SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
pertandingan 4


__ADS_3

Bruk


Aqila mendarat tepat di pagar pembatas pertandingan beruntung tidak ada yang menyadari kehadirannya karena suasana sangat berisik, itu terjadi karena para peserta berhasil mengambil batu spiritual meskipun hanya satu.


"BAIKLAH KARENA KALIAN BERHASIL MENDAPATKAN BATU SPIRITUAL MAKA SAYA NYATAKAN KALIAN LOLOS KE BABAK SELANJUTNYA" ucap guru besar baihu


sorakan dan tepuk tangan menggema di setiap sudut, para peserta tersenyum senang dengan hasil tersebut.


"BAIK BABAK KEDUA AKAN DI LAKUKAN SATU JAM LAGI, JADI KALIAN DI PERBOLEHKAN UNTUK BERISTIRAHAT SEMENTARA WAKTU" ucap Bai Lin mengambil alih


Perlahan satu persatu baik peserta maupun penonton mulai meninggalkan tempat pertandingan.


"adik kau lihat kami Lolos ke babak selanjutnya"


ucap xiaoli antusias setelah tiba di tempat Aqila berdiri, mereka masih berada di wilayah akademik.


"hm, selamat" jawab Aqila datar


"ayolah ekspresi macam apa itu! bisa kau tersenyum sedikit saja" rengek xiaoli.


dia tidak menyangka bahwa Aqila akan bersikap biasa saja tidak ada kehebohan seperti yang dia bayangkan.


"tidak" jawab Aqila singkat dan padat


"hah..kau tau wajah datar mu itu seperti balok es, dingin dan menusuk" keluh xiaoli.


Meskipun sudah mengenal Aqila cukup lama gadis itu masih belum terbiasa dengan kepribadian saudara sepupunya yang dingin dan tak tersentuh.

__ADS_1


"aku tidak perduli" jawab Aqila


"baiklah kau menang kau senang" xiaoli akhirnya menyerah dia terus mengoceh tidak jelas membuat Shen duyi jengah.


"sudah hentikan" pinta Shen duyi dengan nada naik satu oktaf.


Akhirnya xiaoli diam dan kini mereka tengah berjalan menuju restoran terdekat untuk mengisi tenaga sebelum mengikuti pertandingan berikutnya.


"silahkan masuk tuan dan nona" ucap seorang pelayan yang melihat kedatangan mereka bertiga.


Aqila, xiaoli dan Shen duyi mengikuti kemana pelayan membawa mereka pergi, karena keadaan restoran begitu ramai.


"terimakasih, tolong bawakan tiga mangkuk nasi, daging kelinci bakar, tumisan, hidangan penutup yang manis dan teh dingin"


Setelah ketiganya duduk di salah tempat xiaoli langsung memesan makanan untuk mereka semua.


dua puluh menit menunggu akhirnya semua pesanan di hidangkan, tanpa banyak bicara mereka mulai menikmati makanan tersebut.


Semuanya berjalan lancar sampai mereka selesai makan, tanpa terasa satu jam berlalu begitu saja kini mereka pergi meninggalkan restoran setelah membayar tagihan.


semua orang mulai berbondong-bondong memasuki akademik, barisan penonton yang semula kosong kini sudah terisi kembali.


Kebisingan mulai terdengar dimana-mana haya Aqila yang masih bersikap tenang di tempat duduknya.


"KARENA SEMUA ORANG SUDAH BERKUMPUL MAKA BABAK KEDUA RESMI DI MULAI"


Bai Lin kembali membuka acara pertandingan setelah semua dewan juri duduk di tempat masing-masing.

__ADS_1


"DI BABAK KEDUA KALI INI KALIAN AKAN BERHADAPAN DENGAN PARA MONSTER DAN BINATANG SPIRIT BIST, KALIAN SUDAH SIAP" ucap Bai Lin lagi


"SIAP" teriak para penonton juga beberapa peserta.


dan detik itu juga babak kedua di mulai, satu persatu peserta mulai di panggil ke area pertandingan.


masing-masing orang menghadapi monster dan binatang spirit bist yang berbeda-beda, mereka yang berhasil bertahan akan masuk ke babak selanjutnya yaitu pertarungan hidup dan mati.


kini tiba bagian xiaoli yang akan bertanding melawan salah satu monster, monster yang saat ini berhadapan dengan gadis itu memiliki tiga kepala berbentuk serigala badan seperti kerbau dan ekor seperti naga.


Brak


Bugg


Syattt


Jleb


Serangan demi serangan xiaoli lakukan hampir satu jam dia menyerang tetapi monster tersebut belum juga dapat dia lumpuhkan.


Monster itu memiliki kulit yang sangat tebal hingga segala jenis senjata tidak mempan pada tubuh nya.


meski begitu xiaoli tidak menyerah begitu saja dia mulai menggunakan kekuatan sihirnya api milik nya untuk melukai monster tersebut dan itu sedikit berhasil.


Tapi saat dirinya sedikit lengah xiaoli terkena Kibasan ekor monster tersebut hingga membuat dia memuntahkan banyak darah.


Uhuk

__ADS_1


Aqila dan Shen duyi yang melihat itu menjadi khawatir tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa jika Aqila membantu gadis itu maka itu bisa di anggap curang.


__ADS_2