SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Ramalan Dan Kenaikan Tingkat kekuatan


__ADS_3

flashback,,,


beberapa tahun lalu di dunia kayangan, sebuah pesta di adakan untuk menyabut kelahiran sang pewaris tahta, semua orang di undang termasuk pria itu.


dia adalah raja kegelapan guang Jiao sekutu raja iblis yang terkenal dengan kesombongan dan keangkuhannya.


saat acara berlangsung seorang peramal awan tanpa sengaja mengatakan ramalan-nya di hadapan semua orang.


"sang Dewi telah terlahir kembali, perubahan akan segera terjadi, dia-lah orang yang di takdirkan menjadi pemimpin berbagai lapisan dunia"


kata-kata itu terus di ucapkan berulang kali oleh sang peramal wajahnya nampak bahagia menyambut kelahiran anak itu.


mereka yang mendengar di buat terkejut karena ini kali pertama peramal awal mengumumkan ramalannya secara terbuka.


biasanya setiap ramalan yang datang akan di sembunyikan dan di diskusikan terlebih dulu bersama dewa agung dan para dewa Dewi lain-lainnya untuk menghindari kekacauan.


dalam benak semua orang, mereka terus bertanya-tanya siapa anak yang di takdir-kan itu.


Guang jiao dan raja iblis terlihat murka mereka berdua memendam kemarahan lewat kepalan tangannya yang bisa menghancurkan apa saja yang ada di sanah.


itu terjadi karena Guang jiao dan raja iblis memiliki ambisi untuk menguasai seluruh lapisan dunia termasuk dunia kayangan.


mereka membenci siapa saja yang menjadi penghalang tujuan-nya itu.


tidak hanya sampai di situ keduanya kembali di buat murka dengan ramalan berikutnya.


"kehidupan seseorang akan berakhir di tangan anak yang di takdir dan orang yang memiliki hati jahat akan segera menemui kehancurannya"


bagai bom yang siap meledak wajah Guang jiao dan raja iblis terlihat merah padam karena menahan amarah, pembuluh darah mereka bergejolak seakan sedang membakar tubuh keduanya.


tanpa mengatakan apapun keduanya kembali ke istana masing-masing untuk melampiaskan amarah yang terpendam.


di saat penghuni kayangan bersuka cita menyambut kelahiran Kedua-nya, di lapisan dunia atas seorang pria tua terbangun dari tidurnya.


dia nampak gelisah dengan mimpi yang baru saja di alaminya.


dua bayi perempuan akan terlahir dari rahim putri bungsunya bersama pria asing, salah satu dari mereka adalah anak yang di takdir-kan dan dia adalah Aqila lebih tepatnya axela.


flashback off,,,


kilasan masa lalu yang saat ini berputar di otak-nya membuat darah Guang jiao mendidih.


dia benci sosok Aqila dia ingin gadis itu mengalami berbagai penderitaan terlebih dulu sebelum menemui kematian.


siapa yang tau takdir ke depan akan seperti apa, manusia hanya bisa berencana tapi pencipta-lah yang menentukan segalanya.


di sisi lain Aqila masih berjuang mengambil kembali kesadaran-nya, rasa sakit yang saat ini dia terima jauh lebih menyakitkan dari pelepasan segel dantian-nya dulu.

__ADS_1


Lin Shan sendiri terus menjaga Aqila tanpa berani memejamkan mata sebab kondisi fisik gadis itu saat ini cukup mengkhawatirkan.


akhhh


Aqila kembali berteriak saat rasa sakit itu hampir merenggut nyawa, namun sebuah keajaiban tiba-tiba datang.


energi cahaya yang terpendam mendadak menyelimuti jiwa-nya saat ini, rasa hangat menjalar ke seluruh tubuh mengambil alih kesadaran-nya.


tidak membuang kesempatan Aqila langsung memusatkan pikirannya untuk mengendalikan mereka semua secara bersamaan.


tujuh elemen bergabung menjadi satu seperti cahaya pelangi menyinari tubuh, perlahan Aqila kembali merasakan energi kehidupan yang melimpah ruah dalam dirinya


setelah perjuangan yang begitu menyakitkan akhirnya Aqila mengalami kenaikan tingkat sekarang dia berada di level jendral.


begitu selesai Aqila mengerjapkan mata berulang kali untuk menyesuaikan pandangan yang terlihat kabur.


hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan Lin Shan yang terpapar sinar matahari, pemuda itu tampak damai dalam tidur-nya.


posisi mereka saat ini masih sama seperti semalam Aqila masih berada dalam dekapan pemuda tersebut.


tidak ingin mengganggu Aqila hanya membiarkannya saja, dia melepas kain kompres dari keningnya.


lama menunggu tapi Lin shan tidak kunjung bangun mungkin karena pemuda itu terjaga sepanjang malam pikir Aqila.


gadis itu ingin bangkit karena sudah merasa tidak nyaman dengan posisinya saat ini apalagi dengan Lin Shan yang masih bertelanjang dada.


merasa ada pergerakan lin Shan perlahan membuka mata dia terkejut sekaligus senang melihat Aqila sudah sadar dan sedang menatap ke arah-nya.


ucap Aqila, mendengar hal tersebut Lin Shan tersadar kembali dari keterkejutannya.


"ah, iya"


dengan gerakan rileks pemuda itu melepaskan pelukannya, dia terlihat gugup karena merasa malu.


Aqila tidak menghiraukan itu semua dia bangkit untuk merilekskan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku.


kerena sepanjang malam dirinya tidak tidur, merasakan sakit atas kenaikan level kekuatan -nya saat ini.


gadis itu menghirup udara pagi masih belum terkontaminasi oleh aktifitas apa pun agar tubuhnya sedikit lebih baik.


"apa di dekat sini ada sumber mata air"


tanya aqila, dia ingin membersihkan diri karena tubuhnya terasa lengket akibat terlalu banyak mengeluarkan keringat.


"ada nona"


jawab Lin Shan, pemuda itu sudah kembali rapih dengan pakaiannya meski ada bekas robekan.

__ADS_1


tidak membuang waktu Aqila melangkah pergi menuju sumber mata air sedangkan Lin Shan hanya mengawasinya dari jauh.


pemuda itu masih cukup khawatir dengan kondisi Aqila yang baru saja pulih.


setelah sampai di aliran sungai gadis itu langsung membersihkan diri.


tidak butuh waktu lama dia sudah siap dengan pakaian ganti yang ia ambil dari ruang dimensi miliknya, tidak lupa Aqila juga mengambil satu set baju ganti untuk Lin shan.


melihat Aqila sudah selesai, Lin Shan tersenyum senang kini tinggal dirinya yang harus membersihkan diri.


setelah selesai mereka berdua kembali ke tempat semula.


"nona makan-lah hanya ini yang bisa saya temukan"


Lin Shan menyerahkan beberapa buah-buahan yang semalam dia dapa dari dalam hutan.


"terimakasih"


Aqila menerima buah-buahan tersebut dengan senang hati, tidak lupa juga gadis itu membaginya pada Lin Shan.


mereka berdua mulai menikmati makanan sederhana itu dengan tenang, baru setelahnya akan kembali melanjutkan perjalanan menuju wilayah kerajaan.


kerajaan yang akan dia kunjungi adalah kerajaan emerald tempat keluarga ibunya tinggal.


entah respon seperti apa yang dirinya dapat dari mereka semua atas kedatangan-nya itu.


selesai mengisi perut Aqila mengeluarkan helma dan kuda milik Lin Shan, karena tidak mungkin mereka melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.


"nona apa anda sudah baik-baik saja saya dan yang lain sangat khawatir dengan kondisi anda semalam, kami tidak bisa keluar untuk membantu Anda tanpa ijin dari anda sendiri"


helma berceloteh panjang lebar begitu dirinya ada di hadapan gadis itu.


"tidak masalah aku baik-baik saja"


jawab Aqila sambil membelai lembut bulu halus kuda hitam kesayangannya.


"anda yakin"


tanya helma ragu, dia masih khawatir dengan keadaan gadis itu.


"hm"


jawab Aqila lagi mencoba menenangkan kekhawatiran kuda tersebut.


ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang kurang tepat author masih berusaha untuk memperbaikinya lagi


author juga minta maaf karena belum bisa crezy up dikarenakan waktunya harus di bagi²

__ADS_1


semoga kalian sehat selalu dan terimakasih sudah mampir ke karya author.


see you next time di episode berikutnya 👋😊


__ADS_2