SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Bangsawan Wu


__ADS_3

pelayan pribadinya mulai memapah pria angkuh itu dan langsung membawanya menaiki kereta kuda.


setelah kepergian mereka aqila berjalan mendekat ke arah dua bersaudara yang masih terlihat ketakutan.


"tenanglah apa kau terluka"


tanya Aqila pada gadis cantik yang ada di hadapannya.


"tidak ada nona, terimakasih sudah menolong saya"


gadis cantik itu masih terlihat syok saat menjawab pertanyaan Aqila barusan


"terimakasih nona telah bersedia menolong adik saya"


pria berpakaian lusuh menatap Aqila dengan hormat kata-katanya juga terdengar sopan.


"hm, ambillah"


Aqila merogoh saku bajunya dan mengeluarkan sebotol porselen berisikan obat kehadapan pria itu.


"ini untuk saya"


pria tersebut tidak langsung mengambilnya dia malah diam menatap bingung ke arah Aqila.


"terima saja nona memberikannya untuk mengobati luka mu"


Lin Shan berbicara mewakili Aqila karena gadis itu terlihat enggan menjawab lagi.


"terimakasih banyak nona"


pria berpakaian lusuh membungkuk sambil menahan sakit demi mengucapkan terimakasih pada Aqila.


"apa dia selalu bersikap seperti itu"


Lila mulai bertanya karena merasa penasaran dengan identitas pria angkuh tadi, sehingga pria itu bisa bersikap semena- mena seperti beberapa menit lalu.


"benar nona"


"memangnya siapa dia"


"dia adalah wu qianfan putra kedua bangsawan wu ayahnya wu shilin seorang perdana menteri yang di segani banyak orang bahkan raja duan Ming juga sangat menghormatinya"


jelas pria berpakaian lusuh dengan gamblang di hadapan mereka bertiga, semua orang juga tau akan hal itu mereka hanya diam menyaksikan tidak berani melawan.


"pantas saja sikapnya seperti itu tidak tau malu dan angkuh"


Lila mendesis kasar juga mengumpat pria angkuh tersebut semua orang di buat melongo dengan sikap Lila barusan.


"nona tolong maafkan kami sudah melibatkan anda dalam bahaya bangsawan wu pasti akan membuat perhitungan karena wu qianfan adalah putra kesayangan nyonya Shen"


pria berpakaian lusuh menundukkan kepala kata-katanya terdengar sendu dan penuh penyesalan.


"biarkan saja saya tidak takut"


Aqila menjawab acuh, dia tidak takut sama sekali, sebaliknya jika mereka berani mengusik ketenangannya maka kehancuran yang akan mereka dapatkan.


"tapi nona anda harus berhati hati mereka sangat kejam, pengadilan istana saja tidak akan bersedia menerima keluhan tentang bangsawan wu"


gadis cantik mulai mengatakan keresahan hati yang saat ini dia rasakan terhadap Aqila


"jadi selama ini pihak istana hanya diam"

__ADS_1


Aqila, Lila dan Lin Shan cukup terkejut mendengar penjelasan barusan.


"benar nona, sudah banyak para gadis yang di rebut paksa dari keluarganya hanya karena pemuda itu tertarik pada mereka"


pria berpakaian lusuh kembali membeberkan fakta mengejutkan membuat ketiganya emosi.


"apa mereka tidak melawan"


Lila bingung sekaligus penasaran kenapa semuanya hanya memilih diam dan tidak melawan.


"bagaimana cara kami melawan nona, kami hanya rakyat biasa sedangkan mereka mempunyai posisi yang tinggi di kerajaan ini"


dua bersaudara itu menunduk sedih karena mereka tidak bisa melakukan apa pun untuk membantu yang lain.


"oh jadi mereka besar kepala karena kebal hukum"


Lila tersenyum mengejek tapi matanya menyiratkan kebencian terhadap bangsawan Wu.


"boleh kami tau siapa nama anda nona"


pria berpakaian lusuh kembali menatap ke arah Aqila dengan perasaan penasaran tentang identitas penolongnya.


"Aqila"


Aqila menjawab datar setelah tadi memilih diam


"sepertinya saya pernah mendengar nama itu tapi dimana"


gadis cantik yang mendengar nama tersebut seolah merasa familiar tapi ingatannya tidak terlalu jelas sehingga dia hanya bisa membuang nafas kasar.


"kalian berdua tidak perlu tau, siapa nama kalian"


Aqila bertanya karena merasa penasaran dengan nama keduanya karena sejak tadi mereka hanya sibuk membicarakan tentang bangsawan Wu.


pria berpakaian lusuh memperkenalkan dirinya dan juga sang adik pada Aqila dan yang lain.


"saya Lila dan itu Lin Shan kami orang kepercayaannya nona aqila"


jawab Lila yang juga memperkenalkan dirinya dan pemuda yang sejak tadi diam di samping Aqila.


"senang bisa bertemu dengan kalian"


jawab keduanya sambil tersenyum ke arah ketiganya, pria berpakaian lusuh juga sudah tidak merasakan sakit lagi setelah menelan obat yang aqila berikan.


kini mereka duduk di tempat yang sama untuk kembali menikmati makanan yang sempat tertunda.


....


di sisi lain, di kediaman bangsawan Wu nyonya Shen yang melihat keadaan putra kesayangannya langsung jatuh pingsan.


qianfan yang terluka parah sekarang sedang di obati oleh tabib istana, seluruh anggota keluarga Wu berkumpul di kamar Pemuda tersebut.


Wu shilin menggeram marah melihat keadaan qianfan yang dinyatakan kritis oleh sang tabib.


"siapa yang melakukan ini pada putra ku cepat katakan"


Wu shilin berteriak marah dia menatap tajam pelayan pribadi putra keduanya itu.


"tuan itu, itu tuan"


pemuda yang di tatap oleh Wu shilin dan anggota keluarga lain bergetar ketakutan dia langsung bersujud di bawah kaki pria paruh baya tersebut.

__ADS_1


"bicara yang benar atau aku sendiri yang akan memotong lidah mu sebagai gantinya"


Wu shilin mulai kehilangan kesabaran hingga dia mulai mengancam pemuda tersebut.


"ampuni saya tuan tolong jangan lakukan hal itu saya bersalah karena tidak bisa menjaga tuan muda dengan baik"


pelayan itu kembali ketakutan dengan ancaman yang di berikan dia terus memohon ampun sambil membenturkan kepalanya ke ubin lantai.


"cepat katakan"


"seorang gadis yang tidak sengaja tuan muda singgung saat berada di kedai mie Milik tuan Jiang, pengawal pribadinya tidak terima dan langsung menyerang tuan muda karena tuan muda telah berani menyentuh gadis itu"


pemuda itu buru-buru menjelaskan agar nyawanya bisa terselamatkan.


"sialan, Keparat, berani sekali orang rendahan sepertinya melukai putra ku cepat kirim orang untuk menangkap mereka"


Wu shilin berteriak marah dan langsung memerintahkan bawahannya untuk menangkap Aqila dan yang lain.


"baik tuan"


beberapa orang menunduk hormat kemudian melangkah pergi dari ruangan tersebut.


"Jangan kembali dengan tangan kosong, jika tidak aku akan menghabisi nyawa kalian semua"


Wu shilin kembali memberi perintah sebelum mereka benar-benar menghilang dari pandangan.


"mengerti tuan"


"suami ku bagaimana kondisi qianfan"


nyonya Shen masuk secar tiba-tiba setelah dia tersadar dari pingsannya.


"dia sedang kritis"


Wu shilin menatap datar ke arah sang istri membuat nyonya Shen mendengus kesal


"tidak putra ku harus sembuh, suami ku tolong lakukan apa pun untuk menyelamatkan nyawanya"


nyonya Shen berbicara sambil merengek pada sang suami air mata wanita paruh baya itu terus menetes deras melihat keadaan putranya yang terbaring lemah di atas ranjang.


"aku sedang mencobanya sebaik mungkin"


"siapa yang telah berani melakukan hal sekejam ini pada putra ku apa salahnya"


nyonya Shen berteriak marah, meluapkan segala kekesalan hati dan yang lain memilih diam membiarkannya saja.


"itu karena putra manja mu telah menyinggung orang yang salah"


Wu shilin yang sudah merasa pusing dengan tingkah sang istri membentak wanita itu.


"dia juga putra mu"


nyonya Shen tidak mau kalah dia juga berbicara keras membalas bentakan sang suami.


"sudahlah aku sedang malas berdebat dengan mu"


karena tidak ingin memperpanjang masalah tuan Wu shilin melangkah keluar dari ruangan tersebut.


"suami ku"


Wu shilin terus melangkah pergi tanpa menghiraukan teriakan nyonya Shen membuat wanita paruh baya tersebut menggeram kesal.

__ADS_1


hy ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah 🙏


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 😊🙏🥰


__ADS_2