SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Afrodisiak


__ADS_3

dua gadis yang melihat kepergian Aqila dan Lin Shan mengepalkan tangannya dengan kuat merasa marah karena rencana mereka tidak berjalan dengan mulus.


sedangkan Lila di buat bingung dengan kepergian mereka berdua yang tidak mengajaknya pergi juga.


Lin Lin sempat bahagia melihat Aqila kehilangan kontrol dia berharap bahwa gadis itu akan mempermalukan dirinya sendiri di hadapan semua orang.


namun sayangnya Lin Lin harus kecewa begitu dia melihat sendiri Aqila terlihat baik baik saja saat keluar dari sanah.


sedangkan pelaku yang juga memberikan obat ke minuman Lin Shan adalah putri Jiang mei dia berniat menjebak Lin Shan untuk tidur dengannya dan menyuruh pemuda itu bertanggung jawab karena sejak awal melihat Lin Shan Jiang mei sudah jatuh cinta pada pemuda tersebut tanpa memandang statusnya seperti apa.


namun sayang sikap dingin dan penolakan yang terus Lin Shan berikan membuat gadis itu nekat melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


dan sangat di sayangkan rencana Jiang mei juga tidak berjalan dengan baik karena Aqila yang meminum minuman tersebut dan bukannya Lin Shan.


kembali ke sisi lain, Aqila yang berada di atas kuda tidak mau diam Lin Shan di buat kewalahan menangani tingkah gadis itu.


di sepanjang perjalanan tangan Aqila terus meraba bagian atas tubuhnya tidak jarang juga gadis itu membelai wajah Lin Shan


itu membuat tubuh Lin Shan bereaksi dia yang tidak pernah bersentuhan dengan wanita merasakan getaran berbeda saat Aqila menyentuh tubuhnya.


Lin Shan adalah pria normal pada umumnya yang tidak akan tahan Jika terus di goda oleh wanita cantik.


"nona tolong hentikan tangan anda jika begini terus saya bisa kehilangan kendali"


pinta Lin Shan dengan lirih dia berusaha sebaik mungkin menahan hasratnya agar tidak menerkam Aqila.


"Lin Shan ini sangat panas"


Aqila mengatakannya dengan suara yang cukup lirih dan terkesan menggoda di telinga Lin Shan mata gadis itu juga terlihat sangat sayup tertutup kabut gairah.


ternyata obat yang tidak sengaja di konsumsi Aqila adalah afrodisiak sejenis obat pembangkit nafsu birahi.


Lin Shan memutuskan membawa Aqila ke dalam hutan dia tidak mungkin membawa Aqila ke kediaman ataupun ke penginapan karena itu akan menarik perhatian semua orang yang melihat.


setelah lama berkeliling Lin Shan melihat sebuah goa dia memberhentikan kudanya di sanah dan langsung membawa Aqila masuk ke dalam.


Lin Shan adalah pemuda yang polos dia tidak tau harus berbuat apa ketika menyaksikan hal semacam ini yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana cara membantu Aqila.


selama memasuki goa Lin Shan terus menggendong gadis itu sebelum menurunkannya, dia harus memastikan terlebih dulu apakah di sana aman atau tidak untuk di tinggali.

__ADS_1


begitu merasa goa aman lin Shan langsung menurunkan Aqila di atas batuan besar yang sudah terdapat alas.


lin Shan juga merasa bahwa seseorang pernah singgah di goa itu, sehingga goa tersebut terlihat sedikit tertata dia juga melihat ada bekas Bakaran kayu di sana.


ketika Lin Shan berhasil menurunkan Aqila dan hendak pergi tangannya seolah ada yang menarik, karena tidak seimbang Lin Shan akhirnya terjatuh tepat di atas gadis itu.


kini mata mereka saling memandang, Aqila yang sudah tertutup gairah tidak sadar terus menyentuh tubuh Lin Shan.


gadis itu merasakan kenyamanan saat kulit tangannya bersentuhan dengan dada bidang Lin Shan seolah rasa sejuk menjalar keseluruhan tubuhnya.


"sialan, siapa yang telah berani membuat nona jadi seperti ini aku akan membunuhnya"


Lin Shan mengumpat keras merasa marah, kerena terus melihat Aqila bertingkah genit seperti wanita penghibur.


dia berjanji akan membunuh orang yang berani mencelakai Aqila sampai seperti ini tidak perduli siapa pun itu orangnya.


ketika Lin Shan lengah Aqila menarik kerah baju pemuda itu sehingga membuat jarak mereka semakin dekat.


tanpa di duga Aqila menempelkan bibirnya di bibir Lin Shan dan hal tersebut berhasil membuat pertahanan Lin Shan runtuh.


pemuda itu sudah bersusah payah menahan nafsunya agar tidak menyentuh Aqila tapi gadis itu terus saja menggodanya.


setelah mengatakan hal demikian Lin Shan mulai membalas ciuman Aqila dia perlahan menghisap bibir mungilnya membuat tubuh Aqila mengejang tidak karuan


perlahan ciuman itu turun ke leher Aqila Lin Shan menggigit pelan di sana membuat tanda kepemilikan.


tapi entah angin segar dari mana Lin Shan langsung tersadar kembali dia merutuki kebodohannya yang tidak bisa menahan diri dia merasa menyesal telah melakukan hal itu pada Aqila di saat gadis itu tidak sadar.


Lin Shan langsung bangkit dari posisinya dan berjalan tidak tau arah mencari sesuatu untuk membatu Aqila.


setelah berjalan cukup lama Lin Shan melihat sebuah kolam air di ujung goa tersebut tanpa menunggu lama Lin Shan kembali berlari ke arah Aqila dan membawanya ke arah kolam air.


setelah sampai di sana dan memastikan tidak ada bahaya tersembunyi Lin Shan langsung meletakkan Aqila di dalam air sambil terus memegang kedua pundak gadis itu agar tidak tenggelam.


meskipun kolam tersebut tidaklah dalam tapi melihat kondisi Aqila yang seperti itu bisa saja dia tenggelam dan kehabisan nafas setelah Lin Shan meninggalkannya.


setelah menunggu hampir dua puluh menit kesadaran aqila kembali, Lin Shan yang teringat dengan kelakuan tidak senonohnya tadi langsung bangkit dari sanah dan meninggalkan Aqila tanpa sepatah kata pun.


Aqila yang melihat kepergian Lin Shan merasa bingung dengan tingkah pemuda tersebut, dia yang sudah sadar mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi namun seberapa keras dia mencoba itu tidak berhasil.

__ADS_1


Aqila sempat berpikir bahwa obat yang dia minum memiliki dosis tinggi sehingga orang yang meminumnya tidak bisa mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya saat itu.


dia juga terkejut saat menyadari bahwa dirinya berada di dalam air, perlahan rasa dingin menjalar keseluruhan tubuhnya


tidak ingin jatuh sakit Aqila langsung bangkit melangkah pergi dari sana dan menyusul Lin Shan yang sudah tidak terlihat lagi.


setelah meninggal Aqila Lin Shan pergi keluar dari goa itu untuk mencari kayu bakar setelah dirasa cukup dia langsung kembali dan mulai menyalakan api untuk menghangatkan tubuh.


perlahan langkah kaki seseorang berjalan mendekat ke arahnya Lin Shan yang menyadari kedatangan Aqila merasa gugup.


dia belum siap bertemu dengan aqila pemuda itu terus gelisah dia tidak tau harus berbuat apa saat menghadapi pertanyaan Aqila nanti.


Lin Shan juga sempat berpikir bahwa Aqila mungkin akan membencinya saat tau apa yang telah pemuda itu lakukan pada dirinya saat dia tidak sadar.


"Lin Shan"


setelah dekat dengan Lin Shan Aqila memanggil pemuda itu.


"ada apa"


tanya aqila lagi yang melihat Lin Shan tidak juga menengok kearahnya atau pun membalas perkataannya barusan.


"tidak ada apa apa nona, sebaiknya anda mengganti pakaian agar tidak jatuh sakit, anda bisa menggunakan pakaian saya terlebih dulu saya sudah mengeringkannya"


jawab Lin Shan tanpa menoleh sedikit pun ke arah Aqila


"lalu kau"


"saya seperti ini saja"


"kau akan kedinginan"


"itu tidak akan terjadi nona, tubuh saya kuat saya tidak akan jatuh sakit"


Lin Shan mengatakannya dengan posisi yang masih membelakangi Aqila dia tidak berani menatap mata gadis itu lagi setelah apa yang telah dia lakukan.


mendengar ucapan Lin Shan Aqila sempat ragu namun dia tetap menuruti perkataannya, meskipun kuat bukan berarti dia tidak bisa jatuh sakit.


hey ketemu lagi sama author terimakasih sudah mampir dan selamat membaca 🙏🥰 semoga kalian masih suka dengan ceritanya 😊

__ADS_1


__ADS_2