
Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat kini Aqila sudah tinggal di kediaman Lin selama enam hari.
dan selama itu pula Aqila sungguh memenuhi semua keinginan Lin Bao sambil menunggu kabar dari hei long yang belum juga kembali dari pencariannya.
Lila dan Lin Shan hanya bisa pasrah menuruti setiap keputusan gadis itu meskipun sebenarnya pemuda tersebut merasa cemburu dengan kedekatan Aqila dan Lin zhang selama ini.
karena merasa bosan selalu berada di kediaman Aqila memutuskan mengajak Lin Bao keluar untuk menghirup udara segar.
seolah takdir sedang berpihak padanya cuaca hari ini terlihat mendukung sehingga tuan besar Lin mengijinkan keduanya pergi.
....
di pasar ibu kota ke empat orang manusia berjalan menyusuri setiap tempat yang menurut mereka menarik untuk di kunjungi.
"wah sangat ramai, ibu aku ingin itu"
dengan semangat Lin Bao menunjuk ke arah pedagang manisan yang sedang menjajahkan dagangannya.
manisan tersebut terlihat sangat cantik dan menggiurkan tidak heran jika anak kecil seusia Lin Bao menginginkannya.
"tunggu sebentar"
sebelum pergi Aqila meminta Lila dan Lin Shan untuk menjaga bocah tersebut agar tidak hilang di keramaian pasar.
"baik"
setelah melihat Lin Bao patuh, gadis itu melangkah pergi menuju penjual manisan tersebut.
tidak butuh waktu lama Aqila mendapatkannya ia membalik badan untuk kembali namun sayang seseorang malah menabraknya membuat salah satu manisan itu terjatuh.
bruk
seorang pemuda tampan beserta pengawalnya membalik badan melihat ke arah Aqila.
"apa kau tidak bisa melihat...nona cantik"
awalnya pemuda tersebut berbicara dengan nada kasar namun saat wajah cantik Aqila terlihat oleh matanya dia mengubah cara bicara di akhir kalimat dengan halus.
hening tidak ada jawaban sama sekali Aqila hanya menatap datar ke arah sekumpulan orang itu.
"oh maaf saya tidak sengaja menabrak anda apa anda baik-baik saja"
awalnya pemuda tampan itu merasa terkejut dengan respon yang Aqila berikan tapi detik berikutnya dia merasa tertarik dengan sikap acuh itu.
"hm"
jawab Aqila datar kemudian hendak melangkah pergi menuju ke arah Lin Bao dan yang lain.
"boleh saya tau siapa nama anda nona"
dengan tidak sopan pemuda tadi mencekal tangan Aqila membuat pergerakan gadis itu terhenti.
"Aqila"
Aqila menepis tangan itu karena tidak suka di sentuh oleh sembarangan orang, setelahnya dia menjawab dengan dingin pertanyaan tersebut.
"nama yang cantik sama seperti orangnya"
bukannya marah pemuda tampan malah terus mengajukan pertanyaan membuat Aqila kesal bukan main.
merasa jengah berada di situasi yang cukup memuakkan Aqila mempercepat langkah meninggalkan pria gila itu.
__ADS_1
yah Aqila menganggap pria itu gila karena sejak tadi dia terus mengikuti kemana Aqila melangkah.
adegan tersebut di saksikan langsung oleh Lin Bao, Lila dan Lin Shan Mereka juga terlihat kesal saat seorang pemuda tampan terus mengganggu pergerakan Aqila.
"tunggu nona, dimana anda tinggal"
pria tampan terus saja mengajukan pertanyaan meskipun respon aqila selalu dingin padanya.
"ibu"
Lin Bao berlari ke arah Aqila dan langsung memeluk gadis itu dengan posesif Lila dan Lin Shan juga ikut bersama anak itu.
"siapa yang kau panggil ibu"
pria tampan menatap tidak suka ke arah ketiganya apalagi saat melihat Lin Bao mendorong dia untuk menjaga jarak dari Aqila.
"tentu saja wanita cantik yang sedang kau ganggu itu, dia adalah ibu ku paman"
Lin Bao menjelaskan dengan nada khas anak-anak, Aqila terlihat tidak keberatan sama sekali saat dirinya di sebut ibu oleh anak itu di hadapan banyak orang.
"tidak mungkin kau pasti sedang berbohong, mana mungkin nona cantik ini adalah ibu mu"
pria tampan masih bersikap sinis dia tidak percaya saat menatap ke arah keduanya karena mereka terlihat tidak mirip sama sekali.
"itu benar tuan"
Lila yang tidak suka dengan sikap pria tampan itu langsung membenarkan ucapan lin Bao tentang siapa Aqila.
"diam-lah saya tidak sedang berbicara dengan mu pelayan rendahan"
Aqila mengepalkan kedua tangannya bersiap memukul pria tersebut karena sikap arogannya.
"pergi"
"kau dengar nona cantik ini menyuruh kalian semua pergi jadi cepatlah enyah dari hadapan kami"
ucap pria tampan sinis, Aqila menatap tajam saat mendengar perkataan tersebut.
"kau yang pergi"
Aqila kembali berucap dingin nadanya terdengar tidak bersahabat sama sekali ke arah pemuda itu.
"saya"
pemuda tampan terkejut merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan ini untuk pertama kalinya ia tolak oleh gadis cantik.
hahahaha
Lin Bao dan Lila tertawa terbahak bahak melihat ekspresi terkejut itu yang terlihat sangat menggelikan.
"awas kalian saya pasti akan membuat perhitungan"
pria tampan menatap kesal ke arah semuanya dia merasa begitu terhina dan berjanji akan membalas penghinaan tersebut.
"hus pergi, kau mengganggu ibu ku saja"
Lin Bao mengibaskan tangan mungilnya untuk memberitahukan pada pemuda itu agar segera pergi meninggalkan mereka.
"kalian"
"pergi atau saya patahkan kaki mu sekarang juga"
__ADS_1
Lin Shan yang sejak tadi merasa jengah langsung membuka suara dia menatap tajam pemuda itu dan juga mengancamnya.
"kau berani, apa kau tidak tau siapa saya"
dengan kekesalan yang memuncak dia mencoba menyombongkan diri ke hadapan semuanya.
namun reaksi yang di berikan tidak sesuai dengan harapan mereka terlihat masih tenang dan acuh.
"saya tidak perduli siapa anda"
Lin Shan menjawab dingin pertanyaan tersebut dia masih menatap tajam ke arah pemuda tampan itu.
dengan amarah yang memuncak pria tampan tersebut memilih dari hadapan mereka berempat.
melihat situasi sudah tenang seperti sebelumnya aqila dan yang lain memutuskan untuk kembali ke kediaman Lin karena hari sudah hampir siang.
di sepanjang jalan Lin Bao tidak berhenti tertawa senang apa lagi saat melihat ekspresi wajah pemuda tadi.
Lila juga tidak kalah bahagia mereka berdua begitu kompak mentertawakan penderitaan orang lain.
hanya Aqila dan Lin Shan yang masih tenang dalam diamnya.
selang beberapa waktu mereka tiba di pintu gerbang kediaman Lin seperti biasa kedatangan mereka selalu di sambut hangat oleh nyonya besar Wang dan juga suaminya.
"apa sesuatu terjadi"
tanya nyonya besar Wang saat melihat cucunya tidak berhenti tertawa cekikikan sendiri.
"apa nenek tau tadi ada pria gila yang terus saja mengganggu ibu saat kami di pasar"
Lin Bao berbicara dengan begitu antusias dia terlihat kesal saat mengingat kembali kejadian di pasar tadi.
"oh benarkah"
nyonya besar Wang memicing menatap penasaran ke arah cucu kesayangannya
"ya nenek cucu mu yang tampan ini tidak pernah berbohong pada mu bukan"
dengan narsis Lin Bao menyebut dirinya tampan meski tanpa di katakan sekalipun orang-orang tau bahwa dirinya memang tampan dan juga menggemaskan
"lihatlah suami ku sejak kapan cucu kita yang menggemaskan ini berubah narsis"
nyonya besar Wang menatap ke arah suaminya dengan senyuman aneh, tuan Lin hanya bisa tersenyum menanggapi sikap nyeleneh keduanya.
"aku tidak narsis nenek aku memang tampan, benarkan ibu"
Lin Bao menatap ke arah Aqila untuk mendapat pembelaan dari gadis itu.
"hm"
jawab Aqila, membuat Lin Bao senang bukan main dia membusungkan dadanya dengan bangga ke hadapan semua orang.
"baiklah-baiklah kau memang tampan apa kau senang"
"tentu saja"
"sudah ayo masuk"
melihat pembicaraan itu tidak ada habisnya tuan besar Lin membuka suara menyuruh mereka semua masuk ke dalam.
hehehe ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah mohon di maklumi author akan berusaha lebih baik dari dalam merangkai kata.
__ADS_1
maaf author juga belum bisa crezy up 🙏😊
terimakasih sudah berkunjung dan see you next time 👋🤭