SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Penyusup


__ADS_3

senyum lega terbit di bibir semua orang sedangkan si pelaku hanya menatap datar tanpa merasa bersalah sedikitpun karena telah membuat lima temannya khawatir.


"nona akhirnya anda kembali kami pikir"


belum sempat Lila menyelesaikan ucapannya Aqila sudah lebih dulu memotong perkataan tersebut.


"tidak ada"


Aqila menjawab datar sambil menatap ke arah mereka semua.


"syukurlah jika begitu"


"nona kemana anda pergi di tengah malam begini"


Annchi yang sejak dua jam lalu penasaran dengan kepergian gadis itu, langsung menanyakannya.


"mencari udara segar"


jawab Aqila jujur karena memang itu yang sebenarnya terjadi.


"baiklah cukup sampai disini dan biarkan nona beristirahat"


begitu Lin Shan selesai bicara Aqila kembali berjalan menuju lantai atas di ikuti yang lain.


mereka ingin mengistirahatkan tubuh yang sudah kelelahan selama di perjalanan pulang.


waktu terus bergulir dengan cepat sampai malam berlalu begitu saja dan kini matahari sudah akan menampakkan sinarnya.


pagi hari, seperti biasa semua orang sudah di buat sibuk dengan aktivitas masing-masing begitupun dengan Aqila dan teman-temannya.


kini mereka tengah sarapan di lantai bawah penginapan, karena sebentar lagi Aqila, Lila, Lin shan dan Bai Lu akan kembali melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Cang'an.


....


sedangkan di istana pagi-pagi sekali mereka sudah di buat gempar oleh berita terbakarnya gudang harta juga persenjataan yang berada di bagian belakang istana tersebut.


padahal sejak semalam tidak terjadi apa pun karena penjagaan di perketat sejak awal kedatangan gadis itu.


"lapor yang mulia, gudang persenjataan dan penyimpanan harta kerajaan terbakar"


ucap seorang pria yang kini tengah menghadap ke arah duan ming dengan ekspresi khawatir, dia adalah salah satu panglima kerajaan canghai.


"apa, bagaimana bisa"


duan ming memukul meja sambil bangkit dari tempat duduknya, mereka sedang berada di ruang kerja pria tersebut.


"kami tidak tau yang mulia, penjagaan sudah di perketat dengan baik bahkan jika ada penyusup sekali pun mereka tidak akan bisa keluar dengan mudah dari sinih"


jawab panglima itu mencoba membela diri karena mereka sudah melakukan pekerjaan dengan benar.


"lalu kenapa hal itu bisa terjadi sialan"


duan ming marah mendengar hal itu dia menatap tajam sosok pria yang ada di hadapannya.


"maaf atas kecerobohan kami yang mulia"


panglima tersebut hanya bisa pasrah menerima amukan sang raja, karena itu memang sudah resiko yang harus mereka tanggung selama bekerja di kerajaan.


"tangkap penyusup itu hidup-hidup jika tidak kalian semua akan saya hukum penggal saat ini juga"

__ADS_1


dengan dingin duan ming menjatuhkan perintahnya, pria itu terlihat sangat murka.


"baik yang mulia"


panglima dan para prajurit mulai membubarkan diri menyusuri setiap bagian istana untuk mencari penyusup yang di maksud.


sedangkan si pelaku berada jauh di tempat yang tidak akan pernah bisa mereka temukan apalagi di kunjungi.


....


kembali ke penginapan Aqila dan yang lain sudah menyelesaikan sarapan pagi-nya, kini ketiga dari mereka tengah mempersiapkan diri untuk memulai perjalanan.


"nona"


Annchi memanggil Aqila dengan nada rendah, terlihat Gadis itu enggan berpisah dengannya.


"hm"


Aqila menjawab datar sambil mengalihkan pandangannya ke arah gadis tersebut.


"kapan kita akan bertemu lagi"


Annchi menanyakan sesuatu yang bahkan Aqila tidak tau harus menjawab seperti apa.


"tidak tau"


Hanya satu kata itu yang terlintas di benak aqila jadi dia spontan mengatakannya.


"sejujurnya kami berdua merasa nyaman berada di dekat anda, dan sepertinya kami akan sangat merindukan anda nantinya"


dan kali ini to mu yang berbicara meski terdengar aneh tapi itu yang terjadi, Lila dan Lin Shan bahkan di buat terkejut setelah mendengar perkataan tersebut.


"jaga diri kalian semua jika ada kesempatan kami berdua akan berkunjung ke kerajaan Cang'an"


"baiklah kami akan menyambut kedatangan kalian berdua nanti"


kali ini Lin Shan yang membuka suara setelah lama diam memperhatikan.


"kalau begitu selamat jalan"


"hati-hati nona"


ucap Annchi lgi sambil menatap sendu ke arah mereka bertiga.


"hm"


saat ketiganya mulai menarik kekang kuda, secara bersamaan ratusan prajurit menghadang jalan mereka dengan mengepung dari segala penjuru.


beberapa warga yang menyaksikan langsung menepikan diri tidak ingin ikut campur, namun memilih menonton kejadian tersebut.


"kalian ingin kabur kemana setelah membuat kerusakan di wilayah kami"


ucap salah satu dari mereka yang terlihat seperti seorang jendral.


"apa maksud kalian"


Lila menatap tajam ke arah pria itu, sedangkan Annchi dan To Mu kembali berjalan mendekat ke arah mereka bertiga.


"jangan berpura-pura bodoh, kami tau bahwa yang membakar gudang persenjataan dan harta kerajaan adalah anda nona Aqila"

__ADS_1


ucap jendral tersebut tidak kalah tajam menatap ke arah mereka semua dengan pandangan benci.


"sialan, apa buktinya jika nona yang melakukan hal itu"


Lila benar-benar murka pada mereka karena telah menuduh tanpa bukti serta alasan yang jelas.


"jika bukan dia siapa lagi, bukankah nona Aqila tidak ada di penginapan kemarin malam"


ucapnya, Lin Shan Lila Bai Lu Annchi dan To Mu terkejut mendengar hal itu bagaimana mereka tau Aqila tidak ada di penginapan, pikir semua orang.


apakah selama ini mereka di awasi secara diam-diam, pikir semuanya.


"tapi itu tidak menjamin bahwa nona pelakunya"


Lila kekeh mengatakan bahwa Aqila tidak bersalah dan itu benar, sedangkan orang yang di tuduh hanya diam tanpa berniat membela diri sambil menatap datar ke arah ratusan prajurit yang saat ini sedang mengepungnya.


"jangan mengelak lagi, kalian harus di hukum"


ucap jendral lain, kali ini duan Ming mencari masalah dengan mengirim tiga orang jendral beserta seratus lima puluh pasukan khusus miliknya untuk menangkap mereka semua.


"kalian berani menuduh kami tanpa bukti"


Lila menggeram marah, tangannya terkepal kuat merasa gatal ingin menghabisi mereka namun Aqila belum memberi perintah.


"cukup basa basinya, cepat tangkap para penjahat itu"


dengan mudah pria tersebut mengatakannya yang berhasil memancing emosi mereka berenam.


"satu helai saja rambut nona jatuh, kalian semua akan mati saat ini juga"


Lin Shan berucap dingin sambil menatap tajam ke arah tiga jendral serta ratusan prajurit yang di hadapannya.


"berhenti membual kalian bertiga-lah yang akan mati, cepat serang"


dan pertempuran terjadi saat itu juga, meski terbilang tidak seimbang Bai lu, Lila, Lin Shan dan To Mu berhasil mengalahkan sebagian pasukan istana.


sedangkan untuk Aqila dan Annchi hanya menyaksikan pertarungan tersebut.


ada dua alasan kenapa mereka tidak ikut bertarung, pertama Aqila tengah malas dan Annchi tidak bisa beladiri, jadi yang lain hanya bisa memaklumi.


Trang


bruk


pertarungan terus terjadi hingga memakan banyak waktu Aqila yang sudah merasa bosan berdiam diri, mulai menggunakan kekuatan sihirnya.


duarrr


satu serangan kecil dari kekuatan gadis itu berhasil melumpuhkan mereka semua hingga menjadi serpihan.


Aqila menggunakan elemen air untuk membekukan mereka kemudian menghancurkannya dengan sekali genggam.


saat itu semua orang menatap ke arahnya dengan pandangan yang berbeda-beda, sedangkan Aqila sendiri masih terlihat tenang seolah tak terpengaruh sama sekali.


hey ketemu lagi sama author maaf yh author jarang up karena otak lagi Bener² gak bisa di ajak kompromi.🤭


padahal udah separuh jalan tapi malah blank gitu aja heheh mohon di maklum yah,🙏😊


sehat selalu untuk kalian semua dan terimakasih sudah berkunjung ke karya author.

__ADS_1


selamat membaca dan see you next time 🥰😊


__ADS_2