melangkah secara perlahan aura kegelapan keluar mendominasi membuat atmosfer sekitar menjadi tak nyaman.
__ADS_1
tanpa sadar orang-orang suruhan Jun gong fai mundur beberapa langkah ke belakang saat merasakan tekanan yang Aqila berikan.
dalam hati mereka mulai muncul rasa takut sama menatap wajah datar gadis itu, mereka hampir kesulitan bernafas saat Aqila terus mengikis jarak.
diamnya gadis itu seolah menandakan bahaya besar sedang mendekat mereka jadi teringat perkataan Lila sebelumnya
kini kesombongan itu tak terlihat lagi yang ada perasaan takut dan cemas yang terpancar dari ekspresi mereka semua.
tanpa sepengetahuan semua orang Aqila diam-diam mengeluarkan belati dengan ukiran naga di tangan kanannya.
belati itu berasal dari dalam dimensi yang selama ini tidak pernah Aqila keluarkan apalagi di gunakan.
tanpa menunggu lama lagi Aqila melesat secepat kilat, gadis itu menyayat nadi yang berada di leher musuh.
tanpa sempat melakukan perlawanan mereka yang mengepung di dalam kediaman mati satu persatu.
cipratan darah mengenai wajah cantik gadis itu juga gaun putih yang sedang dia kenakan.
Aqila mendengus kesal karena pakaiannya jadi ternoda oleh darah musuh, dia masih menatap tajam sekumpulan mayat yang sudah berserakan dimana-mana.
Lin Shan bergegas menghampiri gadis tersebut begitupun dengan yang lain.
tanpa meminta persetujuan pemuda tampan itu langsung mengusap darah yang ada di wajah aqila menggunakan sapu tangannya.
Aqila hanya diam membiarkan Lin Shan melakukannya sedangkan Lila membuang muka ke arah lain karena merasa cemburu.
Bai Lu yang tadi menyaksikan bagaimana cara aqila menghabisi lawannya hanya dalam beberapa menit menatap kagum sosok gadis tersebut dia tidak menyadari hal lain selain itu.
begitu selesai Lin Shan tersenyum manis dengan hasil kerjanya karena wajah cantik Aqila kembali terlihat seperti sebelumnya.
tapi sayang ekspresi Aqila masih saja terlihat datar gadis itu seperti tidak terpengaruh dengan perhatian yang Lin Shan berikan padanya.
setelahnya Aqila melangkah keluar untuk menghabisi musuh yang tersisa, kali ini gadis itu benar-benar turun tangan sendiri tidak seperti biasanya yang diam menyaksikan.
suasana kembali mencekam saat Aqila memulai aksinya lagi yaitu menghabisi musuh yang tersisa.
dan hanya dalam hitungan menit seluruh orang suruhan Jun gong fai tewas di tangan gadis cantik berhati dingin itu.
tanpa membuang waktu lagi Aqila kembali menaiki kuda hitamnya pergi mencari keberadaan keluarga Lin.
gadis itu sudah menebak dimana keberadaan mereka sekarang, Lin Shan, Lila dan Bai Lu masih terus mengikuti kemana gadis itu pergi.
eh ketemu lagi sama author ada Yang kangen gak nih sama author heheh pede banget yah author ini.
terimakasih sudah mampir semoga masih suka dengan ceritanya 😊
__ADS_1
selamat membaca dan see you next time 👋ðŸ¤