SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Pengangkatan putra mahkota


__ADS_3

Setelah Lin Shan duduk pesta akhirnya di mulai para penari mulai menyajikan tarian mereka dengan sangat indah.


semua orang merasa senang kecuali permaisuri chunhua otak nya penuh dengan rencana licik yang akan dia lakukan untuk mempertahankan posisi pangeran Zhuang Lan sebagai putra mahkota.


begitu tarian selesai raja Zhuang Daiyu bangkit dari tempat duduk nya.


"aku ingin mengumumkan sesuatu pada kalian"


ruangan yang semula ramai kini menjadi senyap semua pusat perhatian tertuju pada pria itu.


"karena pangeran pertama telah kembali maka di sini aku ingin meresmikan dan mengangkat Lin Shan sebagai putra mahkota serta menjadikan pangeran Zhuang Lan sebagai jendral kerajaan"


Sontak semua orang terkejut dengan keputusan pria itu mereka tidak menduga bahwa raja Zhuang Daiyu akan mengangkat putra mahkota secara cepat ini.


"maaf yang mulia raja saya keberatan dengan keputusan anda"


Salah satu perdana Mentri bangkit dari tempat duduk nya sambil berkata dia memberi hormat terlebih dulu.


Zhuang Daiyu menatap tidak suka perdana Mentri tersebut dia tau betul bahwa pria tua yang ada di hadapannya itu bersekutu dengan permaisuri chunhua.


Bukan Zhuang Daiyu tidak menyukai pangeran Zhuang Lan tapi dia merasa Lin Shan berhak mendapatkan kembali hak nya sebagai pewaris utama kerajaan.


"yang mulia raja pangeran pertama memang sudah kembali saya ikut senang mendengarnya tapi pemilihan putra pertama tidak boleh di lakukan secara terburu-buru, kami belum mengetahui kemampuannya nya apa kau dia pantas mendapatkan gelar tersebut atau tidak biar rakyat yang memutuskannya"


Perdana Mentri mengungkapkan pendapatnya dengan keberanian penuh tidak ada rasa takut di dalamnya.


dia memegang penuh kendali atas para prajurit kerajaan sehingga Zhuang Daiyu harus berpikir ulang untuk menolak keinginannya itu.


Hubungan Antara perdana menteri dan permaisuri chunhua adalah paman dan keponakan sehingga dia tidak akan membiarkan siapapun mengambil posisi keponakannya itu.


permaisuri chunhua diam-diam tersenyum kemenangan selama pamannya masih berpihak padanya maka dia bisa sedikit bernafas lega.


Sedangkan raja Zhuang Daiyu mengepalkan tangannya dengan erat menahan desiran kemarahan dalam dirinya.


"maaf raja, yang di katakan perdana menteri ada benar nya, kami sudah mengetahui kemampuan pangeran Zhuang Lan sudah tidak di ragukan lagi, sedangkan untuk pangeran Lin Shan dia harus membuktikan kemampuannya terlebih dulu"

__ADS_1


Sahut salah satu Mentri yang juga ikut menentang keputusan pria itu.


"baiklah besok kita akan melakukan tes kelayakan pada pangeran Lin Shan"


Zhuang Daiyu akhirnya mengalah dia tidak bisa bersikap egois, dia harus menunjukkan pada semua orang bahwa putra kesayangannya layak bahkan sangat layak untuk menjadi penerus tahta.


sedari tadi Lin Shan hanya diam melihat perdebatan mereka, dia tidak percaya diri dan merasa bersalah pada pangeran Zhuang Lan karena telah menjadi batu sandungan dalam meraih posisi nya.


Suasana terasa panas beberapa dari mereka yang tidak memihak pada keduanya hanya menunjukan sikap netral.


Pesta akhirnya di lanjutkan lagi suasana yang semula tegang berangsur mencair kembali para penari juga sudah menunjukkan tarian indah nya lagi.


Pesta berlangsung selama dua jam sebelumnya pada akhirnya mereka kembali ke tempat peristirahatan masing-masing.


...----------------...


meskipun sudah di sediakan tempat Aqila lebih memilih tidur bersama putri xiaoli, melihat Aqila memiliki inisiatif sediri gadis itu terlihat kegirangan jarang-jarang adik sepupunya itu mau berbagi kamar dengan nya.


Karena biasanya xiaoli yang selalu merengek ingin tidur bersama Aqila meski sering kali gadis itu mendapat penolakan keras dari adik sepupunya tersebut.


Aqila cenderung menyukai ketenangan dia tidak akan membiarkan siapapun mengganggu waktu istirahat nya.


"adik Aqila boleh aku bertanya sesuatu?" xiaoli berucap sambil mendudukkan diri di samping Aqila.


Dapat gadis itu lihat Aqila sedang membaca sebuah buku yang terbilang sedikit tebal dengan tulisan cukup sulit di baca, terbesit dalam kepala gadis itu dari mana asal buku tersebut.


"hm" Jawab Aqila tanpa menoleh sedikit pun ke arah lawan bicaranya.


"apa kau memiliki kekasih?" ucap xiaoli setengah berbisik di telinga gadis itu.


uhuk uhuk uhuk


Aqila mendadak tersedak ludah nya sendiri dia yang sedang fokus membaca jelas merasa terkejut dengan pertanyaan itu.


Xiao secara refleks mengelus pelan punggung Aqila berulang kali untuk menenangkan gadis itu.

__ADS_1


"kau baik-baik saja" ucap xiaoli panik


"yah" jawab Aqila singkat padat dan jelas


"syukurlah, tapi kau belum menjawab pertanyaan ku adik" ucap xiaoli lagi.


mata gadis itu terlihat sangat bersemangat dia seperti anak kecil yang ingin tau segalanya tentang dunia padahal xiaoli berusia satu tahun lebih tua dari aqila.


"tidak ada" jawab Aqila cepat kemudian fokus kembali pada buku yang sedang dia pegang saat ini.


"kenapa? Kau sangat cantik apakah tidak ada pria yang menarik perhatian mu?" xiaoli bertanya sambil sesekali jarinya mengetuk bagian dagu nya sendiri.


Dia Terlihat seperti anak kecil yang sangat menggemaskan di mata Aqila, gadis itu tersenyum untuk beberapa detik tanpa di sadari oleh gadis tersebut.


"sudah malam lebih baik kita tidur"


Aqila membaringkan tubuhnya di atas raja sambil mencari posisi yang nyaman setelah itu dia menutup mata dan beberapa detik kemudian terlelap menjemput alam mimpi.


Xiaoli yang melihat itu menggerutu kesal karena rasa penasarannya belum terjawab semua, melihat hari semakin larut gadis itu ikut membaringkan tubuh di samping Aqila kemudian terlelap dengan damai.


...----------------...


Di salah satu ruangan seorang pemuda bergerak gelisah di tempat tidurnya, dia adalah Lin Shan sejak kembali dari pesta pemuda itu tidak bisa memejamkan mata sama sekali padahal waktu menunjukkan pukul 12 malam.


pemuda itu masih terus kepikiran dengan pembicaraan dia dan ayahnya yang mengatakan bahwa terdapat segel dalam tubuhnya yang mengakibatkan merdian nya tidak berfungsi dengan baik sehingga dia sulit mengalami kenaikan tingkat dan merubah tampilan fisiknya.


di tengah malam tepat jam satu, jendela kamarnya di ketuk beberapa kali, sontak Lin Shan langsung menegakan tubuh dia mengambil belati yang selalu di sembunyikan nya untuk berjaga-jaga siapa tau yang mengetuk kamar nya adalah penjahat yang ingin mengambil nyawanya.


Lin Shan hafal betul kehidupan istana tidak lah menyenangkan seperti yang terlihat di luaran sanah, bertahun-tahun mengikuti Aqila hingga membuat dia terbiasa memasang sikap waspada sekalipun sedang tertidur.


lin Shan berjalan sambil mengendap-endap dia sudah mempersiapkan diri dengan baik.


Krtt


pintu jendela itu di buka separuh belati yang dia genggam kuat sebelumnya mengambang di udara saat netra pemuda itu mengenali sosok yang mengetuk jendela kamarnya tersebut.

__ADS_1


"nona Aqila" guma Lin Shan


Buru-buru pemuda itu menyingkir membiarkan Aqila masuk dengan leluasa, terlihat Aqila menggunakan pakaian serba hitam entah dari mana gadis itu sebelumnya.


__ADS_2