SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Keadaan di Kerajaan Xingsheg


__ADS_3

ketika sampai di kamar Aqila tidak berniat istirahat mungkin karena otak-nya masih saja memikirkan perkataan Lila pagi tadi.


"apa aku pergi saja"


guma gadis itu, dia penasaran dengan keadaan di setiap kerjaan lain, tetapi ayah-nya pasti tidak akan mengijinkan-nya pergi.


setelah lama berpikir aqila memutuskan untuk tetap pergi tanpa sepengetahuan orang lain termasuk Lila.


Sebelum pergi gadis itu meninggalkan sepucuk surat yang hanya berisi beberapa kata agar tidak menimbulkan banyak kehebohan saat dirinya tidak di temukan.


....


Di tempat lain tepat-nya kerajaan xingsheg para tabib kerajaan di buat sibuk sejak kemarin dengan banyak-nya penduduk yang terjangkit wabah.


Bukan hanya para tabib tetapi pangeran dan para prajurit juga ikut kewalahan dalam mengevakuasi para korban.


"Bagaimana apa kau sudah menemukan penawaran-nya"


Pangeran haocun datang memecah keseriusan di antara sekumpulan orang yang sedang sibuk memeriksa keadaan banyak orang.


"belum, kami masih berusaha pangeran mahkota"


sebagian para tabib menghentikan pergerakan mereka untuk menjawab pertanyaan pria tersebut.


Karena Sesibuk apapun mereka tidak boleh mengabaikan keberadaan anggota kerajaan yang datang berkunjung.


"kak, keadaan di luar semakin kacau"


Pangeran Li Hao yu datang melapor dengan tergesa-gesa saat tau keberadaan kakak tertua-nya.


"dimana pangeran minghao"


Li Haocun bertanya seperti itu karena tidak melihat keberadaan adik kedua-nya


"kak minghao bersama jendral jiazchen sedang membantu para prajurit menghadapi para monster di luar ibu kota"


Li Hao yu menjelaskan Kenapa dia datang seorang diri saat laporan.


"mereka datang lagi"

__ADS_1


"iya kak"


Ada raut marah sekaligus letih di balik wajah datar yang ke dua pangeran itu tampilkan di hadapan banyak orang.


....


Sedangkan di luar ibu kota pangeran minghao dan jendral jiazchen sibuk memberantas para monster yang datang secara terus-menerus.


Mereka yang awalnya datang dengan banyak pasukan kini hanya tersisa seratus pasukan beserta Kedua-nya


Para monster yang datang menyerang desa sangat sulit di hadapi mereka seakan kebal dengan senjata jenis apapun.


Meski mendapat sayatan dan tusukan berulang kali tetap saja para monster tidak juga menemui ajal.


bug


Satu pukulan berhasil mengenai tubuh pangeran minghao ketika pria itu lengah


Brak


uhuk


Jendral jiazchen yang melihat itu semua hendak membantu tetapi langkah-nya terhenti kala dia di hadang oleh salah satu monster.


Monster itu memiliki bentuk kepala serigala dengan dua tanduk sedangkan tubuh-nya seperti manusia tetapi memiliki ekor panjang


Lebih terlihat seperti siluman serigala dari pada monster haya saja dia memiliki tanduk seperti naga.


"kurang ajar"


sambil mengumpat minghao mencoba bangkit meski tubuhnya terasa remuk redam.


Dengan sisa tenaga dia melesat cepat untuk memberi serangan balasan namun usaha keras itu sia-sia kala monster tersebut berhasil menghindar dengan mudah.


Yang ada minghao kembali mendapat pukulan telak hingga memuntahkan banyak darah.


Di sisa kesadaran minghao melihat monster itu mengangkat senjata dan berlari cepat ke arah-nya.


karena tidak bisa lagi menghindari pria itu menutup mata pasrah jika harus kehilangan nyawa.

__ADS_1


Tapi aneh-nya tidak ada tusukan atau sayatan benda tajam yang mengenai tubuh-nya.


Jelas itu mengejutkan kala Minghao kembali membuka kelopak matanya, samar-samar dia melihat bayangan perempuan berdiri di depan-nya setelah itu dia kehilangan kesadaran.


Bayangan itu adalah Aqila, dialah yang menahan serangan monster tersebut dengan pedang hitam milik-nya.


Untung saja gadis itu datang tepat waktu jika tidak maka minghao sudah kehilangan nyawa di tangan monster tersebut.


"berani sekali kau menyentuh orang ku"


sambil mengatakan hal itu Aqila diam-diam melapisi pedang hitam milik-nya dengan energi kegelapan kemudian memberi pukulan telak dengan satu kalo tebasan.


Dan akhirnya monster itu hancur berkeping-keping, tindakan Aqila barusan tak luput dari penglihatan jendral jiazchen dan beberapa panglima lain.


Mereka jelas terkejut dengan keberadaan gadis itu yang muncul secara tiba-tiba.


"bentuk lingkaran"


Ucap Aqila setengah berteriak, tanpa membantah seluruh pasukan kerajaan langsung mengelilingi gadis itu dan pangeran minghao yang sudah tak sadarkan diri.


Kini hanya tersisa tiga puluh prajurit, dua panglima dan jendral jiazchen sedangkan yang lain telah gugur.


Di pihak lawan masih tersisa dua puluh monster dari sebelumnya tiga puluh.


Berjam-jam mereka lakukan pertarungan Minghao dan yang lain haya mampu menumbangkan sepuluh monster.


Sebelum memusnahkan para monster Aqila lebih dulu memasukan satu buah pil kedalam mulut minghao dan memaksa-nya untuk menelan pil tersebut.


Baru setelah-nya Aqila mengambil posisi di tengah lingkaran untuk memulai rencana.


Gadis itu memejamkan mata sebentar sambil menggumakan sesuatu yang tidak jelas dan secara perlahan pedang hitam gadis itu mengeluarkan dua cahaya terang berwarna biru dan hitam.


Para prajurit istana, dua panglima dan jendral jiazchen merasakan hawa yang berbeda di sekitar mereka.


Mereka hendak berbalik melihat ke arah Aqila tapi di cegah oleh gadis itu, karena jika hal tersebut terjadi maka formasi yang sedang Aqila buat akan hancur berantakan.


saat ini dia kembali menggunakan Formasi penghancur kematian dimana siapapun yang terjebak di dalamnya akan hancur menjadi abu dalam sekejap.


Sebenarnya menggunakan formasi ini cukup beresiko karena jika gagal selain kehilangan separuh kultifasi si pengguna juga akan kehilangan kesadaran selama beberapa hari.

__ADS_1


__ADS_2