SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Kerajaan Emerald 3


__ADS_3

Semua orang kembali di buat terkejut saat mendengar itu semua, mereka memandang Aqila dari atas hingga bawah untuk memastikan ucapan pemuda itu benar atau tidak.


setelah mengamati dengan benar beberapa dari mereka menyadari bahwa pakaian yang Aqila kenakan memiliki kualitas dan bahah yang sama seperti yang biasa di gunakan oleh pemimpin kerajaan.


mereka langsung terdiam malu karena tadi sempat meremehkan gadis itu hanya karena dia terlihat biasa saja.


penampilan Aqila saat ini dia menggunakan hanfu hitam legam dengan liontin giok berbentuk naga melingkari bulan yang bertengger Indah di bagian kiri sabuknya.


rambut panjang yang di ikat dengan rapih serta tusuk rambut sederhana dengan hiasan bunga sakura dan satu butir mutiara di tengah kelopak bunga itu.


itu adalah tusuk rambut yang sama yang saat ini Lila kenakan dan itu adalah hadiah pertama yang Aqila berikan kepada gadis tersebut sebagai simbol pertemanan mereka berdua.


sedangkan Lin Shan menggunakan hanfu biru malam dengan Liontin giok berbentuk bulan sabit, rambut yang di ikat rapih serta pedang yang dia pegang di tangan kanannya.


pedang itu juga pemberian aqila saat mereka pertama kali mulai berlatih ilmu beladiri, itu-lah sebabnya Lin Shan selalu membawanya kemanapun dia pergi.


mendengar itu semua pemilik restoran tidak bisa lagi berkata-kata dia sedikit menyesal telah menyinggung orang yang salah.


"tolong maafkan atas ke tidak tahuan saya ini tuan dan nona, saya akan memecatnya sekarang juga"


kali ini pria itu berbicara dengan sungguh-sungguh meskipun dia tidak tau Aqila berasal dari kerajaan besar yang manah.


"tolong jangan pecat saya tuan"


pelayan wanita itu langsung menghibah di bawah kaki pria tersebut dengan air mata yang terus bercucuran.


"diam kau ja**Ng karena kebodohan mu itu restoran ku dalam masalah, dasar tidak berguna"


tidak ada raut kasihan sama sekali dari pria yang di panggilan-nya tuan.


"jika saya di pecat saya harus mencari pekerjaan dimana lagi tuan, tolong kasihanilah saya"


tidak ingin menyerah pelayan wanita itu terus memohon agar dirinya di beri kesempatan untuk tetep bekerja di sanah.


"itu bukan urusan ku"


jawab pria itu sambil menghempaskan tubuh sang pelayan wanita.


"ini semua karena ulah ja**Ng itu aku benar-benar membenci-nya"


pelayan wanita itu berteriak sambil menunjuk-nunjuk Aqila dengan sorot mata penuh kebencian, sedangkan aqila terlihat tidak perduli sama sekali.


"tutup mulut mu kau tidak pantas mengatai nona ku seperti itu"


jika Aqila haya memilih diam tapi tidak dengan Lin Shan pemuda itu hampir saja memenggal kepala pelayan wanita itu jika Aqila tidak menahannya dengan tatapan tajam.


karena semarah apa pun Lin Shan dia tidak akan pernah berani menentang keinginan gadis itu.

__ADS_1


setelah-nya Aqila melangkah keluar dari tempat tersebut tanpa mengatakan apapun lagi, melihat itu semua Lin Shan langsung mengikuti di belakang.


sedangkan pemilik restoran menghela nafas lega karena Aqila tidak memperpanjang masalah, meski begitu pelayan wanita tetap di pecat dari pekerjaan-nya.


setelah dirinya kehilangan pekerjaan wanita itu melangkah keluar dengan tubuh gontai karena belum bisa menerima kenyataan.


orang-orang yang menyaksikan juga tidak membantu sama sekali mereka membiarkannya begitu saja bahkan ada yang mencibir ia sebagai sampah masyarakat.


kini dia menyesal telah berurusan dengan orang yang salah, ada pepatah mengatakan sudah jatuh tertimpa tangga pula.


itu adalah ungkapan yang pas untuk keadaannya saat ini, orang bijak mengatakan jangan pernah memandang orang dari penampilan luarnya saja karena kita tidak pernah tau orang seperti apa dia sebenarnya.


setelah meninggalkan restoran itu Aqila dan Lin Shan memilih singgah di toko mie sederhana karena perutnya sudah meminta untuk di puaskan.


"pelayan"


ucap Lin shan sedikit keras setelah mereka berdua memasuki toko tersebut.


"ada yang bisa saya bantu tuan"


seorang pelayan laki-laki buru-buru mendekat sambil membawa selembar kertas bersama kuas yang biasa di gunakan untuk mencatat pesanan para pengunjung yang datang ke tempat mereka.


"dua mangkuk mie kuah pedas dengan potongan daging bakar serta dua teh dingin dan makanan manis sebagai penutup"


Lin Shan langsung memesan begitu mereka duduk di bangku yang sudah di sediakan sebelumnya oleh pemilik toko.


tempat itu terlihat sederhana tapi sangat bersih dan rapih pelayanan-nya juga baik namun sayangnya tidak banyak orang yang datang ke toko mie tersebut.


"hm"


setelah selesai mencatat pelayan laki-laki itu pergi ke arah dapur untuk mengambil pesanan mereka berdua.


Aqila meneliti ke segala arah dan tindakan tersebut membuat Lin shan penasaran.


"ada apa nona"


"tidak ada"


mendengar itu Lin Shan tidak lagi bertanya karena meski di desak sekali pun gadis itu tidak akan mengatakannya.


setelah menunggu hampir lima belas menit semua pesanan akhirnya tiba, tanpa menunggu lama mereka langsung menikmatinya dengan tenang.


hal pertama yang menjadi perhatian adalah rasa mie kuah pedas itu sangat enak cocok di sajikan dengan potongan daging bakar dan teh dingin.


saking enaknya mereka sampai menghabiskan kuah mie tersebut hingga tandas.


begitu selesai menikmati makanan Aqila memanggil pelayan itu untuk membayar tagihan.

__ADS_1


"berapa total semuanya"


"dua koin perak nona"


Aqila merogoh saku bajunya namun bukan koin perak yang di berikan melainkan koin emas.


"maaf nona ini terlalu banyak"


ucap sang pelayan setelah sadar dari keterkejutannya.


"ambil saja sebagai tips"


jawab Aqila santai, pria itu terlihat bahagia saat menerima koin emas tersebut.


"terimakasih banyak nona"


Aqila menganggukkan kepala sebagai jawaban baru kemudian dia kembali membuka suara.


"boleh saya bertanya"


"silahkan nona"


"kenapa sejak kami datang tempat ini terlihat sepi padahal saya rasa makanan disini sangat enak"


Aqila langsung mengutarakan rasa penasarannya begitu juga Lin Shan yang terlihat antusias mendengarkan.


"sebenarnya dulu tempat ini sangat ramai namun karena satu insiden beberapa orang tidak lagi datang ke tempat kami"


pelayan itu memberi penjelasan kenapa tempat mereka sepi pengunjung.


"boleh kami tau insiden apa itu"


Aqila yang biasanya acuh dengan urusan orang lain mendadak tertarik ingin mengetahui seluruh kronologi-nya.


"ini terjadi beberapa bulan lalu, saat itu tempat ini sangat ramai pengunjung hingga kami kewalahan dalam melayani mereka semua, namun tidak lama kemudian dua orang pengunjung berteriak memarahi kami katanya di dalam salah satu mangkuk mereka terdapat bangkai tikus dan sejak kejadian itu toko ini menjadi sepi"


"lalu kenapa kalian tetap membuka toko ini"


"jika kami menutupnya bagaimana kami bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari"


"apa masih ada yang berkunjung selain kami"


"ada nona mereka adalah orang yang tidak percaya dengan rumor yang beredar meski hanya segelintir orang"


Aqila mengangguk paham mendengar penjelasan tersebut dia jadi memiliki ide untuk bekerja sama dengan pemilik toko.


anggap saja ini sebagai salah satu rencana untuk bertahan hidup di dunia atas sambil mencari keberadaan keluarga ibu-nya.

__ADS_1


...hehehe author cuma bisa up segitu dulu yh semua karena otak author lagi GK konsen semoga kalian paham....


...terimakasih sudah berkunjung dan see you next time di episode berikutnya 👋😊...


__ADS_2